Teleport System

Teleport System
Episode 57 peninggalan


Merekapun masuk ke dalam museum.


Faisal terlihat terkejut melihat isi dari museum"ini sangat besar dan juga sangat indah, setiap sudut bangunan di buat dengan bahan marmer yang" gumam Faisal takjub dengan bangunan ini.


"Wah tempat ini sangat besar" ucap Bella takjub.


"Ayo kita berkeliling" ucap Faisal.


Bella membalas dengan anggukan.


Merekapun berkeliling.


...****************...


Di penginapan tempat Faisal dan prajurit bermalam.


Terlihat Harold, Danieal, dan Julian tengah duduk bersama di meja di temani arak.


"Apa tujuanmu ingin bertemu dengan kami?" tanya Danieal.


"Sebenarnya aku ingin bertemu dengan pangeran Alex secara langsung namun, lebih baik aku membicarakan tentang masalah ini kepada kalian terlebih dahulu" jawab Julian.


"Masalah apa yang kau maksud" tanya Harold.


"Maaf sebelumnya boleh ku tau siapa nama mu?" tanya Julian pada Harold.


"Harold Wycliff, aku adalah pelindung kota salju" jawab Harold dengan tegas.


"Danieal bukannya diri mu yang di tunjuk sebagai penjaga kota salju?, dan aku tak pernah mendengar mengenai Harold selama aku hidup apa dia berasal dari kekaisaran lain?" tanya Julian.


"Memang pada awalnya aku yang menjadi pelindung kota, namun jika di bandingkan tuan Harold aku hanya debu di depannya, yang mulia mengangkat dia sebagai penjaga kota dan menjadikan ku sebagai wakilnya. Harold aku juga tidak mengetahui asalnya dan lebih baik kau tidak banyak bertanya mengenai Harold" jawab Danieal.


"Baiklah aku mengerti" ucap Julian mengangguk.


"Aku merasakan Harold memiliki nafas yang kuat dan juga aura yang padat serta terasa sesak saat ia menatap ku. Dia memang kuat" gumam Julian sembari meminum arak.


"Jadi ada masalah apa?" tanya Danieal sembari menuang arak ke gelas Harold kemudian gelas miliknya.


"Kalian seharusnya telah mengetahui mengenai perebutan tahta" ucap Julian.


"Ya tentu kami mengetahuinya ada masalah apa?" jawab Danieal.


"Tujuan di adakannya saimbara sebenarnya itu untuk menghabiskan pangeran Alex" ucap Julian.


Seketika aura milik Harold keluar memenuhi ruangan membuat semua orang gemetar ketakutan mereka mematung karena melihat sesosok iblis besar di belakang Harold.


"Tuan mohon tenangkan diri mu" ucap Danieal memegang pundak Harold.


"Baiklah" jawab Harold sembari menarik kembali auranya.


"Orang ini benar-benar kuat, aku tak bisa bernafas saat ia mengeluarkan aura, bahkan aku tak dapat bergerak" gumam Julian yang terlihat terkejut dan takut.


"Maaf sebelumnya, tolong jelaskan secara detail" ucap Danieal.


"Baiklah, pangeran Alex merupakan cucu dari yang mulia raja Alexander Graham dan nenek nya bernama Selina Draxler. Bisa di bilang aku dan pangeran merupakan saudara sepupu. Darah yang di miliki oleh pangeran Alex merupakan yang paling murni di bandingkan keturunan raja saat ini" ucap Julian.


"Bisakah kau langsung menjelaskan tentang masalahnya tanpa berbelit menjelaskan asal usul yang mulia" ucap Harold.


"Yang mulia raja memerintahkan seluruh bangsawan untuk datang ke istana karena yang mulia raja ingin melihat pangeran Alex yang telah mengalahkan salah satu jenderal kerajaan Esia dan juga selamat dari penyerangan yang di lakukan ke kota salju" ucap Julian.


"Beritanya lebih cepat menyebar dari pada perkiraan yang mulia" ucap Danieal.


