Teleport System

Teleport System
Episode 75 mencari kontrak


Terlihat sesosok bayangan lelaki berwarna emas menahan serangan Hanoman.


"Cih, kau di lindungi olehnya" ucap Hanoman dengan kesal kemudian ia berjalan dan menghilang.


"Sial itu tadi hampir saja" gumam Faisal yang terlihat panik.


"Dia memang memiliki temperamen yang buruk jadi maklumi saja" ucap sesosok raksasa berbentuk burung yang muncul setelah Hanoman pergi.


Raksasa ini memiliki tubuh setinggi 4 meter, kepalnya terlihat seperti kepala elang namun terdapat sebuah mahkota emas di kepalanya, ia memiliki sayap yang besar dan lebar berwarna emas.


Raksasa itu duduk di depan Faisal.


"Apa yang kau tawarkan" ucap Faisal ketika raksasa itu duduk.


"Hohoho.. kau langsung bertanya ke intinya, sebelum itu aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku adalah Garuda aku merupakan salah satu mahkluk terkuat di muka bumi dan aku merupakan saudara dari Hanoman yang mana merupakan keturunan dari bhatara guru" ucap Garuda sembari melipat tangannya.


Faisal hanya diam dan menatap Garuda dengan dingin.


"Namaku sangat di agungkan oleh manusia karena kemuliaan yang ku miliki, seharusnya kau merasa tersanjung ketika bertemu dengan diriku" ucap Garuda.


"Kesombongan adalah tanda jikalau dirimu adalah mahkluk yang lemah" ucap Faisal.


"Apa kau menghina diri ku" ucap Garuda dengan nada tinggi bercampur amarah.


"Aku tak menghina diri mu melainkan diri mu sendiri yang menghinakan diri, kau menyombongkan diri sebagai keturunan Bathara guru kau terdengar seperti seorang anak yang hanya bisa menyombongkan nama bapak buat beli Rubicon" ucap Faisal.


"Kau menyamakan ku dengan seorang bocah, sepertinya dirimu harus di beri pelajaran" ucap Garuda penuh amarah.


Faisal berdiri"aku mencari kontraktor yang memiliki kebijaksanaan yang tinggi agar dapat membantuku di masa depan nanti jikalau aku terjerumus ke masalah, bukan mencari pembuat masalah. Keangkuhan yang kau miliki itu membuatku merasa geram dan kesal" ucap Faisal.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?, apa kau ingin bertarung aku akan menurunkan kekuatanku agar setingkat denganmu" ucap Garuda sembari berdiri.


"Boleh saja" jawab Faisal dengan sombong.


Seketika ruangan berubah menjadi lapangan hijau yang sangat luas.


"Gunakan seluruh kekuatan mu anak muda" ucap Garuda sembari mengeluarkan kuda-kuda siap bertarung.


Faisal tersenyum lalu memasang kuda-kuda"tentu saja" ucapnya.


"Dush..!" seketika mereka melesat untuk saling beradu pukulan.


"Duak..!" suara ledakan yang berasal dari pukulan Faisal dan Garuda yang sangat kuat.


"Pukulannya sangat kuat" gumam Garuda sembari menatap wajah Faisal yang terlihat senang seakan bernafsu dengan pertarungan ini.


Faisal memutar tubuhnya lalu menendang perut kiri Garuda namun dapat di tangkis.


Pertarungan berjalan cukup lama hingga akhirnya Garuda terjatuh ke tanah.


"Hahaha..! berapa umurmu nak?" tanya Garuda yang tengah berbaring di tanah sembari menatap langit ia terlihat bahagia setelah di hajar oleh Faisal.


Faisal mendarat di samping Garuda"aku masih berumur 16 tahun" jawab Faisal.


"Biarkan diriku menjadi bagian dari kisah perjalananmu, aku akan tunduk pada mu" ucap Garuda yang mana tubuhnya perlahan menghilang.


Tubuhnya berubah menjadi sebuah pecahan kaca berwarna hitam yang bergerak menuju punggung Faisal lalu menghilang.


"Sial" ucap Faisal sembari melepaskan pakaiannya.


Terlihat tato bergambar dua sayap terukir rapi dan terlihat sangat indah di punggung Faisal.



