Teleport System

Teleport System
Episode 149 kerjaan Aloka 2


"Apakah kalian lupa para manusia bajingan itu mengkhianati ras kita dengan menjadikan kita tumbal dan tameng di barisan depan!" teriak raja Darsa sembari menggebrak meja.


Kedua adiknya menunduk kecuali Barsha yang masih menegakkan kepalanya, raja Darsa menatap Barsha dengan tajam menanggapi dengan santai Barsha sedikit tersenyum.


"Apa kau melupakan apa yang terjadi dulu?" tanya raja Darsa dengan amarah yang meluap-luap selama ingin membunuh Barsha.


"Dendam tak pernah ku lepas dendam itu mengalir di dalam darahku, aku membenci para manusia kau dapat melihat dari harga buronan ku" ucap Barsha sembari berdiri.


"Namun bodohnya dirimu mencintai manusia yang memiliki darah penghianat" ucap Barsha sembari menatap tajam ke arah raja Darsa.


Aura mereka meluap hingga ke luar istana membuat banyak orang ketakutan hingga pingsan karena rasa sesak di dana mereka saya aura dari raja Darsa dan pangeran Barsha beradu.


Tak terkecuali Faisal yang tengah bersemedi ia juga ikut merasakan aura tersebut hingga membuatnya kehilangan konsentrasi.


"Berhentilah bertengkar seperti seorang anak kecil, kalian telah hidup puluhan ribu tahun..!" teriak pangeran Raksha sembari mengeluarkan aura yang begitu mengerikan.


Pangeran Karsha hanya menonton sembari makan makanan di hadapannya tanpa menghawatirkan apapun.


"Raksha kaka duluan yang memulai, ia mencintai seorang putri dari bangsa penghianat yang lebih parahnya lagi ia adalah putri dari klan Suarta!" teriak Barsha.


"Apa kau rela menghancurkan dunia kita hanya untuk wanita ****** itu..!" teriak Barsha sembari membalik meja.


"Brak..!"


Raja Darsa menendang meja tersebut hingga terpental ke dinding ruangan dan akhirnya hancur.


Dalam sekejap raja Darsa telah mencekik Barsha bersamaan dengan itu kedua saudaranya telah menahan tangan raja Darsa berusaha melepaskannya.


Tak dapat di pungkiri kekuatan raja Darsa berada di atas mereka semua hingga membuat mereka bertiga kewalahan.


"Kak lepaskan tanganmu jika tidak Barsha akan mati..!" teriak Raksha sembari menarik tangan raja Darsa.


"Kak kau mengetahuinya kita adalah saudara apa yang kau lakukan sudah kelewatan musuh kita adalah manusia bukan saudara kita sendiri" ucap Karsha sembari menahan tangan kanan raja Darsa.


"Kalian mengira Laksmi hanyalah seorang manusia namun yang sebenarnya ia adalah dunia, ia adalah dunia bagiku jangan pernah kau hina dia dengan mulut motormu itu brengsek..!" ucap raja Darsa sembari melempar Barsha hingga jatuh bersama dengan yang lainya.


"Aku selalu mengingat kata-kata dari raja Rakhsadaksa jikalau cinta adalah ibadah dan cinta adalah kewajiban, selama ini aku selalu mengikuti nafsu dan hanya kehampaan yang ku terima namun saat aku mengejar cintanya Laksmi rasa bahagia selalu tercipta" ucap raja Darsa sembari membersihkan pakaiannya.


"Hei pria tua cintamu akan berujung dengan kehancuran hingga kau melihat mayat kami di sekelilingmu hanya dirimu yang berdiri kau ingat saja" ucap pangeran Barsha sembari berdiri.


"Aku akan kembali saat kau mengingatku" ucap Barsha sebelum pergi.


...****************...


Keesokan paginya.


Keributan tadi malam menjadi perbincangan untuk orang-orang kalangan bawah yang mana mereka masih aktif mencari nafkah di jam tersebut.


Di hari ini juga sayembara akan di laksanakan para peserta telah menunggu di Colosseum tak terkecuali Faisal yang telah bersiap dari malam hari.


Para penduduk sangat antusias dengan sayembara ini mereka datang berbondong-bondong untuk menonton tak hanya warga lokal banyak juga turis dari berbagai kerajaan termasuk Earth.