"Pangeran Alex selalu di awasi oleh kerajaan karena beliau adalah ancaman yang dapat menggugurkan tahta raja saat ini, pangeran Alex telah di racuni sejak kecil hingga ibunya meninggal dan membuatnya menjadi seorang idiot" ucap Julian.


"Jadi semua yang menimpa pangeran itu sudah di rencanakan dan di sengaja oleh pihak kerajaan" tanya Harold.


"loh bukannya kota salju itu sangat berbahaya mengapa pangeran di kirim ke kota salju?" tanya Danieal.


"Duke menitipkan 5000 pasukan bersama dengan anda panglima yang berbakat. Selain itu Duke juga memberikan Cedric yang merupakan penasehat yang bagus dan juga pintar serta rendah hati. Dan juga dana yang di berikan lebih besar di banding pangeran yang lain" jawab Julian.


"Mulai masuk akal" ucap Harold.


"Dan mulai sekarang kalian harus lebih berhati-hati lagi karena yang mulia raja mulai melakukan pergerakan untuk membunuh pangeran Alex" ucap Julian.


"Apa yang membuat mu yakin jika bawahan ku akan percaya dengan apa yang kau katakan" ucap Faisal yang tiba-tiba muncul di samping Julian sembari memegangi pundaknya.


Danieal dan Harold berdiri"salam yang mulia" ucap mereka bersama.


Julian terkejut"kapan pangeran datang aku bahkan tak dapat merasakan nafasnya" gumam Julian sembari berdiri lalu berbalik seraya berkata"salam pangeran".


Faisal hanya diam ia langsung duduk di samping Julian, kemudian yang lain duduk.


"Apa yang membuat mu yakin jika kami akan percaya dengan ucapan mu?" tanya Faisal.


"Yang mulia saya hanya ingin menyampaikan apa yang di perintahkan oleh Duke untuk lebih jelasnya anda dapat menemui Duke saat berkunjung ke istana" jawab Julian.


"Apa yang harus di lakukan jika ada yang ingin membunuh ku" ucap Faisal sembari mengambil kentang goreng.


Harold tersenyum"maka tinggal kita bunuh" ucap Harold.


"Kau jangan khawatir nama mu Julian dan aku akan mengingatnya, ayo bersiap kita akan berangkat" ucap Faisal sembari berdiri ia sedikit tersenyum.


"Siap yang mulia" jawab Harold dan Denial sembari berdiri.


"Kau putuskan ingin di pihak ku atau raja aku akan menemui mu lagi ketika aku kembali ke kota salju" ucap Faisal sembari berdiri lalu menepuk pundak Julian.


"Siap yang mulia" jawab Julian.


Faisal pun pergi bersama yang lain.


"Dia menakutkan" gumam Julian sembari menunduk.


...****************...


Di perjalanan.


Terlihat Faisal tengah berkuda sembari membaca sebuah kertas.


"Aku tak menyangka jika Alex adalah cicit dari Duke saat ini" gumam Faisal.


"System apa yang kau temukan setelah melihat monumen?" gumam Faisal.


[Monumen bola langit merupakan bola pesan yang berisi catatan seorang Immortal di masa lampau atau bisa di sebut sebagai dewa kuno. Di haruskan host mengumpulkan empat soul elemen yang terpencar, dari setiap barang di museum system menemukan catatan mengenai keberadaan soul pertama yaitu berada di istana kekaisaran Terrasen.]


"Soul elemen apa itu?" gumam Faisal.


[Membuka misi baru mengumpulkan keempat soul elemen dan membuka catatan Immortal dalam waktu tak terbatas. Hadiah peningkatan dua level, lima jurus tingkat suci. Serta satu kartu karakter level emas.]


"Wah misi baru tapi misi sebelumnya aku belum menyelesaikannya. Misi ini tak memiliki batas pengerjaan dan juga tak memiliki hukuman anggap saja seperti misi sampingan yang tidak terlalu penting tapi. jika di lihat dari hadiahnya misi ini lebih bagus dari misi utama" gumam Faisal.


...****************...



Nama: Julian Draxler


umur:28 tahun


level:Alite menengah