
Pagi-pagi sekali ayah membangunkan Faisal untuk pergi ke hutan bersama Adrianto dan juga kakek.
...****************...
Di perjalanan.
Terlihat Faisal berjalan mengikuti ayah dan yang lainya.
Hutan kala itu sedang becek karena di guyur hujan semalam, terlihat dedaunan masih basah.
"Udaranya sangat segar" ucap Faisal sembari berjalan.
"Kau benar, ini menjadi alasan kakek tetap tinggal di hutan di era globalisasi seperti ini" ucap kakek.
"Kek apa kau mengenal banyak orang-orang berpengaruh?" tanya Faisal.
"Sesekali presiden Amerika dan Rusia akan datang untuk minum kopi" jawab kakek.
Faisal terkejut"bajingan" gumamnya sembari memandang kakeknya yang terlihat sombong.
"Kita akan pergi ke mana?" tanya Faisal.
"Kita akan menemui pendiri keluarga kita atau lebih tepatnya leluhur kita" jawab kakek.
"Hah!, apa ia masih hidup?" ucap Faisal terkejut.
"Yup dia masih hidup dan masih sehat seakan ia dapat mengangkatnya satu gunung di atas kelingkingnya" jawab kakek.
"Bukan hal yang mustahil jika ia adalah seorang pengembang tubuh" gumam Faisal.
"Leluhur memiliki tutur kata yang lembut kau akan menyukainya, dan juga beliau sangat menyayangimu" ucap kakek.
"Bagaimana bisa, aku bahkan belum pernah bertemu dengannya, bagaimana kakek tau jika leluhur sangat menyayangiku?" tanya Faisal kebingungan.
"Sebenarnya leluhur yang memberikan nama Faisal kepada mu bukan kakek, leluhur saat ibu mu akan melahirkan bahkan ia menggendong mu" jawab kakek.
"Semenarik itukah diriku?" gumam Faisal.
"Kita akan segera tiba" ucap kakek.
"Faisal ingat kau harus menjaga sikap saat bertemu dengan leluhur" ucap Adrianto yang berjalan di depan kakek.
"Hahahaha.. Adrian dulu di pukul hingga koma karena meludah sembarangan"bawa ayah dari depan.
"Tak ada yang memberitahuku jika di larang meludah" ucap Adriyanto dengan kesal.
"Ikuti saja kata hatimu, leluhur tak menyukai kepalsuan ia lebih menghargai kejujuran" ucap ayah.
"Berapa umur leluhur?" tanya Faisal.
"Seperti 1200 tahun lebih" jawab kakek.
"Apakah itu mungkin?" gumam Faisal.
[tentu saja mungkin, ketika seorang manusia berada di level Emperor maka ia memiliki umur sekitar 1500 tahun bahkan lebih, setiap kenaikan level umur manusia akan bertambah.]
"Jadi begitu" gumam Faisal.
...****************...
Singkat cerita sampailah mereka ke sebuah gua yang memiliki mulut yang kecil seperti pintu.
"Kita telah sampai" ucap ayah menghentikan rombongan.
"Kita cari loncengnya" ucap ayah sembari memperhatikan sekeliling mencari sesuatu.
"Setiap saat lonceng akan berpindah tempat" ucap kakak melihat sekeliling.
"Lonceng?" ucap Faisal kebingungan.
"Semacam bell" jawab kakek.
"Masuklah Faisal" terdengar suara seorang pria tua.
Seketika semua terdiam.
"Masuklah Faisal" ucap ayah.
Faisal terlihat kebingungan.
"Yang lain tunggu di luar" ucap suara itu.
"Baiklah" jawab Faisal sembari memasuki mulut gua dengan percaya diri.
Saat Faisal masuk tiba-tiba mulut gua menghilang dan menjadi tanah yang di tumbuhi oleh pohon.
"Faisal" ucap Adrianto terlihat khawatir sembari ia berjalan maju.
"Tenang saja" ucap ayah memegang tangan Adrianto.
...****************...
Saat ia memasuki gua tiba-tiba isi di dalam gua berubah menjadi sebuah taman yang sangat indah dengan aroma bunga yang semerbak menusuk hidung.
Matahari bersinar terang langit begitu biru, Faisal berdiri di sekeliling tanam hijau yang lebat.
Ia berdiri diam memandangi sebuah gazebo kayu yang di bangun di atas air terjun di depannya, Faisal berjalan mengikuti jalan yang ada menuju gazebo tersebut.
