Teleport System

Teleport System
Episode 29 mengunjungi


"Bawa aku menemui kepala suku kalian" ucap Faisal.


Tiba-tiba ekspresi wajah Hagen berubah yang awalnya ramah menjadi dingin.


"Yang mulia sepertinya anda mengatakan sesuatu yang salah" gumam Cedric.


"Apa aku salah jika ingin menemui kepala suku mu?, bukankah itu hal yang wajar lagi pula aku memiliki status pangeran di kerajaan ini yang mana harus mendapatkan rasa hormat dari suku mu" ucap Faisal.


"Kau memang pangeran namun kami tidak memperdulikan status mu, jika kau ingin menemui kepala suku kami maka kau harus mengalahkan kami untuk mendapatkan kualifikasi tersebut" ucap Hagen sembari mengeluarkan sebuah kapak berukuran kecil namun memiliki kepala yang cukup besar di banding kapak pada umumnya.


"Apa kau ingin bertarung?" tanya Faisal sembari tersenyum.


"Bukan diri ku yang mengajak anda bertarung, namun anda yang menantang kami" jawab Hagen sembari mengeluarkan kuda-kuda di ikuti temannya.


"Mereka berada di level master awal, namun kekuatan mereka masih berada di bawah ku dan juga Harold, Harold memiliki kekuatan di level master namun ia setara dengan level grand master puncak" gumam Faisal sembari mengeluarkan pedang.


"Yang mulia, Hagen tolong berhenti" ucap Cedric yang terlihat panik berusaha menenangkan Faisal dan Hagen serta temannya agar tidak bertempur.


"Cedric kau jangan khawatir lebih baik kau mundur agar tidak terluka" ucap Faisal sembari menarik pedangnya dari sarung pedang.


"Bruusuh...!" suara ledakan yang muncul dari tubuh Faisal yang merupakan ledakan aura pembunuh yang begitu pekat dan kuat hingga membentuk sebuah monster di belakang Faisal.


Serentak kaki Hagen dan yang lainya gemetar ketika merasakan aura pembunuh yang begitu kuat.


...****************...


Sementara itu di cam pengungsi.


Terlihat Harold dan Danieal tengah membagikan makanan kepada warga.


Tiba-tiba mereka menoleh ke arah istana dengan wajah terkejut dan panik.


"Terjadi pertempuran di istana" ucap Harold.


"Ayo cepat ke sana" ucap Danieal yang telah berlari menuju istana.


Di susul Harold yang melesat bagakan busur panah.


...****************...


"Dia kuat" ucap Hagen dengan tertekan.


"Tang..!" suara senjata mereka yang di jatuhkan.


"Kami akan membicarakan mengenai masalah ini kepada kepala suku kami, berikan kami waktu lima hari setelah itu anda dapat datang ke gunung belakang kota kami akan menunggu di sana" ucap Hagen kemudian ia pergi di ikuti temannya.


"Kau lihat, ini mudah" ucap Faisal menatap ke arah Cedric yang duduk dengan ketakutan.


"Urus apa yang ku katakan sebelumnya aku ingin beristirahat" ucap Faisal kemudian ia meminum bir langsung dari botolnya.


"Aku tak menghawatirkan anda terluka namun aku menghawatirkan keempat urusan tersebut" gumam Cedric sembari berusaha untuk berdiri.


"Brak..!" suara pintu yang di buka tiba-tiba.


"Bagaimana keadaannya" ucap Danieal.


"Semua baik-baik saja" jawab Cedric yang tengah menyapu pakaiannya.


Danieal menatap Cedric"Apa yang terjadi?" tanya Danieal sembari berjalan ke arah Cedric.


Terlihat Harold mengamati ruangan tersebut dengan seksama"tidak ada tanda pertarungan sepertinya yang mulia hanya menakut-nakuti saja" gumam Harold.


"Tenang saja, hanya ada pertikaian kecil" jawab Cedric.


"Tuan Harold tolong anda sebarkan kepada warga jikalau kita memerlukan tenaga mereka dan yang bekerja akan di berikan 10 koin perak perharinya" ucap Cedric.


"Benar ini rencana dadi beliau" jawab Cedric sembari berjalan mendekati Harold sembari membawa kertas.


