Teleport System

Teleport System
Episode 110 perkumpulan para tokoh penting


Faisal pun berjalan pergi menuju tempat duduknya.


...****************...


Di stadion.


Terlihat banyak sekali orang-orang penting seperti kaisar Alfonso yang duduk di barisan empat kaisar yang memiliki kedudukan paling tinggi.


"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya salah satu kaisar yang memiliki rambut putih dengan warna kulit hitam kepada kaisar Alfonso



Nama:Abuaka Juka


Umur:89 tahun


level: Elder awal


spirit:tanah


"Aku tidak tau" jawab kaisar Alfonso dengan tegas dan ekspresi datar.


Abuaka Juka merupakan kaisar dari kekaisaran EITRA yang merupakan tuan rumah di selenggarakan nya turnamen ini.


"Menurutku puteraku yang akan menang" jawab salah seorang kaisar yang berada di samping kaisar Abuaka.



Nama:Olaf Lift


Umur:29 tahun


level: Grand master puncak


Kaisar Olaf merupakan kaisar yang baru di angkat akibat ayahnya yang merupakan kaisar sebelumnya meninggal dunia akibat racun dan penyair yang ia derita.


Kaisar Olaf telah memimpin kekaisaran Downtown selama 5 tahun dan selama itu ia telah mengangkat perekonomian kekaisaran sangat cepat ia di sebut sebagai berkah oleh rakyat kekuasaan Downtown.


"Olaf kau cukup percaya diri, anakku akan melibas anakmu dengan mudah" ucap Abuaka meremehkan Olaf.


Olaf merupakan kaisar termuda ia sering kali di rendahkan karena di anggap kurang berpengalaman.


"Kita lihat saja nanti kaisar Abuaka, putraku masih berumur 17 tahun tetapi ia telah berada di level master awal itu adalah pencapaian yang sangat membanggakan karena dirimu yang telah hidup hampir satu abad masih berada di level Grand master" ucap kaisar Olaf mengejek kaisar Abuaka.


"Sial" ucap kaisar Abuaka dengan kesal.


"Apa ada pergerakan dari benua utama?" tanya salah satu kaisar yang duduk di ujung dekat kaisar Alfonso.



Nama:Thor Bjarte


umur:68 tahun


level: Elder puncak


"Untuk saat ini para pasukan yang berada di perbatasan memberi laporan jikalau belum ada pergerakan sedikitpun" jawab kaisar Alfonso.


"Aku takut jikalau seorang master di level lord ikut campur dalam perang ini" ucap kaisar Thor.


"Aku juga mengkhawatirkan akan hal tersebut segel tiba-tiba hancur seperti Bolunggu telah mati" ucap kaisar Alfonso.


"Naga penjaga benua ini telah mati, kita harus lebih berhati-hati lagi musuh akan menyerang kapan saja" ucap kaisar Thor.


"Saat ini kita berada di situasi yang mencekam tetapi sekte api surgawi masih menyelenggarakan turnamen ini, aku jadi kesal" ucap Kaisar Alfonso.


Kaisar Thor terdiam dan merenung.


"Raja para viking telah di tunjuk namun ia tak kunjung melakukan tes terakhir aku benar-benar menunggu kehadirannya aku tak sabar untuk berperang bersama dengannya" gumam Thor sembari memperhatikan para peserta kemudian ia fokus kepada Faisal.


"Anak itu terlihat aneh" gumam Kaisar Thor.


Seketika Faisal menatap balik kaisar Thor hingga membuatnya terkejut.


"Ia memiliki indra yang sensitif" gumam kaisar Thor sembari tersenyum ke arah Faisal.


Faisal tak mempedulikannya ia memalingkan wajah.


"Dia memiliki darah viking yang kental sama seperti Ralph dan yang lainya" gumam Faisal.


"Aku tak menyangka jikalau kota salju telah di akui menjadi sebuah kerajaan karena Harold dan yang lainya berhasil membunuh raja kerajaan Esia dan mengambil alih kerajaan" gumam Faisal sembari menatap podium tempat Harold dan Cedric duduk.


"Kekuatan yang di miliki paman meningkat pesat hanya dalam waktu beberapa bulan saja" gumam Faisal sembari menatap tajam Bravogar.


