
"Siap menjalankan tugas yang mulia" ucap Deviatan.
"Bawa Lucifer dan anak buahnya ke hadapan ku" ucap Faisal penuh amarah.
"Siap yang mulia" jawab Deviatan kemudian mereka pergi.
Tiba-tiba Faisal menatap ke pintu di sampingnya.
Terlihat kakek Sen dan Lioan keluar secara perlahan.
Lion menggunakan tampilan manusia.
"Kenapa kalian bersembunyi?" tanya Faisal.
"Nak siapa mereka?" tanya kakek Sen.
"Mereka adalah anak buahku" jawab Faisal.
"Mereka siapa?" tanya ibu kepada Faisal.
"Loh ibu belum pernah bertemu dengan kakek Sen?" ucap Faisal.
"Jadi dia kakek Senartho yang sering di ceritakan oleh ayah dan juga kakek" ucap ibu sembari tersenyum.
"Ibu bisa tolong bawa Dara dan Zahirul pergi, setelah selesai kita akan pergi ke Indonesia tempat ini sudah tidak aman" ucap ibu.
"Baiklah" jawab ibu kemudian pergi.
Faisal duduk.
"Bisa ceritakan alasan kalian kelihatan sangat takut ketika melihat empat orang tadi?" tanya Faisal sembari menyalakan rokok.
"Mereka adalah golden devil yang merupakan pasukan yang berhasil meratakan alam dewa di dunia tingkat tinggi" ucap kakek Sen.
"Ceritakan secara jelas" ucap Faisal.
"Golden devil terdiri dari lima iblis yang memiliki dendam kepada istana surga di alam dewa dunia mereka. Dunia Xuanxun merupakan dunia tingkat tinggi yang berisi dewa tingkat tinggi pula. Mereka bersatu untuk menghancurkan surga" cerita kakek Sen.
"Bisa kalian jelaskan tentang tingkatan dunia?" ucap Faisal.
Kakek sen mengembuskan nafas.
"Dunia di bagi menjadi empat yaitu dunia rendah, menengah, tinggi, dan juga utama. Dunia renda merupakan dunia yang berisi para monster atau siluman seperti raja Lion, dunia ini di sebut dunia rendah karena kapasitas atau luas dunia yang terbilang kecil dan juga sumberdaya yang sedikit. Dunia menengah itu seperti bumi memiliki wilayah yang luas dan juga banyak sumberdaya serta memiliki umur yang cukup tua. Dunia tingkat tinggi adalah dunia yang memiliki luas dua kali lipat bumi dan berisi para dewa-dewi seperti kami" jawab kakek sen dengan sabar.
"Bagaimana dengan dunia utama?" tanya Faisal.
"Untuk itu kami tak mengetahuinya" jawab kakek Sen.
"Besar kemungkinan entitas yang ingin menyerang dunia kita berasal dari dunia utama" ucap Faisal.
"Bukan sebuah kemungkinan tetapi memang sebuah kebenaran, hanya orang yang berada di dunia utama saja yang dapat mengotak-atik dunia di bawahnya" ucap Lion sembari duduk di samping Faisal.
"Jadi bagaimana cara kita selamat dari bencana ini?" tanya Faisal.
"Tidak ada cara" ucap Lion.
Kakek Sen dan Faisal terkejut.
"Apa maksudnya?" tanya kakek sen.
"Aku telah melakukan segala cara untuk menyelamatkan duniaku namun itu semua sia-sia aku tetap gagal" jawab Lion.
"Aku memiliki satu gerbang menuju ke dunia yang aman" ucap Faisal.
****************
Di kantor dokter yang merawat orang tua Nadia.
Nadia berikan ke arah kantor tersebut, langkahnya terhenti ketika berada di depan pintu ia merasa takut terlihat dari wajah serta tangan yang memegang ujung jilbab.
Dengan ragu dan takut ia membuka pintu.
"Nadia masuk saja" ucap dokter dari dalam.
Nadia terdiam.
Ia membuka pintu dan berjalan masuk.
Dokter berdiri"silahkan duduk" ucap dokter dengan ramah tak ketinggalan senyuman yang terlihat manis.
Melihat senyuman sang dokter hati Nadia sedikit tenang ia berjalan menuju tempat duduk.
"Kau tinggal di mana sekarang?" tanya dokter sembari mengeluarkan berkas.
