
Seketika tatapan sang monster berubah menjadi tatapan kebencian, monster itupun mulai menyerang ayah Nadia dengan kecepatan yang tak terukur.
Ayah Nadia kelihatan sangat terpojok di karenakan ia hanyalah seorang manusia biasa.
Monster itu memukul dada ayah Nadia hingga terpental masuk ke dalam kamar di mana ibu Nadia dan adiknya tengah bersembunyi.
"Ayah..!" teriak ibu Nadia sembari mendorong anaknya ke samping.
Tak ia sangka monster datang dengan serangan yang seketika menembus perutnya.
Mereka saling bertatapan ayah dan ibu Nadia waktu seakan berhenti air mata menetes dari mata mereka.
Bibir ayah Nadia bergetar melihat darah keluar dari mulut ibu Nadia.
Monster itupun menarik tangannya membuat ibu Nadia jatuh di pelukan suaminya"ayah" ucap ibu dengan suara lirih.
Monster itu menyerang kembali namun dengan sigap ayah Nadia berbalik dan menahan serangan monster tersebut hingga mengakibatkan perutnya berlubang.
"Uhuk"ayah batuk mengeluarkan darah yang membasahi wajah ibu Nadia.
Ia tersenyum sembari memegang pipi suaminya matanya berkaca-kaca.
Adik Nadia pingsan akibat syok yang sangat berat.
Tiba-tiba monster itu meninggal mereka berdua yang tergeletak sembari berpegangan tangan.
"Ibu sejak pertama kali kita bertemu ayah selalu saja memikirkan tentang ibu, ayah tak percaya jikalau ayah dapat hidup hingga akhir hayat bersama ibu" ucap ayah sembari menatap langit-langit.
"Ayah kau dulu adalah seorang berandalan entah mengapa ibu sangat mencintai berandalan itu hingga rela mati demi nya"
"And if the doubel decker bus, crashes into us to die by your side" nyanyi ayah Nadia.
"is such a heavenly wey to die" sahut ibu Nadia.
Genggaman tangan mereka semakin erat air mata tak dapat di bendung mereka menangis dengan senyuman yang indah.
"And if a ten ton truck, kills the both of us, to die by your side" nyanyi ayah Nadia.
"Well the pleasure, the privilege is mine" jawab ibu Nadia.
Pada akhirnya mereka menutup mata sembari tersenyum.
"Brak..!" atap rumah keluarga Nadia terangkat.
Terlihat Faisal tengah terbang di atasnya sembari mengangkat sebuah bola raksasa yang terbuat dari mayat-mayat monster yang di satukan.
Faisal menggenggam tangan kemudian tubuh monster-monster itu hancur menjadi cairan darah yang kental.
"Nafas mereka masih ada sepertinya masih bisa di bantu" gumam Faisal sembari terbang ke arah orang tua Nadia.
(Si Faisal belum tau kalo kedua orang itu adalah orang tua Nadia)
Faisal memegang lubang di perut kedua orang tua Nadia untuk menghentikan pendarahan, kemudian ia memberikan ramuan penyembuh tingkat tinggi.
"Aku akan mengirim mereka ke apartemen" gumam Faisal sembari mengirim keluarga Nadia termasuk adiknya ke apartemen.
"Boru bawa mereka ke rumah sakit" ucap Faisal ber telepati kepada Boru.
...****************...
Di apartemen Faisal.
Terlihat ibu dan Nadia tengah duduk di lantai sembari berpegang tangan menonton berita pertempuran.
"Faisal ada di mana" gumam ibu khawatir.
Seketika Boru muncul dengan wujud manusia yang tampan dan gagah.
"Jangan bergerak!" teriak Nicho sembari memegang pisau dapur.
Perlahan ia berjalan ke hadapan ibu dan Nadia.
"Aku adalah orang yang di utus oleh yang mulia Faisal" ucap Boru.
Seketika muncul keluarga Nadia tepat di samping Boru.
"Ibu..!" teriak Nadia sangat keras sembari berlari ke arah orang tuanya dengan panik.
...****************...