"Apa yang ku dapatkan dengan membuat kontrak dengan Garuda?" gumam Faisal.


[Host mendapatkan kekuatan besar saat bertarung di udara, anda dapat mengeluarkan sayap yang mana membuat anda dapat bergerak dengan kecepatan cahaya. Anda dapat memanggil Garuda di saat genting dengan bayaran energi yang cukup besar]


"Hah? apa ia dapat membaca pikiran ku?" gumam Faisal terlihat panik.


[Kontraktor tak dapat membaca pikiran anda, ia hanya dapat melihat apa yang anda izinkan untuk lihat.]


"Sial ku pikir ia dapat melihat semua aktivitas yang ku alami dan juga semua yang ku pikirkan" gumam Faisal sembari duduk menjatuhkan diri.


Seketika Faisal kembali ke ruangan gelap sebelumnya.


"Aku telah menunggumu begitu lama" ucap sesosok harimau bertubuh manusia serta ia memiliki buntut merak yang amat besar.


Faisal terkejut hingga matanya melotot melihat mahkluk tersebut.


"Itu adalah barongan dari kisah reog Ponorogo" bisik Faisal.


"Kau memiliki hati yang baik dan niat yang tulus, aku memberikan kita suci reog Ponorogo pada mu" ucap Barongan sembari memberikan sebuah buku tebal kepada Faisal.


Faisal menerima buku tersebut namun seketika buku yang menyentuh tangannya menghilangkan.


"Kita akan bertemu lagi" ucap Barongan setelah itu ia menghilang.


[Selamat host telah mendapatkan kita suci reog Ponorogo yang mana merupakan kitab seni beladiri tingkat misterius.]


"Wah apa isinya?" gumam Faisal.


"Anda dapat mengalirkan mana kek arah tato buku di punggung anda tepatnya di tengah-tengah antara tato sayap di punggung anda" ucap Garuda dalam pikiran Faisal.


...****************...


Sementara itu di tempat kakek Sen.


Terlihat kakek Sen tengah melayang dengan kaki bersila, ja diam mengamati Faisal yang tak kunjung sadar.


"Apa ia mengalami kesulitan di alam bawah sadarnya?" gumam kakek Sen yang terlihat khawatir.


"Sudah setengah hari ia terjebak, apa aku harus masuk dan memantau" gumam kakek Sen.


Tiba-tiba Faisal membuka mata.


Kakek Sen terlihat sangat bahagia"apa yang kau dapatkan?" tanya kakek Sen.


Faisal tersenyum lalu berdiri"tidak buruk" jawab Faisal sembari melepaskan pakaiannya kemudian menunjuk dua tato di punggungnya.


Seketika kakek Sen tercengang saat melihat tato di punggung Faisal"apa itu tanda kontrak dengan Garuda yang agung?" tanya kakek Sen sembari mendekati Faisal.


"Iya, kami berduel dan aku memenangkan pertarungan kemudian ia memilih untuk menjadi bawahan ku dan membuat kontrak budak dan majikan" jawab Faisal.


"Apa..! kontrak tuan dan majikan?, Garuda adalah mahkluk mitologi dan sewajarnya mereka hanya mau melakukan kontrak yang lebih menguntungkan diri mereka bahkan sangat jarang kasusnya di mana mahkluk mitologi membuat kontrak setara dengan manusia" ucap kakek Sen.


"Entahlah anggap saja aku beruntung" ucap Faisal.


"Selain itu kau juga mendapatkan warisan kitab suci" ucap kakek Sen.


"Oh benar ada tato buku juga" ucap Faisal.


"Stup..!" kakek memukul kepala Faisal.


"Ini bukan sekedar tato buku, bahkan para master yang setara dengan ku akan rela menukar seluruh hartanya dengan tato ini. Asal kau tau kita suci merupakan benda paling berharga di seluruh penjuru bumi, langit, dan bahkan alam bawah" ucap kakek Sen.


"Kek mau berlebihan, santai saja" ucap Faisal sembari memasang pakaiannya kembali.


"Ingin rasanya ku pukul hingga kau pingsan, namun karena aku masih menyayangimu aku tak akan melakukan itu" ucap kakek Sen.


...****************...


Bersambung.