Teleport System

Teleport System
Episode 46 tawaran


"Dia terlihat sangat muda seperti kakak ku" gumam Faisal sembari membantu Jarot untuk berdiri.


"Kau terlalu keras memandang ku, tubuh tua ku hampir tak mampu menahannya" ucap Jarot sembari mengelus perutnya.


"Kau tidak menghubungiku sangat lama dan kau tiba-tiba datang tanpa menghubungi ku, kau membuat ku kesal" ucap pria itu alias Sobran sembari duduk di sofa.


"Hei aku sangat sibuk jadi tidak bisa mengunjungi mu, kau seharusnya bisa berpikir karena kau sudah berkepala lima" ucap Jarot sembari berjalan mendekati Sobran.


"Cih" Sobran kesal.


"Siapa anak itu?" tanya Sobran.


"Dia adalah teman ku, aku bertemu dengannya di kereta saat ingin kembali ke Tanggerang. Dia anak yang kuat bahkan lebih kuat dari diri ku" ucap Jarot sembari duduk di sofa depan Sobran.


Terlihat Faisal hanya diam berdiri di tempat awal tanpa bergerak.


"Kemari lah sal duduk di samping ku" ucap Jarot.


"Suruh teman mu menurunkan senjata 5 penembaknya" ucap Faisal dengan tegas dan tegang.


"Tubuh ku tak akan mampu menahan peluru sniper sniper berada di jarak 400 meter dari diri ku dan jumlah mereka ada 4. Sniper dapat menembakkan peluru kurang lebih 1000 dalam hitungan detik, kecuali aku dapat teleportasi"gumam Faisal.


"Ahahaha.. dia memang hebat" ucap Sobran sembari mengangkat tangan ke tas.


Faisal pun berjalan.


mendekati mereka.


"Siapa nama mu nak?" tanya Sobran saat Faisal duduk.


"Aku Faisal"


"Jadi ada keperluan apa hingga kau datang menemui ku?" tanya Sobran.


"Sebenarnya aku tak mempunyai keperluan dengan mu, Faisal ingin menemui mu" jawab Jarot.


Sobran melirik ke arah Faisal"apa yang kau inginkan?" tanya Sobran.


"Aku ingin mengetahui dari mana asal beberapa material dan juga beberapa senjata" jawab Faisal.


"Untuk apa kau mengetahuinya, diri mu hanya anak SMA saja" ucap Sobran.


"Tak penting mengetahui alasan ku, di mana negara kita mendapatkan senjata?" tanya Faisal.


"Kau siapa, mengapa kau bertanya mengenai hal ini. Bukan urusan mu" ucap Sobran terlihat serius.


"Sebenarnya aku ingin membeli juga untuk kepentingan ku" ucap Faisal.


"Kau tau kepemilikan senjata tanpa surat izin itu ilegal, saat ini kau berbicara dengan seorang bupati yang taat hukum" ucap Sobran.


"Seorang bupati yang taat tak mungkin menyiapkan lebih dari 10 penembak jitu" ucap Faisal.


"Apa yang kau punya?" tanya Sobran sembari menegakkan tubuhnya.


"Bukan apa yang ku punya tapi, apa yang kau inginkan" ucap Faisal dengan wajah serius membuat suasana tegang karena Faisal dan Sobran yang mengeluarkan tatapan tegang.


"Sial anak ini mengacau" gumam Jarot terlihat panik.


Tiba-tiba Sobran berdiri.


"Kalahkan diri ku maka aku akan memberikan barang yang kau mau dengan geratis" ucap Sobran.


Faisal berdiri tanpa mengatakan sepatah katapun.


Tiba-tiba Sobran mengeluarkan aura yang kuat hal tersebut membuat Jarot tertekan.


Faisal tersenyum kecil lalu ia mengeluarkan aura miliknya.


Seketika Sobran terjatuh ke tanah dengan tubuh genataran tak terkecuali Jarot yang terlihat pingsan.


Faisal berjalan perlahan ke arah jatoh yang telah tersungkur.


"Bro aku tak ingin mencari masalah dengan mu, tapi diri mu bersikap terlalu angkuh di hadapan ku aku membenci orang seperti itu. Umur mu boleh tua tapi jika kau tak menghormati ku maka tak ada rasa jromat untuk mu dari ku" ucap Faisal kemudian menahan auranya kembali.


