
"Faisal" ucap Bella dengan keras sembari berdiri ia terkejut melihat Faisal membuka pintu.
Bella berjalan cepat ke arah Faisal.
Bella memegang pipi Faisal"kamu baik-baik saja" tanya Bella terlihat khawatir.
Wajah Faisal datar sembari menatap tajam ke arah tetua Brox namun saat memandang Bella ia tersenyum lembut"Bella aku baik-baik saja" ucap nya sembari menurunkan tangan Bella.
"Bella dia cukup tampan namun sayangnya dia idiot" ucap Salsa.
Tetua Brox menahan tawa.
"Cukup Salsa" ucap Bella terlihat kesal dengan nada tinggi.
"Bella aku lelah, perjalanannya sangat jauh dan aku merasa bosan" ucap Faisal memelas dengan manja.
Bella tersenyum sembari mengelus rambut Faisal" ayo ke kamar mu aku antar" ucap Bella dengan lembut sembari menuntun Faisal.
"Salsa, aku tinggal sebentar" ucap Bella sembari berjalan.
Salsa tak merespon dengan kata-kata namun dengan wajah kesal.
"Sungguh tidak sopan nona, sahabat mu perlu di beri pelajaran agar lebih sopan terhadap putri seperti anda" ucap tetua Brox.
"Sekarang dia memang menyebalkan namun dia tetap sahabat ku, jadi jangan sakiti dia" ucap Salsa.
"Nona aku di utus oleh ketua untuk menjaga anda dan juga membantu agar rencana lancar" ucap tetua Brox.
"Lebih baik bunuh pria idiot itu karena dia benar-benar mengganggu kesenangan ku di sini" ucap Salsa.
"Tentu nona namun tidak dalam waktu dekat, saya pasti akan membunuhnya itu janji saya" jawab tetua Brox.
...****************...
Sementara itu di lorong.
Terlihat Faisal dan Bella tengah berjalan bersama.
"Apa kau lapar Faisal?" tanya Bella.
"Aku sangat lapar, tadi aku makan roti saja saat di perjalanan rotinya hambar tidak ada rasanya dan juga sangat kering, jadi aku makan sedikit" jawab Faisal dengan manja.
"Baiklah aku akan menyuapi mu kali ini" ucap Bella sembari tersenyum.
"Dia benar-benar memperlakukan ku seperti seorang adik" gumam Faisal terkejut.
...****************...
Singkat cerita saat di kamar Faisal.
Terlihat Faisal tengah duduk samping kanan ranjang di temani Bella yang duduk di kursi di depan Faisal.
Bella mengambil semangkuk sup di meja.
"Jadi bagaimana perjalanan mu?" tanya Bella sembari menyuapi Faisal.
"Bella sup nya masih panas" ucap Faisal sembari mengipasi mulutnya dengan tangan.
Bella tertawa" maaf biar aku tiup dulu" ucap Bella sembari tersenyum, ia terlihat bahagia dengan apa yang di lakukanya ia benar-benar tulus.
Senyum terukir di wajah Faisal tanpa ia sadari saat melihat Bella meniup makanan yang berada di sendok.
"Dia kelihatan sangat cantik" gumam Faisal.
[Peringatan jantung host berdetak sangat cepat.]
Bella pun menyuapi Faisal.
"Bella perjalanan ku sangat membosankan, dan juga aku bertemu dengan pria-pria tua yang selalu berbicara tidak jelas dan juga menekan ku, kepala ku terasa pusing saat mendengar ucapan mereka. Mereka berbicara berputar-putar" ucap Faisal.
Beberapa saat kemudian Faisal telah selesai makan.
Bella menaruh mangkuk di atas meja.
"Faisal duduk di bawah" ucap Bella menunjuk ke bawah.
Faisal kebingungan ia melakukan perintah Bella untuk duduk di bawah.
Bella mengambil minyak di meja lalu duduk di kasur tepat di atas Faisal.
"Biar ku pijat kepala mu" ucap Bella sembari memijat kepala Faisal dengan lembut.
"Ini kali pertama ku di pijat oleh orang lain selain ibu ku, pijatannya sangat enak dan membuatku rileks" gumam Faisal yang terlihat santai dan tenang hingga ia menutup mata.
