
"Kau masih muda dan aku memahaminya, dulu aku juga sempat berpikir ingin hidup bebas dan tenang namun semenjak aku bertumbuh dewasa itu mustahil" ucap Sobran.
"Kita hanya bisa berangan namun angan itu bukan sebuah kepastian oleh karena itu kita tak boleh terlalu yakin akan angan tersebut jika tidak kita akan jatuh saat angan kita tak tercapai" ucap Jarot.
"Entah mengapa kalian sekarang terdengar seperti orang yang bijak di banding beberapa menit yang lalu" ucap Faisal sembari mengambil air minum.
"Setelah lulus apa yang ingin kau lakukan?" tanya Sobran.
"Aku ingin membangun bisnis dan hidup dengan sederhana dengan keluargaku jikalau ada rezeki aku akan kuliah namun jika tidak ada aku akan bekerja menjadi kuli seperti ayah dan kakak ku" jawab Faisal.
Terlihat Sobran dan Jarot terdiam dengan wajah kesal.
"Kau saja dapat membeli barang semahal ini seakan tidak ada beban, dan juga kau memberiku dua batang emas yang setara dengan 2 miliar lebih kau mengatakan jika ada rezeki?, apa kau bercanda" ucap Sobran.
"Benar kau dapat menyimpan satu batang emas untuk mu kuliah dan anggap saja kau tak memilikinya hingga waktu kuliah mu tiba" ucap Jarot.
"Sepertinya yang kalian katakan kita boleh berangan namun tidak boleh terlalu yakin dan berharap dengan angan-angan kita, kita memiliki rencana namun tuhan yang memegang kendalinya" ucap Faisal.
"Ahahaha... aku lupa dengan kata-kata ku sendiri" ucap si Sobran.
"Apa sudah tidak ada yang ingin kalian katakan padaku?" tanya Faisal.
"Tidak ada" jawab Jarot.
Faisal melihat ke arah jam tangan miliknya"ini sudah larut aku harus segera pulang" ucap Faisal.
"Kau ingin pergi secepat itu?, sebenarnya aku memiliki pekerjaan untuk mu dan aku akan membayar mahal" ucap Sobran.
"Pekerjaan apa?" tanya Faisal.
"Aku ingin kau mengawal barang yang akan ku kirim ke Afrika, aku ingin mengirim anak buah ku namun aku yakin mereka akan mati jika ku kirim" jawab Sobran.
"Apa yang mengancam kalian?" tanya Faisal.
"Mereka adalah para bajak laut Afrika mereka memiliki kekuatan yang besar, mereka memiliki senjata yang lengkap dan juga kapal yang cepat selain itu mereka juga memiliki jumlah yang banyak. Aku mengirim barang rahasia yang harus di rahasiakan pengirimannya" jawab Sobran.
"Bukankah terlalu berbahaya mengirim Faisal ke sana, dia memang kuat namun pengalamannya kurang" ucap Jarot.
"Dia akan di pimpin oleh orang yang berpengalaman, seharusnya tidak masalah dengan keselamatannya" ucap Sobran.
"Berikan aku waktu hingga aku menemui kakak ku, aku masih di awasi oleh bibi dan juga paman ku aku takut pergerakan ku di lacak aku tak ingin mengecewakan orang tua ku" jawab Faisal.
"Baiklah jika kau setuju aku akan mengatur keberangkatan mu sebagai peserta lomba yang akan berlomba di Afrika jadi keluarga mu tak akan curiga" ucap Sobran.
"Akan ku hubungi kau nanti setelah aku bertemu kakak ku" ucap Faisal kemudian ia menghilang bersamaan barang-barang yang berada di truk.
"Sial dia sangat cepat, walau bayangannya masih terlihat saat ia pergi namun kecepatannya sangat hebat" ucap Sobran.
"Dia masih terlalu muda untuk mengemban tugas yang kau maksud" ucap Jarot sembari berdiri.
"Dia kuat dan harus di berikan pengalaman yang melimpah agar tidak menjadi sia-sia" ucap Sobran.
"Kalian para pemerintah selalu menyia-nyiakan bakat rakyat hingga negara lain mengambilnya, kau hanya mengirim Faisal ke kematian karena kau iri dengan bakat yang ia miliki" ucap Jarot sembari berjalan pergi.