Sobran menarik nafas panjang.


Kemudian Faisal duduk di kursi dan mengambil rokok.


"Aku hanya ingin membeli beberapa barang aku hanya ingin membeli aku tak berminat meminta pada mu" ucap Faisal sembari berdiri.


Faisal melempar tiga bayang emas di atas meja bersama sebuah catatan kemudian ia menghilang.


...****************...


Di rumah tante Nita.


"Kemana Faisal pergi bu?" tanya Nabila sembari mengambil sendok.


Tante Nita menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas"ibu juga tidak tau dia hanya pamit untuk pergi ke rumah temannya" jawab tante Nita ia terlihat kesal.


"Tuk... tuk." suara di ketuk.


"Faisal pulang" ucap Faisal membuka pintu.


"Nah itu dia" ucap tante Nita terlihat senang.


Terlihat Faisal berjalan ke arah meja makan sembari menenteng tas.


"Tante maaf aku pulang terlambat" ucap Faisal sembari menarik kursi kemudian duduk.


"Kau datang dari mana?" tanya tante Nita sembari menyendok makanan.


"Aku datang dari rumah teman ku" jawab Faisal sembari mengambil piring.


"Baiklah makanlah yang banyak kemudian kau istirahat untuk sekolah besok" ucap tante Nita.


"Iya tante" jawab Faisal.


...****************...


Setelah makan.


Terlihat Faisal tengah duduk di kasur sembari memainkan ponsel.


"Tring..!" ponsel Faisal berdering.


"Halo Jarot ada apa?" tanya Faisal.


"Sobran akan mengirim barang yang anda inginkan, namun ia ingin bertemu besok malam" ucap Jarot dalam telpon.


"Baiklah aku akan menemuinya, tolong jemput aku saat pulang sekolah" ucap Faisal.


Telpon pun di tutup.


...****************...


Keesokan harinya saat pulang sekolah.


"Halo tan, aku pergi ke rumah teman ku lagi" ucap Faisal menelpon tante Nita sembari berjalan menuju gerbang.


"Baiklah hati-hati di jalan dan jangan pulang terlalu larut" jawab tante Nita dalam telpon.


"Kau ingin kemana sal?" tanya Nicho.


"Aku ingin pergi ke tempat teman ku" jawab Faisal.


"Siapa teman mu?" tanya Nicho.


"Bukan urusan mu" jawab Faisal sembari berlari.


Nicho kebingungan langkahnya seketika berhenti.


Faisal berbalik dan melemparkannya sebuah kota padanya.


"Apa ini" gumam Nicho sembari meraba kotak yang di berikan Faisal.


...****************...


Saat di dalam mobil Jarot.


"Sal kau sangat kuat bahkan aura mu membuat ku pingsan" ucap Jarot sembari menyetir.


"Aku tak menyukai caranya menatap ku" ucap Faisal terlihat kesal.


"Sebenarnya aku belum mengeluarkan seluruh kekuatan ku, aku masih menahan" gumam Faisal.


"Sobran terkejut merasakan kekuatan mu, ia mengajak jika kekuatan mu setara dengan pemimpin satuan miliknya" ucap Jarot.


"Aku belum mengetahui tentang organisasi yang ada di negara ini, bisa kau jelaskan?" tanya Faisal.


"Mungkin yang ingin kau ketahui adalah organisasi bawah tanah negara ini" ucap Jarot.


"Benar itu yang ku maksud" ucap Faisal.


"Di dunia bawah status di bagi menjadi empa, yang pertama gang biasa, terdiri dari anak remaja yang baru belajar mengenai dunia bawah, kemudian yang kedua mafia aku termasuk ke golongan kedua dari bawah atau kedua dari atas. Kemudian organisasi agak aneh mendengarnya organisasi yang di maksud lebih mengarah ke klan atau gang besar yang memiliki kekuasaan satu kota bahkan satu provinsi. Dan yang ke empat adalah pemerintah yang di maksud dari pemerintah adalah beberapa pasukan khusus yang memang di tugaskan untuk bekerja di dunia bawah seperti Intel, peretas, atau penargetan pembunuhan berkedok harga nyawa. Dan yang paling tinggi adalah bangsawan" ucap Jarot menjelaskan dengan detail kepada Faisal.


...****************...


Bersambung...