
"Tunggu dulu yang mulia, jika kita menggali dengan kedalaman 60 meter maka besar kemungkinan akan terjadinya longsor karena masa di bagian kota lebih berat atau tanah tidak dapat menahannya, kecuali kita membangun tembok di setiap sisi parit" ucap Floki menghentikan langkah.
Faisal terdiam.
"Bagaimana kalau kita menggali parit sedalam 10 meter namun selebar 20 meter, memang kurang efektif untuk menjebak karena ketinggian yang bisa di katakan dangkal, namun parit ini mencakup wilayah yang cukup besar jadi dapat menjebak banyak musuh" ucap Cedric.
"Jembatan yang di buat akan lebih panjang dan kemungkinan besar tali penyangganya akan cepat putus karena tidak kuat menahan bobot jembatan yang berat karena panjang" ucap Floki.
"Kita bisa menggunakan kayu, bukanya kayu memiliki masa yang cukup ringan" ucap Cedric.
"Ya kita harus membuat jembatan dengan ketebalan lebih karena akan menjadi satu-satunya akses masuk dan keluar kota, jika seandainya banyak yang mengantri masuk ke kota maka jembatan akan runtuh jika menahan bobot berat dengan waktu yang lama" ucap Floki.
"Kita buat jembatan batu" ucap Faisal.
"Mengapa?" tanya Floki.
"Aku akan memberikan sketsanya besok dan juga alasannya, untuk saat ini selesaikan tugas yang ku berikan tadi" ucap Faisal sembari berjalan lebih cepat.
...****************...
Di peternakan kuda.
Terlihat Faisal tengah mengelus kuda berwarna putih di temani oleh Danieal.
"Kuda ini bagus dan juga memiliki otot yang kuat" ucap Faisal.
"Apa anda tertarik menjadikan tunggangan utama anda?" tanya Danieal.
"Kuda ini memang bagus bahkan bisa di katakan sempurna karena kecantikan dan juga stamina yang di miliknya di atas rata-rata. Tapi aku tak ingin menggunakan tunggangan kuda karena kebanyakan pangeran telah menggunakannya" ucap Faisal sembari berjalan mengelilingi kuda.
"Lantas tunggangan seperti apa yang anda inginkan yang mulia?" tanya Danieal.
Seketika terlintas Dwolf dalam benak Faisal" tentu saja tunggangan sepertinya" gumam Faisal.
"Apa dan ingin tunggangan beast?" tanya Danieal.
"Yap aku menginginkan tunggangan seperti itu, dan aku telah memilikinya namun aku belum mau menunjukan ke kota" ucap Faisal.
"Tuan Cedric telah menceritakan tentang Dwolf kepada kami, apa mungkin itu yang anda maksud?" tanya Danieal.
Faisal menaiki kuda itu"ya memang dia tunggangan ku" jawab Faisal sembari menjalankan kuda dengan cepat.
"Aku penasaran dengan apa yang terjadi di bumi sekarang, aku telah lama berada di dunia ini hampir dua minggu" gumam Faisal sembari memacu kuda berkeliling lapangan.
"Aku akan segera kembali namun aku harus memastikan kota ini aman dari bahaya, aku tak ingin kejadian seperti kemarin terjadi lagi. Jika aku terlambat datang aku takut semua akan habis" gumam Faisal.
Terlihat dari kejauhan Bella dan Salsa tengah berjalan berdua.
Tatapan Bella spontan terfokus kepada Faisal yang tengah berkuda"dia kelihatan tampan dengan wajah serius" gumam Bella.
Salsa menatap Bella yang fokus menonton Faisal"kakak ku juga seorang penunggang yang hebat,'namun ia tidak menunggangi kuda tapi menunggangi beast" ucap Salsa.
Mendengar hal itu spontan Bella menatap Salsa dengan wajah yang terlihat kesal.
"Tunangan mu hanya bisa menunggangi kuda tapi kakak ku dapat menunggangi semuanya" ucap Salsa dengan sombong.
Bella membuang muka dan berjalan lebih cepat.
"Bella tunggu" ucap Salsa menyusul Bella.
Dari kejauhan Faisal mendengar apa yang di katakan Salsa kepada Bella namun ia tak memperdulikannya dan lanjut fokus dengan kuda.