"Ini surat mengenainya" ucap Cedric sembari memberikan surat tersebut.


"Baiklah aku akan memberitahu warga" jawab Harold sembari mengambil surat tersebut.


"Ayo Danieal kita kembali ke cam pengungsian" ucap Harold sembari berjalan.


"Tunggu aku" ucap Danieal sembari berjalan mengikuti Harold.


...****************...


Di jalan kota.


Terlihat Hagen dan yang lainya tengah berjalan.


"Kalain tahu mengapa aku menjatuhkan senjata?" tanya Hagen pada teman-temannya.


"Ia memiliki kekuatan di atas kita walaupun kita bersatu tak mungkin untuk mengalahkannya" jawab Jorvik.


"Kau benar, bahkan dirimu yang memiliki kekuatan di atas kami mengetahuinya" ucap Hagen.


"Bukankah tidak mungkin jika dia itu pemimpin kota salju, bukankah ia adalah orang idiot sebelumnya" ucap Asmund.


"Setiap orang dapat berubah kapanpun seperti es yang menjadi air, api yang menjadi abu, batu yang menjadi debu. Jadi bukanya tidak mungkin jikalau pangeran Alex tiba-tiba berubah" ucap Jorn.


"Kalian katakan kepada kepala suku masing-masing apa yang terjadi tanpa di ubah sedikitpun, jikalau memang benar dirinya adalah orang itu maka kita beruntung" ucap Hagen.


...****************...


Di kamar Faisal terlihat ia tengah duduk di atas ranjang.


"System tolong jelaskan mengenai fitur toko" ucap Faisal.


[Host dapat membeli barang-barang dengan poin kontribusi yang di dapatkan dari menyelesaikan misi, toko terbagi menjadi tiga tingkat yang mana akan terbuka jikalau level system di naikan. Untuk saat ini host hanya dapat membuka toko level 1 yang berisi barang-barang biasa seperti pedang, pakaian, beberapa teknik beladiri, dan beberapa perabotan serta perhiasan.]


"Apa aku dapat membeli peralatan bumi di toko?" tanya Faisal.


[Di beri hati minta jantung, host tidak tau diri system hanya menjual barang-barang abad pertengahan saja untuk saat ini, namun jikalau host meningkatkan level system maka akan bertambah bahkan dapat membuka toko universal di level 3.]


"Wah sangat bagus, bagaimana cara untuk meningkatkan level system?" tanya Faisal.


[Dengan menyelesaikan misi kemudian membayar dengan poin kontribusi, saat ini system berada di level 0 anda perlu 10.000 poin kontribusi untuk meningkatkan level system ke level 1.]


"Hah..! 10.000 apa kau merampok, sekarang berapa banyak poin kontribusi yang ku miliki?" tanya Faisal.


[0]


"Loh bukannya aku sudah menyelesaikan beberapa misi mengapa masih 0?" tanya Faisal.


[Poin kontribusi hanya dapat di berikan ketika host menyelesaikan misi utama saat ini host masih dalam masa percobaan, misi utama akan di buka ketika anda berhasil mengambil satu kota milik kerajan lain dan memperluas kekuasaan.]


"Sulit sekali mendapatkan poin kontribusi, untuk menguasai sebuah kota di perlukan ratusan ribu pasukan dan kerajaan terdekat hanya ada kerajaan Esia yang memiliki kekuatan di atas kerajaan Kroas, dan yang lebih lagi jikalau aku mengambil kekuasaan kerajaan lain maka secara tidak langsung wilayah tersebut akan menjadi milik kerajaan Kroas bukan milik ku" gumam Faisal sembari berjalan.


"Pilihan lainya aku menjadi raja kerajaan Kroas namun itu mustahil karena aku tak termasuk ke dalam anggota utama kerajaan, dan juga darah yang ku miliki tidak murni" gumam Faisal.


[Misi utama 1. Host di minta untuk mengakhiri hubungan dengan kerajaan Kroas dan membangun kerajaan yang di mulai dari kota salju. Hadiah level system naik satu level, level kekuatan naik ke grand master puncak, mendapatkan jurus tingkat menengah.


2.Mengambil wilayah kerajaan Esia. Hadiah mendapatkan peningkatan level system, naik ranah ke grand master menengah, jurus tingkat dasar.]


...****************...


Bersambung...