Teleport System

Teleport System
Episode 66 Rencana besar


Di kota salju.


Terlihat ribuan pasukan telah berbaris di depan gerbang kota dengan mengenakan armor dan perlengkapan.


Suasana begitu tegang semua pasukan diam dengan semangat yang berkobar di dalam jiwa.


"Kita akan bertemu dengan yang mulia di titik A, kita memerlukan waktu yang cukup lama jadi kalian harus mempersiapkan diri" ucap Floki berbicara kepada seluruh pasukan.


"Yang mulia mengatakan jika aku hanya perlu membawa 1500 pasukan kavaleri dan meninggalkan sisanya di kota, aku tak mengerti rencana apa yang di miliki oleh yang mulia tapi dengan membawa 1500 pasukan kavaleri untuk menyerang kota, sama saja dengan bunuh diri" gumam Floki.


"Kami membawa lima katapult, yang mulia mengatakan untuk membawa kerangkanya jadi kami lebih mudah membawa dan kecepatan kami meningkatkan" gumam Floki.


"Ayo berangkat..!" teriak Floki sembari naik ke atas kuda.


Para pasukan mulai bergerak.


"Sial aku tak di izinkan ikut" ucap Akin menonton kepergian para pasukan kavaleri.


"Tugas kita menjaga kita agar tetap aman, bersemangat lah" ucap Hagen menepuk pundak Akin.


"Aku ingin mempraktekkan teknik yang di ajarkan guru pada para musuh" ucap Akin sedih.


"Suatu saat nanti kau akan mempraktekan ilmu mu jadi jangan bersedih ayo bersemangat" ucap Hagen menenangkan Akin.


...****************...


Beberapa hari kemudian.


Di sebuah hutan yang lebat.


"Duak..!" suara pepohonan yang roboh membentuk tinju berukuran besar sekitar 5 meter.


"Jurus tingkat menengah ini sangat hebat" gumam Faisal yang tengah terbang di atas pepohonan roboh.


"System memberikan ku hadiah penyelesaian misi satu padahal aku mengambil misi dua" gumam Faisal.


(Yang di maksud misi utama baca chapter 29-30)


[Anda memiliki kemampuan untuk menyelesaikan dia misi sekaligus system tak menjadikan kedua misi bukan sebagai opsi namun sebuah kewajiban]


"Aku telah berada di level Grand master puncak" gumam Faisal sembari turun mendarat ke cam yang telah dibangun.


"Yang mulia kecepatan kenaikan level anda sangat cepat anda benar-benar hebat" ucap Ralph sembari bertepuk tangan.


"Aku bersyukur dengan peningkatan ku, bagaimana hasil investigasi kalian?" jawab Faisal sekaligus bertanya.


"Silahkan masuk ke tenda semuanya telah menunggu untuk rapat" jawab Ralph.


"Baiklah" ucap Faisal sembari berjalan ke arah tenda.


"Jadi apa yang telah kalian dapatkan?" tanya Faisal sembari masuk ke dalam tenda.


Terlihat Harold, Cedric, Hjalmar, Gunner, dan Gunnar tengah berdiri mengelilingi meja yang terdapat peta.


"Salam yang mulia" ucap semuanya memberi hormat.


Faisal berjalan ke arah meja di ikuti Ralph.


"Kita Dristia" ucap Faisal sembari memperhatikan peta.


"Yang mulia kota Dristia memiliki wilayah yang besar dua kali dari ibu kota kerajaan Kroas" ucap Cedric.


"Wah mengejutkan, apa kota Dristia adalah ibu kota?" tanya Faisal.


"Bukan, kota Dristia merupakan pusat perdagangan kerajaan Esia, bukan hal yang aneh jikalau sebagian besar kota di kerajaan Esia memiliki wilayah yang lebih besar dan lebih makmur di banding dengan kerajaan Kroas" ucap Ralph.


"Bagaimana bisa?" tanya Faisal.


"Kroas merupakan kerajaan peringkat ke 12 dari 12 kerajaan di kekaisaran Terrasen, sedangkan kerajaan Esia berada di peringkat 8" jawab Cedric.


"Saat ini kita Dristia di pimpin oleh Guilin tribal yang merupakan mantan jenderal tiga kerajaan Esia, ia berada di level Grand master awal" ucap Harold sembari menunjukan sebuah lukisan.