Rombongan drama belum kembali mereka memiliki untuk menonton.


...****************...


Di Colosseum.


"Apa kau tak takut lagi denganku?" tanya raja Darsa kepada Laksmi.


"Aku menghargai usahamu meski akan gagal, aku akan menemanimu selama tunanganku belum datang untuk me jemput" jawab Laksmi ia menutupi wajahnya dengan cadar hingga orang-orang tak mengetahui jikalau dirinya adalah Laksmi.


"Bagaimana jika tunangan mu tak datang untuk menjemput?" tanah raja Darsa.


"Itu mustahil, jangan buat aku membencimu lagi" jawab Laksmi.


Pangeran Raksha selaku jenderal kerajaan Aloka berdiri dan melompat ke dalam arena Colosseum.


"Selamat datang hadirin aku menyambut kalian dengan rasa hormat sebagai jenderal kerajaan Aloka dan selaku tuan rumah dari sayembara, yang mulia raja Darsa yang terhormat terimakasih atas kemurahannya hingga anda rela datang ke tempat ini untuk menonton sayembara yang saya buat" ucap pangeran Raksha.


Berapa saat kemudian setelah pangeran Raksha mengatakan hal yang membosankan.


Terlihat puluhan orang dengan tubuh kekar dan besar berjalan perlahan ke tengah arena membawa sebuah panggung yang di atasnya telah di tutup oleh kain merah.


Semua orang merasa takjub saat melihat panggung tersebut.


"Sepertinya yang kalian pikirkan panggung itu berisi senjata dewa yang dulu sering di kenal sebagai sang ketepatan di mana ia tak pernah meleset saat membidik seseorang" ucap pangeran Raksha.


"Baiklah kalian dapat melihat busur dewa Agra" ucap pangeran Raksha sembari menarik kain yang menutupi panggung tersebut.


Terlihat busur kayu yang di lilit oleh akar pohon dan menjadi benang panah tersebut.


Semua orang kelihatan kagum mereka melongo seakan tak percaya busur tersebut adalah senjata yang di gunakan oleh seorang dewa.


"Busur ini di buat dengan menggunakan kayu besi hitam yang mana semua senjata tak dapat memotongnya bahkan senjata dewa itu sendiri, busur ini terbentuk secara alami oleh karena itu satu tarikan busur ini dapat menciptakan hembusan angin yang sangat kuat hingga menciptakan angin topan" ucap pangeran Raksha.


"Bahkan diriku tak mampu untuk menarik busur ini, tak hanya itu untuk mengangkatnya perlu 25 orang di level raja" ucap pangeran Raksha.


"Pemenang akan mendapatkan busur ini dan juga akan mendapatkan putriku" ucap pangeran Raksha sembari menunjuk putrinya yang duduk di kursi bawah raja Darsa.


Semua orang menatap putri Saras, seakan tak menyukainya Saras membuang muka.


"Baiklah mari kita mulai sayembaranya" ucap pangeran Raksha bersamaan dengan itu gendang di tabuh serta trompet di bunyikan.


"Saras jika kau mendapatkan suami yang buruk rupa kau dapat membunuhnya saat malam pertama, aku akan memberikan senjata untuk itu" bisik raja Darsa.


Saras berbalik"apa kau tak bercanda?" tanya Saras.


"Tentu saja aku hanya bercanda, Saras kita tak dapat memilih seseorang yang kita cinta menjadi jodoh" ucap raja Darsa.


"Lalu?"


"Tapi kau jangan khawatir jodohmu pasti akan kau cintai" ucap raja Darsa.


"Lalu mengapa kau menculik ku yang merupakan jodoh pangeran Ejaan?" tanya Laksmi dengan berbisik.


"Kau tercipta untukku Ejaan hanyalah rintangan yang harus ku lalui untuk memenangkan mu, meskipun seluruh dunia adalah rintangannya maka aku akan menghancurkannya" jawab raja Darsa dengan sombong.


...****************...


Bersambung.


Buat yang minta ingatan Faisal cepet di balikin kalian harus bersabar, di masa ini Faisal bakal mematangkan sifatnya di mana dia akan menghilangkan semua sifat kekanak-kanakannya dan juga kenaifannya bukan hanya itu Faisal juga akan menjadi lebih kuat.