Teleport System

Teleport System
Episode 25 kota di serang


Terlihat Nicho berjalan sendiri sembari menundukkan kepalanya.


"Beruntungnya Faisal dia memiliki kehidupan yang sempurna, memiliki wajah yang tampan, postur yang bagus, kekuatan yang kuat dan juga uang yang banyak" gumam Nicho sembari memandangi langkah kakinya tanpa ia sadari ia menggenggam tasnya dengan erat.


"Tapi aku juga beruntung karena dapat berteman dengan diri nya, dan dia juga sangat baik dengan ku walau sikapnya terkadang dingin dan cuek namun ia terlihat peduli" gumam Nicho sembari menatap matahari yang mulai terbenam.


Tiba-tiba ia menoleh ke arah semak-semak tanpa ia sadari.


"Apa itu?" gumam Nicho terlihat kebingungan melihat cahaya berwarna merah berkedip dari dalam semak-semak yang rimbun.


"Siapa yang membuang puntung rokok di dalam semak-semak, bagaimana jika kebakaran" ucap Nicho berbisik dengan ekspresi kesal kemudian ia berjalan menuju cahaya tersebut.


"Loh kok bukan rokok" gumam Nicho yang kebingungan dengan bentuk cahaya tersebut yang tidak seperti puntung rokok melainkan sebuah gelang.


"Duh aku tertipu ku pikir ini adalah puntung rokok ternyata gelang, tapi di lihat-lihat gelang ini unik karena dapat menyala dalam gelap ambil saja lah lumayan barang looting" gumam Nicho sembari memperhatikan gelang tersebut.


"Lebih baik aku segera pulang, aku sangat lapar" gumam Nicho sembari mengantongi gelang tersebut lalu ia berlari.


...****************...


Di rumah tante Nita.


Terlihat Faisal dan yang lainya tengah makan bersama.


"Jadi bagaimana hari kalain?" tanya tante Nita sembari ia memotong daging di piringnya.


Nabila melirik ke arah Faisal yang tengah fokus makan ayam dengan tangan.


"Ada apa?" tanya Faisal menatap Nabila kebingungan.


"Sebenarnya apa yang terjadi hingga mereka seperti itu, terlebih lagi sikap Nabila yang teramat jutek tak seperti biasanya" gumam tante Nita sembari memerhatikan Nabila dan Faisal sambil mengunyah makanan.


Nabila membuang muka.


"Tadi baik tante, aku mendapatkan teman baru namanya Nicholas Hoult dia anak yang baik" jawab Faisal menjawab pertanyaan tante Nita sembari tersenyum.


"Baguslah tante jadi tenang jikalau kau mendapatkan teman" ucap tante Nita yang terlihat bahagia.


"Kriing...!" suara telpon dari hp Faisal.


Faisal mengambil hp di kantong"Bentar tante mas Adrian menelpon" ucap Faisal sembari berdiri.


"Baiklah sana" jawab tante Nita.


"Halo, ada apa mas?" tanya Faisal sembari berjalan menuju halaman belakang rumah.


...****************...


Di sebuah hutan yang gelap terlihat seorang pria tengah berdiri bersandar di pohon sembari memegang pedang.


Pria itu memiliki tinggi sekitar 190 ia memiliki tato naga di tangan kanan serta lehernya, memiliki rambut berwarna hitam dengan potongan pendek, serta terdapat luka di wajah nya.


"Apa kau tak merindukan ku?" ucap pria itu yang tak lain adalah mas dari Faisal yang bernama Adrianto.


"Itu aneh menanyakan hal ini kepada adik laki-laki, kau tanyakan kepada Zahirul dan juga Dara, jangan tanyakan pada ku" jawab Faisal dari telpon.


Adrianto menyalakan rokok lalu memasukan pedang kedalam sarungnya.


"Bagaimana hari pertama sekolah mu?" tanya Adrian sembari menatap dua orang yang tengah bertarung menggunakan pedang.


"Cukup baik namun ada beberapa yang mencari masalah" jawab Faisal sembari bersandar ke tembok.


"Kau bantai saja mereka seperti yang sering aku ajarkan saat di kampung" ucap Adrianto sembari memukul wajah seseorang hingga terpental jauh.


"Hauk..!" suara orang yang di pukul Adrian.


"Suara apa itu? tanya Faisal yang terlihat serius.


