Teleport System

Teleport System
Episode 91pohon buah Gomolun


Keesokan harinya.


Terlihat Faisal, Jack, serta Nala tangah berdiri di depan kedai mie.


"Sudah 10 tahun aku tinggal di sini, berat rasanya untuk pergi" ucap Jack sembari menatap kedai mie nya dengan sedih.


Faisal menatap Nala yang terlihat gembira.


"Anakmu sangat kuat dan tabah" ucap Faisal sembari menepuk pundak Jack.


Jack tersenyum sembari menatap putrinya"ia mirip seperti ibunya" ucapnya.


Faisal berlutut lalu mengelus kepala Nala"apakah kau memiliki teman?" tanya Faisal.


"Sejauh ini tidak karena, aku selalu membantu ayahku berjualan ya walaupun sering kali ayah memaksa ku untuk bermain tetapi aku tak menginginkannya membantu ayah lebih menyenangkan" jawab Nala.


Tiba-tiba Faisal mengeluarkan sebuah kalung yang indah karena terdapat permata berwarna biru muda layaknya es.


"Ini adalah kalung kristal salju, kau memiliki energi dingin yang tinggi kalung ini akan membantumu untuk mengendalikan energi tersebut agar kau menjadi kuat di masa depan nanti" ucap Faisal sembari memakaikan kalung tersebut ke leher Nala.


Nala terlihat sangat bahagia ia terus mengucapkan terimakasih kepada Faisal.


"Apa cita-citamu?" tanya Faisal.


"Aku ingin menjadi seorang kesatria wanita terhebat di dunia, dulu ada seorang prajurit wanita makan di kedai ini dan dia terlihat sangat keren dan hebat. Aku telah mengatakan kepada ayahku mengenai cita-cita yang ku miliki namun ayah melarangnya" jawab Nala.


"Tentu saja aku melarang mu apa kau melupakan penyakit yang kau derita" ucap Jack menyerobot ucapan Nala dengan kesal.


"Tapi sekarang aku telah sembuh" ucap Nala kemudian meledek Jack.


"Ku pastikan kau akan mendapatkan guru yang baik, dan kau akan menjadi kesatria wanita terhebat di benua ini" ucap Faisal sembari berdiri.


"Baiklah saatnya kita berangkat" ucap Faisal.


Merekapun berjalan menuju hutan dekat kota di mana Dwolf Faisal telah menunggu.


Di tempat yang di tentukan.


Terlihat Dwolf Faisal yang kini telah menjadi sangat besar, tubuhnya setinggi 5 meter dan panjang tubuhnya 7 meter.


Jack ketakutan saat pertamakali melihat Dwolf karena selain tubuh yang besar kekuatannya juga tidak main-main kekuatannya setara dengan seorang kesatria level Grand master puncak.


"Jangan sampai Nala terluka" ucap Faisal sembari mengelus kepala Dwolf.


"Jangan khawatir tuan" jawab Dwolf.


Mendengar hal itu Jack semakin takut.


"Monster ini telah mengembangkan kecerdasan spiritual" gumam Jack.


Nala pun di angkat ke atas punggung Dwolf di sana telah terpasang pelana dengan sabuk agar Nala tidak terjatuh saat melaju dengan kecepatan tinggi.


"Ayah lihat aku naik monster serigala, bulunya sangat lembut dan harum" teriak Nala dengan gembira ia terlihat sangat bahagia karena ia terus memeluk punggung Dwolf.


"Jangan terlalu berlebihan" ucap Jack dengan panik ia takut Nala di makan oleh Dwolf karena terlalu erat memeluknya.


"Kau jangan takut aku tak memakan manusia, tuan ku melarangnya" ucap Dwolf.


"Terimakasih tuan Dwolf" ucap Jack sembari memberi hormat dengan tegang.


"Cepat pergi" ucap Faisal.


"Siap tuan" jawab Dwolf.


Dalam sekejap Dwolf menghilang.


"Kemungkinan mereka akan tiba di kota Dristia satu jam lagi" ucap Faisal.


