
Seketika langit menjadi mendung dengan awan yang di penuhi oleh petir berwarna emas, kemudian Faisal mengeluarkan pedang yang belum pernah ia pakai selama ini yaitu pedang one justice.
Bersamaan dengan keluarnya pedang sakti itu bumi seakan murka, tanah bergetar hingga membuat gelombang tinggi sekitar 8 meter hampir menyapu kapal-kapal yang berada di sekitar.
Pedang itu bersinar membuat para iblis ketakutan.
Terlihat ribuan pasukan monster datang dengan terbang di belakang empat orang sebelumnya.
Empat orang itu kelihatan khawatir mereka ragu ingin maju atau mundur tekanan dari pedang one justice sangatlah kuat terutama untuk para iblis seperti mereka.
Faisal menarik nafas panjang lalu bersiap untuk menebas, perlahan aliran petir menyelimuti bilah pedang tersebut.
Dengan cepat Faisal menebaskan pedangnya ke arah empat orang dan pasukannya.
Tebasan itu menghasilkan serangan sepanjang 200 meter menyapu seluruh pasukan monster musuh hingga tak tersisa.
Seketika Faisal di sambar petir berwarna ungu membuatnya melayang dengan mata yang memutih.
[Selamat host telah meningkat ke level king atas.]
"Semuanya serang orang itu dengan semua kekuatan..!" teriak salah satu dari empat pria dengan keras.
Seketika semua roket dan peluru serta serangan magic dari iblis yang tersisa menyerang Faisal.
Serangan itu sangat kuat hingga membuat air laut mendidih dan jika terkena permukaan tanah maka akan membuat bumi meledak.
"Faisal..!" teriak ayah khawatir sembari berusaha melepaskan diri dari belasan monster yang menahannya.
Tiba-tiba kakek Pur dan Adrianto terbang untuk menghadang serangan yang sangat mematikan itu.
Para pejuang Indonesia berlarian menjauh karena mereka yakin dampak serangan itu akan mengenai mereka dengan panik mereka berlari dan terbang.
"Tuan ayo cepat lari" ucap laksamana sembari memegang tangan presiden yang tengah berdiri menatap Faisal dengan pakaian yang telah robek serta tubuh di penuh oleh darah.
"Aku akan mati bersama para pejuang, aku bukan pengecut" ucap presiden Indonesia.
Waktu menjadi lambat.
Faisal sadar namun ia tak dapat melakukan apa-apa karena malapetaka datang untuknya.
"Ayah, kakek, kakak aku minta maaf sepertinya aku terlalu sombong hingga aku mati dengan cara seperti ini" gumam Faisal.
"Aku melakukan semuanya untuk melindungi kalian tetapi saat waktu itu tiba, aku mati"
Seketika muncul sebuah portal break tepat di depan serangan tersebut.
"Sial..!" teriak salah satu pemimpin musuh penuh amarah.
Melihat hal itu kakek menarik Adrianto mundur dan menjauh.
Seketika keluar seekor manusia singa sampai seperti Lioan tubuh berwarna putih.
"Apa yang terjadi di sini?" gumam singa itu sembari memperhatikan sekeliling.
Faisal jatuh sesaat melepaskannya berhenti, dengan sigap kakek menangkap Faisal lalu membawanya ke daratan.
"Hei kau" ucap singa itu dengan suara yang mampu memecah dunia sembari ia menunjuk ke arah salah satu dari empat pemimpin musuh.
Tak dapat melawan seketika tubuh pria itu tertarik ke hadapan sang singa.
Dua tato Faisal menyala seakan ingin keluar dari tubuh Faisal yang terbaring lemah penuh luka.
"Di mana ini?" tanya sang singa.
"Ini bumi"
"Crak..!" tubuhnya seketika hancur membuat ketiga pria lainya ketakutan dan berlari.
"Kalian iblis ingin kemana?" ucap pria itu sembari menatap tajam ke arah pasukan iblis.
Seketika seluruh tubuh mereka hancur menjadi abu.
"Manusia-manusia itu memiliki banyak sekali aura iblis aku akan membunuhnya" ucap sang singa menatap pasukan tentara musuh.