"Aku sedang menonton film pertarungan volumenya cukup tinggi" jawab Adrian sembari terus memukul beberapa orang yang berlari ke arahnya.


"Ohw, aku ingin melakukan itu namun aku tak ingin mencari masalah dengan keluarganya, ada yang mengatakan jika keluarganya adalah mafia" jawab Faisal sembari berjalan.


"Hanya mafia, jangan takut jikalau kau tak salah, harga diri ada di atas segalanya jangan permalukan keluarga kita" ucap Adrianto yang terus berkelahi.


"Aku takut keluarga kita di ganggu, aku tak ingin ada yang menyakiti ayah dan juga ibu" jawab Faisal sembari berjongkok.


"Ahahahaha....! kau lucu Faiz, sebelum mereka mendekati ayah dan ibu mereka pasti akan mati" ucap Adrianto.


"Kau ini kebanyakan menonton film aksi hingga otak mu bermasalah mengira kita adalah keluarga besar yang di takuti" ucap Faisal terlihat kesal.


"Bagaimana pekerjaan mu di desa?" tanya Faisal.


"Ohw semua beres" jawab Adrianto sembari memandang puluhan pria yang telah berlutut dan berkumpul di hadapan Adrianto, Adrianto membuka pedang dari sarungnya.


Seketika bilah pedang tersebut menyala dan mengobarkan api berwarna ungu, Adrian menebas kepala puluhan orang tersebut kemudia mereka terbakar dan menjadi abu.


"Baiklah aku tutup" ucap Adrian sembari menutup telpon.


"Siapkan jadwal ku untuk minggu depan, aku ingin menemui adik ku" ucap Adrian sembari mengelap tangannya yang berlumuran darah.


"Siap tuan" jawab seorang pria yang berlutut di samping Adrian.


...****************...


Di rumah tante Nita.


Di ruang makan terlihat Faisal berjalan ke arah meja makan.


"Bagaimana?" tanya tante Nita.


"Mas Adrian akan datang minggu depan" jawab Faisal sembari duduk di kursinya yang tadi.


"Wah berita bagus tante juga sudah lama tak bertemu dengan Adrian" ucap tante Nita yang terlihat bahagia.


"Siapa itu Adrian?" tanya Nabila.


"Dia adalah Kaka dari Faisal" jawab tante Nita.


"Tante aku ingin duluan ke kamar, ada sesuatu yang perlu ku kerjakan" ucap Faisal sembari berdiri dan juga ia memegang piringnya yang telah kosong.


"Baiklah jangan tidur terlalu larut besok kau akan sekolah" ucap tante Nita.


"Baiklah tante aku akan tidur lebih cepat" jawab Faisal sembari tersenyum kemudian ia pergi menaruh piring ke dapur.


...****************...


Sementara itu di kota salju.


Terlihat kota salju tengah ricuh, beberapa rumah terbakar terlihat panah menghiasi langit yang gelap.


Teriakan kesakitan, teriakan penderitaan serta ketakutan terasa dan terdengar dari beberapa kilometer dari kota.


Para prajurit kota tengah berperang melawan pasukan kerajaan Esia yang menyerbu dengan pasukan yang begitu besar.


Di depan gerbang istana kota.


Terlihat Daniela tengah bertarung bersama prajurit mempertahankan istana yang kini menjadi tempat mengungsi para wanita dan juga anak-anak di desa.


"Pasukan mereka tak ada hentinya, mereka terus berdatangan komandan kami sudah tidak tahan..!" teriak salah satu prajurit yang terlihat sangat kelelahan karena jumlah musuh yang terus bertambah.


"Bertahanlah bantuan akan segera tiba, kita harus bertahan..!" teriak Daniela sembari menebas musuh.


"Stup..! duaks..!" suara petarung udara yang terjadi di antar Harold dan juga jenderal musuh.


Terlihat Harold kesulitan melawan tiga jendral sekaligus.


...****************...


Di kamar Faisal.


Terlihat Cedric tengah duduk di bawah sembari menggenggam tangan Faisal yang tengah tak sadarkan diri.


"Yang mulia bangunlah, kota akan hancur" ucap Cedric yang terlihat ketakutan dan pasrah.


"Duak..!" suara pintu yang di dobrak.


...****************...



Nama: Adrianto


Umur: 24 tahun


Note: merupakan kakak kandung Faisal