Teleport System

Teleport System
Episode 144 ingatan menghilang


Faisal berjalan menuju pintu aula namun sayang seakan tak terima dengan apa yang di ucapkan Faisal para lelaki di desa itu berdiri menghadap pintu dengan senjata tajam di tangan mereka.


Faisal kelihatan marah terlihat dari urat yang menonjol di lehernya.


"Aku memang melupakan siapa diriku tapi aku tidak melupakan cara membunuh" ucap Faisal sembari mengeluarkan niat membunuh yang begitu kuat dan mengerikan hingga membuat semua lelaki yang menghadang jalanya pingsan.


Sontak hal itu membuat semua orang mundur ketakutan dan gemetar, Faisal berjalan menuju pintu keluar tanpa mengatakan apa-apa dengan wajah yang kelihatan jengkel.


Sesaat ia sebelum keluar ia menoleh ke arah nona Luan kemudian memberikan senyuman.


"Aku telah memberikan semua harta yang kumiliki kepada nona Luan, bisa di bilang saat ini aku adalah seorang gelandangan yang tidak memiliki apa-apa" gumam Faisal sembari menatap langit yang cerah.


"Aku harus mencari jawaban akan siapa sebenarnya diriku ini, dan apa yang terjadi padaku hingga menjadi seperti ini aku juga harus berlatih kembali agar kekuatan ku pulih" gumam Faisal sembari berjalan menuju luar desa.


Faisal pergi dari desa meskipun ia tak memiliki tujuan ia tetap pergi, tanpa bekal, tanpa pengetahuan, ia berjalan sendirian di hutan yang gelap dan dingin.


Dengan pakaian yang compang-camping serta dekil ia berjalan, tanpa ia sadari dan ia rencanakan ternyata ia berjalan ke jalan kota Onion.


Selama 7 hari ia berjalan tanpa berhenti bahkan untuk makan sekalipun, sesekali ia berhenti ketika melihat ada air tapi tak lama ia akan berjalan lagi.


Selama perjalanan ia selalu memikirkan tentang sesuatu yang mana ia tak dapat mengingatnya saat ini ia hanya mengingat semua teknik beladiri dan kekuatan yang ia miliki namun tidak dengan sejarah bagaimana ia mendapatkannya.


Layaknya sebuah jurang yang dalam tanpa dasar tercipta di kepala Faisal yang membuat ia tak mampu untuk mengingat siapa dirinya serta yang lainya.


Tentu hal ini membuat Faisal frustasi hingga menangis tanpa alasan ia merasakan sebuah kerinduan yang teramat dalam kepada sesuatu yang bahkan ia tak ketahui.


...****************...


Kota Onion.


Kota tempat bagi para pedagang berkumpul, di sini juga berdiri sebuah paviliun pemburu yang merupakan salah satu cabang dari Organisasi pagoda surgawi, oleh sebab itu banyak para pemburu yang datang ke sini untuk mencari buronan atau melakukan misi pencarian beast atau obat herbal.


Terlihat di alun-alun kota Faisal tengah berjalan dengan sempoyongan karena ia kelelahan berjalan selama 7 hari tanpa makan dan istirahat bahkan ia tak tidur.


Tak kuat menahan tubuhnya Faisal perlahan jatuh.


"Bruk" Faisal di tangkap oleh seorang pria.



Nama:Mateus lenus


Umur:49 tahun


...****************...


Di sebuah penginapan.


Terlihat Faisal terbaring di ranjang di temani oleh Mateus.


Mateus duduk menatap Faisal dengan heran"siapa bocah ini aku merasakan sesuatu yang familiar saat di dekatnya" pikirnya sangat keras sembari mengingat-ingat.


"Ah sial otak tua ku menolak untuk mengingat pengemis ini" ucap Mateus dengan kesal sembari memukul kepalanya dengan pelan.


"Aku selalu melakukan ini uang sewa penginapan ini cukup mahal sial-sial" ucap Mateus dengan kesal.


Tiba-tiba Faisal duduk.


"Apa kau mempunyai makanan?" tanya Faisal.