"Yang mulia saya tau anda ada di sini" ucap Harold menggunakan telepati sembari menatap Faisal.


"Ku pikir kau telah lupa denganku karena telah berhasil merebut kekuasaan raja Esia" jawab Faisal menggunakan telepati.


"Sebenarnya aku hanya beruntung karena raja Esia berada di kota yang ingin kamu serang, tanpa berpikir panjang kami langsung membunuhnya di tempat" ucap Harold.


"Kapan anda akan kembali?, dan apa yang terjadi kepada rambut anda" tanya Harold.


"Entahlah aku akan kembali saat tiba waktu yang tepat, kau persiapkanlah pasukan untuk melindungi wilayahku, benua utama akan menyerang kemungkinan besar kita akan mengalami banyak kerugian akibat perang ini" jawab Faisal.


"Aku juga mendengar rumor itu tetapi aku tak yakin, kaisar Alfonso akan segera melakukan rapat kepada seluruh raja di seluruh kekaisaran Trassen apa anda akan menghadirkan rapat tersebut?" tanya Harold.


"Aku akan tiba di sana" jawab Faisal.


Para penonton tengah sibuk berbicara seisi stadion jadi ricuh.


"Aku ketua sekte api surgawi" ucap seorang pria di tengah lapangan.


Seketika semua hadirin terdiam dan memperhatikan pria itu



Nama:Abuja Juka


umur: 49 tahun


level: Elder puncak


Abuja Juka merupakan putra tertua dari kaisar Abuaka ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan sekte api surgawi, ia memiliki bakat langit karena memiliki kekuatan yang tinggi di usia yang bisa di bilang muda.


Ia tak memiliki anak atau istri hidupnya hanya untuk berlatih.


"Aku sungguh berterimakasih atas kehadiran yang mulia kaisar yang begitu mulia dan tinggi, serta aku juga berterimakasih atas kehadiran para raja dan para bangsawan" ucap Abuja dengan hormat serta suara yang lantang.


"Dia memiliki bakat yang bagus namun sayangnya ia di latih dengan buruk" gumam Faisal.


"Aku mengetahui jikalau benua kita akan di landa sebuah bencana besar tetapi bencana ini tak boleh menghalangi acara besar ini agar para generasi penerus dapat merasakan dan mendapat sebuah berkah" ucap Abuja.


"Untuk para peserta, ku harap kalian bertanding dengan sportif tanpa ada kecurangan jikalau ada pihak yang membantu peserta secara diam-diam maka akan ku bunuh dirinya" ucap Abuja sembari ia mengeluarkan aura seorang Elder puncak membuat seisi stadion gemetar kecuali para kaisar dan beberapa jenderal.


"Anakmu sombong" ucap Alfonso mengejek Abuaka.


"Dia kuat dan memang seharusnya ia sombong" jawab Abuaka dengan bangga.


"Aku benci dengan orang yang sombong" ucap kaisar Alfonso sembari memegang gagang pedangnya.


"Tolong jangan lakukan sesuatu yang gegabah" ucap Kaisar Abuaka menahan tangan Alfonso dengan panik.


"Lebih baik kau nasehati putramu" ucap kaisar Alfonso.


"Dia masih sangat keras sedari kecil, jika saja aku memiliki kesempatan untuk membunuhmu maka akan ku lakukan meskipun nyawaku sebagai taruhannya" gumam kaisar Abuaka.


"Menarik" gumam Faisal sembari memperhatikan kaisar Alfonso dan kaisar Abuaka.


"Setiap peserta silahkan masuki lapangan" ucap Abuaka.


Seketika ratusan peserta terbang memasuki lapangan tak terkecuali Faisal.


"Kalian telah mengetahui peraturannya dan bagaimana cara turnamen ini berjalan" ucap Abuaka sembari membagikan sebuah token berwarna biru.


"Kami akan di kirim ke ruang rahasia dan kami harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dari membunuh monster atau peserta lain, untuk melindungi nyawa peserta sekte memberikan jimat pelindung" gumam Faisal sembari memegang token yang di bagikan.


"Aku jadi takut" gumam Faisal.


...****************...


Bersambung.