Seketika mereka semua mati.
Tak berkata apa-apa singa itu berbalik menatap Faisal yang perlahan membuka mata.
Ayah kakek dan juga Adrianto kekhawatiran mereka berkumpul di sekitar Faisal berusaha mempertahankannya.
"Jangan sentuh anakku" ucap ayah penuh amarah.
Singa itu kebingungan akibat kehendak dewa miliknya tak berpengaruh kepada Faisal, sekaan sebuah pelindung menutupi Faisal.
"Dewa sekuat apa yang dapat membuat penghalang dari kehendak dewa lain" gumam singa sembari perlahan turun kepada Faisal.
Ayah dan Adrianto semakin waspada.
"Aku tak akan menyakitinya aku hanya penasaran mengapa ada aura kedua putraku yang dulu menghilang" ucap singa itu sembari mendarat.
Seketika kakek sen muncul di samping singa"dewa singa lama tak jumpa" ucap kakek sen dengan ramah.
"Senartho, ini adalah dunia mu?" jawab singa sekaligus bertanya.
"Aku hanya menjaga tidak memiliki" jawab kakek sen.
Semua orang terkejut.
...****************...
Di rumah keluarga Handoko.
di ruang tamu.
"Jadi begitu, aku juga kehilangan kontak dari kayangan bahkan aku telah kehilangan kontak sejak beberapa ribu tahun silam" ucap kakek sen sembari menuang darah ke gelas singa.
"Lioan dan Lioin menghilang beberapa ribu tahun yang lalu dan tiba-tiba aku kehilangan kontak dengan mahkluk ciptaan ku di dunia Sebratos" ucap singa.
Sebratos adalah dunia yang berisi manusia singa dan beberapa manusia harimau.
"Mereka adalah sang penjaga keseimbangan saat mereka menghilang seluruh dunia menjadi kacau hingga mengakibatkan kehancur aku tak dapat berbuat apa-apa kartu pembentukan dunia ku telah habis" ucap singa.
"Jadi sekarang seluruh rakyatmu telah habis?" tanya kakek sen.
"Tidak mereka masih ada namun hanya tersisa sediki mungkin hanya beberapa ratus" jawab singa.
"Aku tak dapat mencampuri urusan dunia meskipun cucuku jadi taruhannya" ucap kakek sen.
"Pemuda tadi adalah cucu mu?" tanya singa.
"Maksudmu Faisal, dia adalah keturunan ku pria yang baik dan jujur serta memiliki bakat yang bagus" jawab kakek sen.
"Aku merasakan aura kedua putraku di sana seolah-olah aku melihat mereka berdua di dalam diri Faisal" ucap singa.
"Dan mungkin ini juga menjadi alasan mengapa aku tak dapat melukainya menggunakan kehendak dewa milik ku, kedua putraku adalah kelemahan ku" ucap singa bersedih.
"Tapi jika kau berani menyakiti Faisal aku akan membunuhmu bahkan menghancurkan sisa dunia mu" ucap kakek sen sembari tersenyum.
Singa menunduk seakan takut.
"Jangan khawatir aku akan bertanya kepada Faisal dari mana ia dapat aura itu" ucap kakek sen.
...****************...
Sementara itu di rumah sakit tempat keluarga Nadia berada.
"Ibu ayah" ucap Nadia sembari duduk di koridor.
Ibu menemaninya sembari memeluk serta mengelus rambutnya.
"Seharusnya aku mengajak mereka ke sini" ucap Nadia.
"Yang mulia hampir mati" ucap Boru yang tengah bersandar di samping ibu.
Ibu terkejut"apa maksudmu" ucap ibu penuh amarah.
"Tapi beliau masih selamat, aku merasakan ada aura dewa tingkat bawah masuk ke dunia ini ku pikir ia bermaksud jahat aku ingin membunuhnya tetapi aku di larang" jawab Boru.
"Jaga ucapan mu jangan berkata sesuatu yang tidak baik seperti itu Faisal pasti akan selalu hidup" ucap ibu kesal.
...****************...
Bersambung...