Faisal kelihatan begitu lemah hingga menimbulkan rasa iba dari Mateus dan akhirnya ia membelikan makanan.


...****************...


Terlihat Faisal tengah makan dengan lahab di restoran penginapan tersebut.


Mateus menelan ludah saat melihat Faisal makan dengan lahap.


Faisal kelihatan tak peduli ia tetap makan dengan lahap.


"Sebenarnya aku kasihan dengan mu jadi silahkan makan sepuasnya setelah ini kita tak akan pernah bertemu lagi" ucap Mateus dengan pasrah.


"Anggap kau beruntung hari ini nak" ucap Mateus sembari berdiri.


"Tunggu" ucap Faisal sembari menahan Mateus untuk pergi.


"Kenapa?" tanya Mateus.


"Bantu aku mendapatkan pekerjaan" ucap Faisal.


"Apa yang bisa kau lakukan?" tanya Mateus sembari duduk.


"Aku bisa melakukan semuanya" jawab Faisal.


Mateus menatap Faisal dengan serius.


"Ceritakan tentang dirimu" ucap Mateus.


"Aku tak mengingat apapun tentang diriku, aku terbangun di sebuah desa setelah koma selama 3 tahun, aku tak mengingat apapun selain namaku yaitu Faisal" ucap Faisal.


Mateus kelihatan bersedih terlihat dari matanya yang berair"kau kelihatan seukuran dengan Nolan" ucapnya.


Tiba-tiba Mateus berdiri lalu memegang pundak Faisal dengan erat.


"Meskipun tampang mu seperti seorang pengemis aku akan tetap mempercayaimu, saat ini aku akan membantumu untuk mendaftar ke Guild Hunter" ucap Mateus.


(Paviliun pemburu di ganti jadi Guild Hunter.)


"Dan pertama-tama kau harus mandi dan mengganti pakaianmu" ucap Mateus sembari menutup hidung.


"Apakah kau tak menyadari semua orang menghindari mu semenjak datang ke sini" ucap Mateus.


Faisal melihat sekeliling di mana semua orang menutup hidung sembari menatap Faisal dengan tatapan jijik.


Faisal tersenyum lalu sedikit tertawa.


...****************...


Di jalan kota menuju kantor Guild Hunter.


Terlihat Faisal telah mandi dan mengenakan pakaian yang lebih layak meski tubuhnya belum kembali normal ketampanan yang ia miliki cukup membuat para wanita terkesan.


"Paman bisakah kau menceritakan tentang Guild Hunter?" tanya Faisal.


"Baiklah, Guild Hunter adalah sebuah cabang yang di bangun oleh organisasi pagoda surgawi untuk memberantas para kriminal yang menjadi buronan pada awalnya Guild Hunter di bangun untuk tujuan itu namun semakin lama fungsinya semakin banyak sekarang semua orang dapat mengajukan misi dengan imbalan" jelas Mateus sembari berjalan.


"Aku adalah seorang Hunter level silver aku cukup di hormati di kota ini" ucap Mateus dengan sombong.


"Jelaskan tentang level" ucap Faisal.


"Untuk para hunter mereka di kelompokkan sesuai kemampuan mereka, seperti Hunter yang baru mendaftar akan memiliki level stone di mana ia hanya bisa mengambil misi tingkat F untuk hunter level Iron mereka dapat mengambil misi di level E, F, bahkan D jikalau kemampuan mereka memadai. Dan untuk level Silver seperti ku aku dapat mengambil misi level B dan di bawahnya. Dan yang paling tinggi adalah level Gold mereka dapat mengambil misi tingkat A" ucap Mateus dengan cepat.


"Aku masih kurang paham aku akan mempelajarinya secara perlahan" gumam Faisal sembari berjalan.


"Apakah tes nya sulit?" tanya Faisal.


"Ada tes kekuatan, pengetahuan, dan juga tes Qi" jawab Mateus.


"Kau jangan berkecil hati jikalau mendapatkan level yang rendah, semua itu di mulai dari bawah sama sepertiku aku perlu 25 tahun untuk naik ke level silver" ucap Mateus.


...****************...


Bersambung...