"Jelaskan lebih rinci" ucap Faisal sembari memperhatikan lukisan tersebut dengan seksama.


"Ia berumur 53 tahun, ia tak memiliki anak ataupun istri Guilin di kenal sebagai kesatria yang paling menjaga kehormatan dirinya ia tak pernah mengingkari janjinya serta tak pernah berbohong, bisa di katakan ia adalah kesatria yang baik" ucap Ralph.


"Bagaimana dengan bawahannya?" tanya Faisal.


"Ia tak memiliki bawahan kepercayaan atau sebagainya, ia memimpin semuanya sendiri tanpa bantuan penasehat atau ajudan ia di temani oleh pasukannya yang bernama Wolfsburg dengan personil sekitar 350 kesatria awal" jawab Ralph.


"Bagaimana dengan pertahanannya?" tanya Faisal.


"Kota di bangun dengan benteng setinggi 16 meter dengan ketebalan 5 meter, benteng di buat dengan batu bata yang kokoh tahan api dan air, dinding di buat menggunakan kayu uga berkualitas tinggi dengan ketebalan 3 meter" jawab Hjalmar.


(Kayu uga semacam kayu jati atau kayu ulin.)


"Kelihatannya sulit untuk menebus dinding kota" ucap Faisal.


"Benar memang sulit namun bukan tidak mungkin" ucap Hjalmar.


"Aku tak ingin ada korban sipil jadi ku putuskan untuk melakukan penyergapan di malam hari" ucap Faisal.


"Yang mulia apa mungkin anda berpikir jikalau Guilin adalah seorang yang baik namun sebenarnya ia adalah seorang yang haus akan rasa membunuh, bahkan ia tak segan membunuh seorang bayi jika di perlukan" ucap Harold.


"Aku memilki rencana, dan aku telah memutuskan untuk melakukan penyergapan di malam hari kematian pemimpin kota adalah sebuah keharusan untuk mendapatkan kota tersebut" ucap Faisal.


"Kita harus bergerak dengan cepat dan sampai ke titik A terlebih dahulu sebelum pasukan tiba, kita perlu melakukan observasi yang lebih mendalam tentang medan perang kita" ucap Faisal.


"Siap yang mulia" jawab semuanya.


...****************...


Faisal memutuskan untuk terbang menuju titik A dan memakan waktu dua hari untuk tiba di sana.


Floki dan pasukan memerlukan waktu lima hari untuk tiba di titik A.


...****************...


Singkat cerita semua pasukan telah berkumpul di titik A.


Titik A berada di dalam hutan yang berada tak jauh dari kota Dristia, Faisal memilih titik di mana ia dapat mengawasi pergerakan dari orang yang keluar masuk kota Dristia.


Terlihat Faisal dan para petinggi tengah berkumpul.


"Yang mulia bagaimana rencana anda?" tanya Ralph kepada Faisal yang tengah duduk di bayang pohon.


"Kita akan bergerak besok malam untuk saat ini biarkan unit kavaleri beristirahat" jawab Faisal.


"Yang mulia mengapa anda membawa 1500 unit kavaleri dan lima katapult jikalau kita akan melakukan penyergapan" tanya Cedric.


"Besok akan ku jelaskan, untuk penyergapan aku, harold, dan Gunnar yang akan melakukan itu" ucap Faisal.


"Yang mulia mengapa anda membawa banyak pasukan jikalau hanya anda, Harold dan Gunnar saja yang akan melakukan penyergapan?" tanya Floki.


"Kalian terlalu banyak bertanya, santai saja dan kirim unit pengintai ke titik yang ku tandai" jawab Faisal sembari memberikan peta.


"Perintahkan unit pengintai di gunung dekat jalan utama menuju kota Dristia maka kau akan tau alasan mengapa aku memerintahkan membawa unit kavaleri" ucap Faisal.


"Lakukan saja Floki, jangan banyak bertanya" ucap Harold.


"Yang mulia jalan pikiran anda sungguh rumit, tidak ada orang di muka bumi ini yang dapat memahaminya" gumam Cedric sembari memperhatikan Faisal kemudian menulis di buku.


...****************...


Bersambung...