"Bella mengapa kau memperlakukan ku dengan sangat baik, tidak seperti sepupu- sepupuku yang lain, bahkan paman ku juga tak pernah memperlakukan diri ku dengan baik" tanya Faisal.
"Aku ingin mengetahui alasan pasti mengapa ia sangat baik terhadap Alex" gumam Faisal.
Bella tersenyum" aku juga tak mengetahui alasan mengapa diri ku selalu bersikap baik terhadap mu Faisal, hati ku selalu mengatakan untukku melakukannya dan aku tak dapat menolak ataupun melawan. Aku merasa senang ketika aku merawat mu ketika sakit, aku merasa senang ketika menemani mu bermain, aku merasa jikalau beban ku hilang ketika kita berdua" jawab Bella sembari terus memijat kepala Faisal.
"Sebenarnya aku merasa tidak tega melihat mu selalu di ganggu dan di siksa, namun lama-kelamaan aku mulai merasa senang ketika bersama dengan mu" gumam Bella.
Tiba-tiba Faisal berdiri hingga membuat Bella terkejut.
"Ada apa Faisal, apa pijatan ku terasa sakit?" tanya Bella.
"Aku mengantuk ingin tidur" ucap Faisal sembari naik ke ranjang.
"Ada apa dengannya" gumam Bella sembari memperhatikan Faisal yang tiba-tiba bertingkah aneh.
Bella berdiri lalu mendekati Faisal ke tengah kasur.
Bella mengecup kening Faisal yang tengah tidur
Kemudian Bella pun pergi membawa nampan.
...****************...
Di tempat nongkrong Harold dan Danieal.
Terlihat Floki berjalan bersama Cedric ke arah mereka yang tengah duduk di depan api unggun sembari minum.
"Hei kalian" ucap Cedric.
"Ada apa Cedric?" tanya Harold.
"Tuan telah kembali apa kalian tak ingin menyapa beliau?" tanya Cedric sembari duduk.
"Saat yang mulia tiba beliau langsung pergi menemui Bella jadi sudah di pastikan beliau ingin menghabiskan waktu bersama Bella terlebih dahulu, besok masih ada waktu untuk bertemu" jawab Harold.
"Sial, kalian pasti tak akan percaya dengan apa yang akan ku ceritakan" ucap Floki sembari duduk.
"Apa yang mulia tidak lulus tes?" tanya Cedric.
"Yang mulia lulus dengan sangat mudah namun ada sedikit hambatan di tes ketahanan" jawab Floki.
"Wah hebat pangeran memang cocok menjadi tuan kita" ucap Danieal terlihat senang.
"Lantas apa yang menggangu pikiran mu Floki?" tanya Harold.
"Aku tak yakin yang mulia itu manusia, beliau dapat menguasai lima jenis teknik dasar bersenjata dalam waktu tiga hari bahkan beliau hampir mencapai level sempurna, selain itu beliau telah menguasai mantra lima elemen dan juga beliau dapat menempa senjata sihir tingkat dasar" ucap Floki dengan cepat.
"Loh seharusnya kita senang dengan hal tersebut mari kita rayakan bersama malam ini" ucap Danieal.
"Floki kau kita adalah budak yang mulia pangeran sudah semestinya kita tidak meremehkan tuan kita, aku yakin beliau masih memiliki bakat yang lebih hebat" ucap Harold menepuk pundak Floki.
Terlihat tetua Brox berjalan menuju tempat Harold dan yang lainya berkumpul.
"Hei tetua Brox datang jaga sikap kalian" ucap Cedric.
"Siapa dia" ucap Harold tertawa.
Di ikuti Floki dan Danieal.
"Salam semuanya" ucap tetua Brox dengan formal.
Seketika Cedric berdiri kemudian menunduk"salam tetua Brox" ucapnya.
Terlihat wajah Floki dan Harold menjadi sinis.
"Tiga semut ini berani tak sopan di hadapan master level grand master dasar seperti ku" gumam tetua Brox memandang rendah Floki dan yang lainya.
...****************...
Bersambung..