"Ohw apartemen milik Diana" ucap dokter mengangguk.
"Iya apartemen milik ibu Diana" ucap Nadia.
"Berapa umurmu?" tanya dokter.
Merekapun berbincang seputar kehidupan Nadia selama hampir setengah jam, suasana menjadi santai Nadia kelihatan lebih tenang.
"Jadi bagaimana dok kondisi kedua orang tua saya?" tanya Nadia.
"Ayah dan ibumu memiliki kesempatan selamat kurang dari 25% saja, tapi kau tenang saja aku memiliki teman yang dapat menyembuhkan mereka" jawab dokter.
Nadia kelihatan senang matanya berkaca-kaca"benarkah bagaimana cara menyelamatkannya?" tanya Nadia.
"Organ perut kedua orang tua mu telah hancur dan hanya menyisakan jantung dan paru-paru. Aku akan melakukan transplantasi organ yang rusak namun harganya sangat mahal bisa sampai puluhan juta dolar" jawab dokter.
Mendengar nominal yang begitu besar Nadia kelihatan cemas"dok untuk biaya sebanyak itu aku tak memiliknya saat ini aku hanya memiliki beberapa puluh ribu dolar saja untuk saat ini. Aku dapat mencicilnya" ucap Nadia.
"Berapa pendapatan mu?" tanya dokter.
"Baru-baru ini bosku menaikan gajiku sebanyak 25 ribu dolar" jawab Nadia.
"Apa!, aku saja hanya mendapatkan 16 ribu dolar sebagai seorang dokter" gumam dokter terkejut.
"Baiklah aku akan melakukan operasi dan membayar semua tagihannya kau dapat mencicilnya kepadaku" ucap dokter.
"Benarkah..? Terimakasih dokter" ucap Nadia dengan gembira.
Dokter berdiri lalu berjalan ke samping Nadia"bayarannya bukan hanya uang" ucap dokter sembari memegang pundak Nadia.
Seketika Nadia gemetar tak dapat bergerak karena syok.
"Apa maksudnya anda?" tanya Nadia.
"Kau harus membayarnya dengan tubuh mu" bisik dokter sembari mengelus leher Nadia.
Nadia menepis lalu mundur.
"Berhenti nyawa keluargamu ada di tanganku, kau tak dapat pergi kemana-mana" ucap dokter menahan Nadia yang tengah memegang gagang pintu.
Nadia terdiam.
"Temui aku di hotel golden globe besok malam, kau memiliki nomorku ku tunggu kau di sana. Jika kau ingin nyawa keluargamu selamat maka kau harus datang" ucap dokter sembari berjalan ke arah kursinya.
Nadia pergi dari ruangan itu, di sepanjang jalan ia menangis.
...****************...
Sementara itu di tempat Faisal.
"Apa yang kau maksud?" tanya Lion.
"Kau dapat bertanya kepada Lioan dan Lioin" jawab Faisal.
"Aku tak memiliki kuasa untuk membuat portal ke dunia lain, bahkan aku tak memiliki kuasa untuk meninggalkan dunia ini" ucap kakek Sen.
"Kek kau adalah seorang dewa tingkat menengah yang cukup terkenal bahkan dewa Thor saja mengenalimu" ucap Faisal.
"Apa yang kau maksud adalah Thor putra Odin?" tanya kakek Sen.
"Benar, mereka juga memiliki masalah yang sama dengan kita mereka kehilangan koneksi dengan dunia mereka" jawab Faisal.
"Dewa Nordik merupakan kumpulan dewa tingkat atas yang memiliki kekuatan puluhan kali lipat dari diriku. Bagaimana kau dapat bertemu dengan dirinya?" tanya Lion.
Faisal menunjukan tato petir di tangannya dekat nadi dan pergelangan.
"Kekuatan petir dari sang dewa agung Thor" ucap Lion sembari memegang tato milik Faisal.
"Tak hanya itu" Faisal mengangkat rambutnya menunjang sebuah tato tanduk kecil menandakan dewa Loki.
"Bagaimana?" ucap Faisal dari belakang Lion.
Faisal membalas diri menjadi dua.
"Seluruh dewa Nordik memberikan inti kekuatan mereka kepadaku, mereka minta untukku menyelamatkan alam semesta" ucap Faisal.
...****************...
Bersambung...