"Bukan itu tujuan ku, kau telah salah paham" ucap Sobran.
"Sial aku mengenal mu sejak pertama aku turun gunung, aku paham betul dengan sifat mu, Sobran si ular hijau" ucap Jarot sembari pergi meninggalkan kediaman Sobran.
Terlihat Sobran berdiri sembari menatap Jarot, ia tersenyum dan sedikit tertawa lalu ia mengusap wajahnya"aku tak akan membiarkan anak itu menginjak harga diri ku" gumam Sobran.
...****************...
Singkat cerita beberapa hari kemudian tepat di hari kedatangan Abang Faisal alias Adrianto.
Terlihat Faisal menunggu di kursi sembari membaca buku dengan headset terpasang di telinganya, ia sengaja bolos sekolah untuk menjemput abangnya.
"Seharusnya ia akan segera tiba" gumam Faisal sembari membaca buku.
"Kriis" suara kereta yang mendekat dengan cepat ke stasiun semakin lama semakin melambat.
Faisal melihat kereta itu"akhirnya ia tiba" gumam Faisal sembari berdiri dan melepas headset miliknya.
Terlihat seorang pria tersenyum dari dalam kereta ia menatap Faisal dengan bahagia, kemudian pria itu berjalan ke arah Faisal.
Faisal tersenyum sembari menatap peria tersebut sembari tersenyum"sial dia masih lebih tinggi dari ku" gumam Faisal.
"Ahahah, lama tak jumpa dik" ucap pria tersebut sembari menarik kepala Faisal kemudian memeluknya.
Tiba-tiba Faisal mendorong pria tersebut"aku bukan anak kecil berhenti perlakukan aku seperti anak-anak" ucap Faisal dengan kesal.
"Ayolah aku hanya berusaha bersikap ramah kepada mu" ucap pria tersebut yang tak lain adalah Adrianto.
"Aneh rasanya di peluk di depan umum oleh pria bertato dan tinggi seperti mu" ucap Faisal.
"Aku ini abang mu, cepat bawa tas ku" ucap Adrianto sembari melempar tas kepada Faisal.
Sontak Faisal menangkap tas tersebut dengan sigap.
Adrianto tersenyum"kena kau" gumamnya.
"Baiklah ayo kita ke rumah tante Nita, sepertinya dia sudah menunggu" ucap Faisal sembari berjalan.
Adrianto tengah melepas jaket yang ia kenakan kemudian ia berjalan mengikuti Faisal. Terlihat mereka menjadi pusat perhatian karena tinggi badan mereka yang tidak normal serta wajah tampan mereka yang menawan.
"Ku dengar kau sering keluar malam?" tanya Adrianto sembari menyusul Faisal.
"Aku tidak keluar malam namun aku pergi bekerja sepulang sekolah jadi aku telat pulang ke rumah tante Nita" jawab Faisal.
Tiba-tiba Adrianto merangkul Faisal"kau jangan memaksakan diri, fokuslah dengan sekolah mu masalah biaya biar aku yang urus" ucap Adrianto.
Faisal menatap Adrianto"kau saja selalu menipuku saat bermain PS, dasar pelit" ucap Faisal sembari meronta.
"Ahahahah.... itu dulu, aku sudah berubah" ucap Adrianto.
"Terserahlah" ucap Faisal yang terlihat kesal.
...****************...
Saat di rumah tante Nita mereka langsung makan bersama.
"Bagaimana pekerjaan mu drian?" tanya tante Nita.
"Tentu saja lancar" jawab Adrianto sembari mengambil nasi.
"Mengapa kau selalu menolak tante saat tante memberikan pekerjaan sebagai satpam di kantor, gaji di sana tinggi dan juga pekerjanya tidak sulit dan juga tidak melelahkan" ucap tante Nita.
"Aku tak suka di perintah dan melayani atasan, menjadi kuli memang melemahkan namun ini adalah seni yang di turunkan oleh ayah kepada ku" jawab Adrianto.
"Itu salah mu karena malas saat sekolah hingga kau tak di terima masuk ke universitas karena kelakuan buruk mu" ucap tante Nita kesal.
...****************...
Bersambung...