Bella berjalan mendekati lapangan kuda, kemudian ia menghampiri Danieal yang tengah menulis sebuah berkas.
"Apa yang kau lakukan Danieal?" tanya Bella saat ia tiba.
"Tuan meminta ku memberikan data mengenai semua kuda yang ada di peternakan, baik itu yang di dapat dari rampasan perang atau yang memang berasal dari peternakan ini" jawab Danieal spontan.
Bella terlihat kebingungan"mungkinkah Alex meminta itu dan untuk apa, bukanya ia tak memahami masalah diplomatik, bisnis, atau yang lainya aneh" gumam Bella sembari menatap Faisal dengan tatapan ragu dan bingung.
"Sebenarnya yang mulia di minta tolong oleh Cedric untuk meminta berkas ini di karenakan Cedric sedang sibuk" ucap Danieal sembari tersenyum.
Bella tersenyum"itu masuk akal" gumamnya.
Terlihat Faisal datang ke arah mereka dengan kecepatan sedang.
"Paman kuda ini sangat hebat karena cepat dan juga bertenaga" ucap Faisal saat tiba di dekat mereka dengan bahagia.
"Wah kuda ini sangat cantik" ucap Bella sembari mendekat ke arah kuda tersebut kemudian ia mengelus rambut kuda dan menciumnya.
Terlihat eskpresi wajah Faisal berubah ketika melihat Bella mencium kuda.
"Sial aku tiba-tiba menjadi kesal" gumam Faisal.
"Bella ayo naik dan berkuda bersama ku" ucap Faisal sembari mengulurkan tangannya.
Bella menatap Faisal kemudian memegang tangannya.
Faisal pun menarik Bella membatunya naik ke atas kuda, Bella duduk di depannya wajah nya tersipu malu.
Faisal menatap Bella sembari tersenyum.
"Yang mulia dan putri terlihat sangat serasi" gumam Danieal memandang Faisal dan Bella sembari tersenyum.
Salsa terlihat kesal ia menatap Faisal dengan tajam"seharusnya itu kakak ku" gumamnya.
Faisal menjalankan kuda perlahan.
"Bella kuda ini cepat apa kau ingin mencobanya" ucap Faisal.
"Jang..an!" ucap Bella kemudian berteriak karena Faisal tiba-tiba menaikan kecepatan secara tiba-tiba membuatnya mundur dan hampir terjatuh.
Bella spontan menatap tangan Faisal yang merangkul perutnya karena ia hampir jatuh.
"Alex dia" gumam Bella sembari menatap wajah Faisal yang serius.
"Pegangan erat-erat Bella" ucap Faisal sembari menarik Bella ke belakang agar lebih rapat dengannya.
Bella tiba-tiba menunduk.
"Sekarang dia terasa seperti orang yang berbeda, aku merasa aman sekarang aku tak ingin ini berakhir" gumam Bella sembari memegang tangan Faisal di perutnya.
"Sialan jantungku berdetak kencang, perasaan ku tak terkontrol" gumam Faisal.
Terlihat Salsa menyusul menggunakan kuda berwarna hitam di belakang Bella.
"Bella tunggu aku" teriak Salsa mengehentikan Faisal.
Faisal melirik ke arah Salsa namun ia tak memperdulikannya.
Tiba-tiba kaki kuda itu tergelincir.
"Kami akan jatuh, tapi mengapa aku tak merasa takut" gumam Bella yang terlihat terkejut melihat kuda yang jatuh secara perlahan.
Seketika Faisal memeluk Bella dengan erat, merekapun jatuh terguling dan terseret cukup jauh, saat terseret Bella berada di atas Faisal, Bella memeluk Faisal dengan sangat erat.
"System jangan lakukan pemulihan" gumam Faisal.
[Menonaktifkan fitur penyembuh dan menonaktifkan bakat bertahan serta menurunkan pertahanan menjadi manusia normal.]
"Yang mulia terluka" gumam Danieal setelah melihat tanah yang memerah ketika Faisal tergesek.
"Bella apa kau baik-baik saja?" tanya Faisal membangunkan Bella yang ketakutan sembari memejamkan mata.
...****************...
Bersambung..