"Tempat ini seperti surga" gumam Faisal sembari memperhatikan sekeliling.
Dari kejauhan ia melihat seseorang yang tengah duduk di gazebo, orang itu memiliki rambut yang sangat panjang hingga ke lantai berwarna putih.
"Apakah orang itu adalah leluhur" gumam Faisal sembari mempercepat langkahnya.
Seketika orang itu menatap Faisal.
"Bush..!" Faisal mundur sekaan seperti terdorong oleh angin yang sangat kuat membuatnya diam gemetar.
"Aku tak bisa menggerakkan seluruh tubuhku, bahkan aku tak dapat berkedip" gumam Faisal.
Terlihat orang yang duduk di gazebo mulai berdiri dan berjalan ke arah Faisal, ia adalah seorang kakek tua yang memiliki jenggot dan kumis yang sangat panjang hingga ke pinggangnya, rambut yang ia miliki sepanjang mata kaki.
Kakek itu tak berjalan melainkan melayang.
Saat tiba di hadapan Faisal ia mengelus rambut Faisal sembari tersenyum.
Faisal tiba-tiba menarik nafas panjang saat ia dapat bergerak.
"Ayo datang ke gazebo ku" ucap kakek tua itu sembari melayang menuju gazebo.
Faisal tak memikirkan apapun ia langsung berjalan mengikuti kakek tua itu.
...****************...
"Minumlah" ucap kakek tua sembari menyodorkan segelas teh kepada Faisal saat mereka telah duduk di dalam gazebo.
"Kau sepertinya terkejut melihat semua ini" ucap kakek tua sembari tersenyum.
"Maaf aku sebenarnya sedikit takut" jawab Faisal.
"Hehehe.. kau jangan takut cucuku, aku tak akan berani menyakitimu" jawab kakek tua tertawa kecil.
"Leluhur aku memiliki banyak pertanyaan" ucap Faisal dengan segan.
"Kau masih muda dan memiliki rasa penasaran yang tinggi, namun terkadang ada baiknya kau menahan rasa penasaran itu karena dapat membunuh mu" ucap kakek tua sembari tersenyum.
Faisal terdiam dan menunduk.
"Tapi tak ada salahnya bertanya, kau dapat memanggil ku kakek sen, nama ku Senartho Handoko bayangkoro dalam keluarga kita hanya diri mu yang menerima dua nama belakang ku yaitu Faisal Handoko bayangkoro" ucap kakek Sen.
"Terimakasih kek aku merasa sangat tersanjung karena mendapatkan berkah dua nama mu" ucap Faisal.
"Kakek Sen sebenarnya kau mengetahui apa pertanyaan ku" ucap Faisal.
Faisal terlihat mulai tenang dan santai.
"Aku hanya memiliki kekuatan yang lebih di antara yang lain namun tidak maha tau" ucap kakek sen.
"Baiklah kakek, apa alasan diri ku di panggil ke sini?" tanya Faisal.
"Bulan depan adalah hari ulang tahun mu, dan kau siap mendapatkan tato pertama mu" jawab kakek Sen.
"Bagaimana cara ku mendapatkannya?" tanya Faisal.
Kakek Sen tersenyum"tak sama seperti yang lain kau memang spesial" ucap kakek Sen.
"Apa yang anda maksud?" tanya Faisal kebingungan.
"Respon yang kau keluarkan itu berbeda jika di banding dengan saudara dan ayah bahkan keturunan yang lain" jawab kakek Sen.
"Bukankah ini adalah upacara khusu keturunan mu kek, mengapa ayah dapat kesempatan untuk mendapatkan tato?" tanya Faisal.
"Ayahmu adalah seorang yang sangat jenius dan berbakat, ya karena ia benar-benar cinta mati kepada ibu mu jadi kakek memutuskan untuk mengajarinya teknik keluarga kita" jawab kakek Sen.
"Baiklah aku paham" jawab Faisal sembari mengangguk.
"Bisakah kakek menjelaskan bagaimana caraku mendapatkan tato pertama?" tanya Faisal.
"Tentu saja" jawab kakek Sen sembari tersenyum.
"Kakek Sen tak seburuk seperti yang di katakan ayah dan mas Adrianto" gumam Faisal sembari meminum teh.
Tiba-tiba tubuh kakek Sen bercahaya, cahaya itu mengubah penampilan tuanya menjadi muda kembali, wajah nya menjadi mirip seperti Faisal.
...****************...
Bersambung..