"Ya kalau ia tak membawa Nala hanya perlu 5 menit untuk tiba ke kota Dristia" jawab Faisal.


"Apa ia memiliki darah dewa?" tanya Jack sembari berjalan mengikuti Faisal.


"Lebih tepatnya ia memiliki darah bangsawan serigala petir, namun karena ia berdarah campuran dengan serigala raksasa jadi ia tak dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya" jawab Faisal.


"Serigala petir adalah monster tingkat mistik yang mana ia dapat bergerak secepat cahaya dan bahkan ada rumor mengatakan spesies ini dapat menembus ruang dan waktu" ucap Jack.


"Wah pengetahuan mu sangat luas, sepertinya kau pernah bekerja di pemerintahan atau kau menjadi kesatria" ucap Faisal.


"Heheheh.. itu adalah pengetahuan yang di ajarkan ayahku saat kecil" jawab Jack.


"Jika boleh tau di mana kau mendapatkan buah Gomolun yang kau gunakan untuk mengobati Nala?" tanya Faisal.


"Pohon itu berada jauh di daratan es kematian, aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyembuhkan istri dan anakku namun sayangnya buah itu hanya dapat menahan efek samping penyakit milik Nala saja sedangkan istriku harus mati" jawab Jack.


"Dataran es mematikan, tempat itu merupakan sarang bagi monster dan iblis tingkat tinggi bersarang, bahkan ada legenda mengatakan di sana adalah tanah bagi para naga sebelum menjadi dataran es" gumam Faisal.


"Apa kau masih mengingat jalannya?" tanya Faisal.


"Tentu aku masih mengingatnya walau sudah 10 tahun lamanya" jawab Jack.


"Baiklah kita akan pergi ke sana" ucap Faisal sembari memegang leher belakang Jack lalu mengeluarkan sayap garuda miliknya kemudian ia terbang.


"Aaaa...!" teriak Jack ketakutan sembari ia memegangi tangan kanan Faisal.


"Aku tak bisa bernafas karena kecepatan yang tak dapat di tahan tubuhku" gumam Jack.


Seketika Faisal berhenti di perbatasan antara hutan hijau dan sebuah daratan es yang sangat luas.


"Kita telah tiba" ucap Faisal.


"Tak sampai 2 detik, kecepatan ini benar-benar mengerikan" gumam Jack sembari mendarat ke permukaan tanah.


"Kau hebat, suhu dingin ini tak mungkin dapat di tahan oleh orang biasa bahkan seorang kesatria sekalipun" ucap Faisal sembari merasakan udara dingin yang tertiup ke arahnya.


"10 tahun yang lalu suhu di sini tak sedingin ini, sepertinya ada sebuah bencana yang terjadi" ucap Jack dengan serius.


"10 tahun lalu aku masih berada di level master puncak, dan suhu di tempat ini hanya berkisar 2 atau 5 derajat saja" ucap Jack.


"Sepertinya ada seekor monster mistik yang terbangun" ucap Faisal sembari tersenyum.


"Ini berbahaya lebih baik kita kembali" ucap Jack sembari menahan Faisal saat ia ingin berjalan.


"Semakin berbahaya maka harta akan semakin berharga" jawab Faisal.


"Tuan aku merasakan aura yang aneh dari sana" ucap Jack.


"Aku juga merasakannya berhentilah bersikap lemah, maju dan hadapi jika kita kalah maka kita lari" ucap Faisal.


Faisal berjalan memasuki zona es, mau tak mau Jack mengikuti Faisal dari belakang.


"Permukaan es ini terbentuk dari air laut, aku dapat mendengar ombak dari bawah es ini" gumam Faisal.


"Apa ada yang pernah mencapai titik ujung dari tempat ini?" tanya Faisal.


"Sejauh ini para kesatria hanya dapat berjalan hingga 125 kilometer saja setalah itu akan muncul sebuah angin yang dapat memotong besi" jawab Jack.


Faisal tersenyum"sekali lagi aku mendapatkan keberuntungan" gumam Faisal.


"Taun terakhir kali aku hampir mati oleh penjaga pohon Gomolun" ucap Jack.


...****************...


Bersambung...