Teleport System

Teleport System
Episode 50 penyembuhan


Terlihat Harold berjalan menghampiri Faisal.


"Salsa tolong menyingkir terlebih dahulu" ucap Harold.


Salsa menatap Faisal kemudian ia tiba-tiba berdiri dan menyingkirkan tanpa sepatah katapun.


Faisal pun memeriksa Bella.


"Jangan beritahu Bella mengenai diri ku, anggap aku sebagai Alex yang idiot" ucap Faisal sembari memeriksa Bella.


Salsa menunduk ia tak berbicara"aku tak tau apa alasannya mengapa diri ku sangat takut kepada Alex, masih banyak orang yang lebih kuat darinya di sekte namun aku tak merasakan perasaan takut kepada mereka. Tapi ketika Faisal melakukan itu aku menjadi gemetar saat berada di dekatnya" gumam Salsa sembari mengingat saat ia terlempar.


"Ku anggap itu iya" ucap Faisal sembari mengganti infus Bella.


...****************...


Saat siang hari.


Terlihat Faisal tengah berada di dapur memasak sesuatu di bantu oleh Cedric.


"Aku akan melakukan tes utama besok lusa" ucap Faisal sembari memasukan beberapa sayuran ke dalam panci mendidih.


"Saya tidak melarang namun alangkah baiknya anda memberikan kami tugas dan juga persiapan untuk kota ini terlebih dahulu, lebih baik anda menunggu putri Bella sembuh atau ia lebih baik" jawab Cedric.


"Kau benar, waktu penyelesaian ujian belum jelas, aku akan menunggu Bella sembuh terlebih dahulu kemudian aku akan melakukan tes" ucap Faisal.


"Tuan sebenarnya apa yang terjadi kepada putri Bella, bukankah ia hanya terjatuh dari kuda dan juga anda menahan tubuhnya hingga luka yang di derita di minimalisir" tanya Cedric sembari memotong daging ayam.


"Ia memiliki penyakit jantung bawaan, aku juga terkejut setelah mengetahuinya" jawab Faisal yang tengah mengaduk sup.


"Penyakit jantung?, ini adalah penyakit yang serius karena tidak dapat di sembuhkan oleh obat hanya bisa di sembuhkan oleh pendeta di tingkat suci. Kekaisaran kita hanya memiliki satu dan pendeta itu sangat misterius ia hanya mau melayani pihak kekaisaran saja" ucap Cedric.


"Aku tak memerlukan pendeta, aku dapat menyembuhkannya tanpa sihir" ucap Faisal sembari memasukan ayam yang telah di potong ke dalam sup.


"Aku percaya dengan yang anda katakan dan aku yakin" ucap Cedric.


"Cedric memiliki loyalitas mutlak terhadap ku bahkan sebelum aku masuk ke dalam tubuh ini" gumam Faisal sembari memperhatikan Cedric yang tengah menumbuk rempah.


"Cedric aku belum pernah bertanya mengenai asal-usul mu" ucap Faisal.


"Hohoho.. apa pentingnya dengan masalalu yang aku miliki hingga anda merasa tertarik yang mulia" tanya Cedric.


"Kau adalah orang paling ku percaya dan juga orang yang paling dekat dengan ku di kota ini, kau sudah seperti ayah ku sendiri aku ingin mengetahui masalalu dari mu" jawab Faisal sembari merangkul Cedric.


Seketika air mata menetes ketika mendengar kata-kata Faisal"bahkan anak ku sendiri tak pernah mengatakan hal baik kepada ku" ucap Cedric sembari mengusap air matanya.


"Anak?, kau sudah memiliki anak?" tanya Faisal.


Faisal menyimak sembari menyiapkan mangkuk.


"Suatu hari ada seorang pria yang ingin menyewa bangunan yang berada di rumah saya untuk membuka toko, karena bangunan itu tidak terpakai jadi saya menyewakannya. Semua berjalan lancar selama beberapa bulan hingga suatu hari istri saya mulai mengundang pria tersebut untuk makan. Seiring berjalannya waktu ia sudah seperti keluarga kami sendiri saya tak merasa curiga karena ia orang yang baik" ucap Cedric sembari memasukan sup ke dalam mangkuk.


"Hal tersebut bukanlah sesuatu yang awam di negara ku" gumam Faisal.


"Karena saya di naikan menjadi kepala sekolah pekerjaan saya semakin banyak hingga jarang pulang, dan saya memergoki istri saya dan pria toko itu sedang bercumbu di ruang makan" ucap Cedric yang terlihat emosional air matanya mengalir serta ia menggenggam sendok sangat keras.


Faisal menatap Cedric dengan kasihan matanya berair, tiba-tiba Faisal memeluk Cedric"jangan kau teruskan jika merasa tidak nyaman" ucap Faisal sembari mengelus pundak Cedric.


"Tidak apa yang mulia saya akan melanjutkannya" jawab Cedric.


"Saat itu saya terkejut hingga tak dapat bergerak saya mematung dengan air mata yang terus mengalir layaknya air terjun, mata saya merah karena kurang tidur tubuh saya kurus karena jarang beristirahat dan mendapatkan makanan yang bergizi, saya melakukan itu semua demi anak dan istri saya. Hati saya benar-benar hancur" ucap Cedric kemudian ia berjalan membawa nampan yang berisi sup dan beberapa makanan lainya.


Faisal berjalan mengikutinya Cedric dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu.


"Saya pergi tanpa mengatakan sepatah kata, saat itu malam terasa panjang saya menangis sepanjang malam hingga mata saya menjadi merah seakan ingin mengeluarkan darah" ucap Cedric.


"Sial, jika saja aku di beri kesempatan untuk bertemu dengan istrinya maka akan ku potong-potong tubuhnya hingga menjadi debu" gumam Faisal yang terlihat kesal.


"Saat di pagi hari pintu kantor ku di dobrak dan aku di hajar oleh prajurit dan di seret untuk ke penjara, aku tak tau apa kesalahan yang ku miliki hingga di hajar dan di penjara. Dan ternyata istri ku melaporkan diri ku telah melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya dan mengatakan pria toko itu yang menyelamatkannya. Seluruh harta ku di ambil alih dan aku di beri hukuman penjara selama 18 tahun hingga aku di kirim di kota ini karena di asingkan" ucap Cedric.


...****************...


Singkat cerita beberapa hari kemudian.


Empat suku telah melakukan pembangunan blok mereka di bagian barat kota.


Bella telah sadarkan diri namun ia tidak bisa berjalan karena syok yang di derita ia seakan lumpuh bahkan berbicara tak bisa.


Terlihat Faisal tengah duduk di bawah pohon bersama Bella yang berbaring berbantlal paha Faisal.


Bella terus menatap wajah Faisal.


"Bella kau dapat menggerakkan kepala mu mengapa kau terus menatap wajah ku?" tanya Faisal yang terlihat malu .


Bella hanya diam."Kau merawat ku dengan kasih sayang yang tulus mengapa kau terlahir dengan kepolosan seorang anak-anak. Tuhan sungguh tidak adil" gumam Bella.


Faisal tersenyum dan mengelus jidat Bella"suatu saat nanti aku akan membuatkan istana yang sangat besar berisi ribuan burung dara dan juga burung merak" ucap Faisal.


"Burung merak?, apa dia masih mengingat mimpi yang ku ceritakan saat masih kecil. Aku ingin sekali melihat burung merak secara langsung namun aku tak dapat mewujudkannya dan aku hanya bisa melihat lukisannya saja" gumam Bella.


...****************...


Bersambung.