Tiba-tiba kakek Pur di kukul oleh seorang pria hingga terpental ke dalam air setelah itu sang pria menyusul masuk ke dalam air.
"Pur..!" teriak rekan yang lain sembari memukul beberapa rudal.
Tanpa mereka sadari mereka telah di pukul hingga terpental jauh ke tanah.
Sementara itu di dalam air.
Kakek sen di dorong menuju dasar laut oleh pria yang memukulnya.
"Sial aku kehilangan 50% kekuatanku saat berada di air aku akan mati" gumam kakek Pur sembari berusaha melepaskan cengkraman di lehernya.
Pria itu tersenyum lebar dengan mata merah menyala.
"Tunggu kau adalah Bejo" ucap kakek Pur menggunakan telepati.
"Tepat sekali, kau menggagalkan rencana ku. Aku sangat beruntung karena yang mulia Lucifer mau menolongku dan memberikan kekuatan hebat ini" jawab Bejo menggunakan telepati.
Terlihat sebuah benda asing menyeruduk Bejo ke atas membuatnya terpental ke langit.
Terlihat ayah memegang punggung kakek Pur kemudian membawanya ke atas.
...****************...
Terlihat ada empat orang terbang di tengah-tengah medan perang yang tengah memanas di mana pasukan Indonesia melawan pasukan campuran dari Amerika dan negara sekitarnya.
Indonesia dapat bertahan di bantu oleh para master yang keluar dari gunung serta bantuan dari beberapa negara besar termasuk Rusia.
Ke empat orang itu terbang sembari melipat tangan seolah-olah sedang mengawasi.
Tiba-tiba Faisal muncul di depan keempat orang tersebut, seketika ekspresi ke empat orang itu berubah menjadi sangat senang melihat Faisal.
"Mereka memiliki kekuatan di atas ku" gumam Faisal.
Salah satu dari empat orang itu memukul Faisal.
"Stak..! "
Faisal menahan pukulan itu dengan tangan kanan mengakibatkan tangannya biru, Faisal mundur dan memegang tangannya"pukulannya sangat keras" gumam Faisal sembari merobek bajunya.
Kemudian ia mengeluarkan sayap garuda mengubah medan perang yang sebelumnya gelap dan dingin menjadi terang seperti siang dan juga sayap itu mengeluarkan aura yang terasa nyaman untuk para pejuang Indonesia.
Berbeda dengan musuh mereka merasakan sesak menusuk dada hingga sulit bernafas ketika melihat sayap itu.
Secara bertubi-tubi keempat orang itu memukul Faisal, Faisal hanya bisa menangkis dan menahan menggunakan sayapnya yang sekeras baja.
Namun sayang sayap itu perlahan rusak akibat pukulan yang begitu keras.
"Jurus reog Ponorogo ke empat tubuh berlian" ucap Faisal sembari menarik sayapnya kemudian menerima pukulan dari keempat pria tersebut.
Kali ini Faisal dapat menahannya tak membuang waktu Faisal mengeluarkan pedang dan menebas ke arah empat orang itu.
"Scrak..!"
Tebasan yang dapat membelah langit menghilang seketika saat mendekati tubuh mereka meninggalkan goresan kecil yang seketika menghilang.
"Regenerasi tubuh mereka sangat cepat" gumam Faisal.
Seketika keempat orang itu tersenyum sangat lebar kemudian mereka menciptakan sebuah bola hitam besar bersuhu tinggi.
"Cengkraman penghancur surga" ucap Faisal sembari mencengkram tangannya perlahan bola hitam itu mengecil perlahan menghilang.
Faisal kelihatan tertekan keringat mengucur tangannya memerah.
"Stak..!"
Faisal di pukul hingga terjatuh ke air.
"Faisal...!" teriak Adrianto sembari menendang monster di depannya lalu terbang menuju keempat orang tersebut.
"Kakak mundur, kau akan mati!" teriak Faisal sembari terbang kembali ke hadapan ke empat orang tersebut.
"Aku tak akan menahan diri lagi" ucap Faisal sembari mengeluarkan aura dari level raja yang seketika menghempaskan air di sekitarnya serta membuat beberapa kapal meledak.
...----------------...
Bersambung