Teleport System

Teleport System
Episode 156 meyakinkan


"Alex berada di level emperor di usia yang masih sangat muda sekian 20 atau 21 tahun, dan seperti yang kau ketahui pada master yang berada di level itu kebanyakan telah hidup lebih dari dua abad" ucap Deviatan.


Putri Saras terdiam seolah ia mendengarkan.


"Ku dengar pemuda itu juga mampu menahan serangan penuh dari sang jenderal perang yaitu pangeran Raksha tanpa terluka, bahkan raja Darsa mengangkatnya menjadi murid" ucap Deviatan membujuk Saras.


"Aku tak mencintainya, aku tak ingin di kekang oleh hubungan pernikahan umurku masih terlalu muda aku masih ingin bebas seperti beruang muda yang lainya" ucap Saras dengan mata berbinar-binar.


"Suka karena terbiasa cinta karena sudah bersama lama, mungkin kau berpikir cinta adalah rasa bahagia yang muncul di saat kau bertemu dengan seorang pria idaman namun sebenarnya bukan itu, cinta adalah di saat kau rela berkorban demi seseorang tanpa mengharapkan imbalan" ucap Deviatan.


"Setidaknya itu yang ku pahami dari ucapan yang mulia dulu" gumam Deviatan.


"Aku tak mengenal mu namun entah mengapa hati ku mempercayai semua yang kau ucapkan, apakah aku memang harus kembali?" ucap putri Saras sedikit ragu.


"Mengapa kau tak berpikir bagaimana cara Alex mendapatkan hak untuk menikahi mu, ayahmu membuat sayembara yang mustahil untuk di menangkan bahkan untuk seorang apostel dewa" ucap Deviatan.


(Apostel dewa merupakan sesosok manusia atau ras mortal yang di berikan kuasa atas kekuatan seorang dewa, mereka mendapatkan kekuatan yang besar namun tak menyerupai dewa bahkan dapat di katakan jauh dari dewa meski begitu para apostel menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi para mahkluk mortal anggap saja mereka seperti mahkluk setengah dewa.)


"Sebenarnya aku marah karena ayah mengadakan sayembara ini tanpa meminta pendapatku" ucap putri Saras.


"Pangeran Raksha ingin menunjukan pada dunia jikalau tidak ada seorangpun yang dapat menikahi dirimu dengan mengadakan sayembara yang mustahil" ucap Deviatan.


"Apa kau pernah bertemu dengan seorang apostel?" tanya putri Saras.


"Entah aku belum pernah bertemu mahkluk seperti itu, namun aku pernah bertemu dengan dewa" jawab Deviatan.


"Apa kau bercanda?, memang seberapa kuat para dewa itu?" tanya Saras ia kelihatan lebih tenang.


"Dewa yang ku temui lebih kuat di banding dewa di alam ini, jika di kalkulasi kekuatannya setara dengan satu miliar raja Darsa dengan kekuatan penuh miliknya" jawab Deviatan.


"Dewa dunia ku memiliki kekuatan absolut yang bahkan mereka dapat menciptakan dunia sendiri, dewa di alam ini sangatlah lemah bahkan aku tak memerlukan banyak usaha untuk membunuhnya" gumam Deviatan sembari berjalan ke arah meja.


"Ketika mendengar sebutan dewa aku langsung teringat dengan sesosok mahluk yang mana ia tak memiliki raga tubuhnya terbuat dari sekumpulan energi kacau yang begitu kuat, oleh sebab itu ia menjadi raja dari para dewa sebutannya adalah lord" gumam Deviatan.


"Paman memiliki kekuatan setara dengan dewa bahkan bisa lebih kuat, saat di zaman kekacauan paman menjadi salah satu mahkluk yang di sebut sebagai pemburu dewa karena tak terhitung dewa yang telah di bunuh oleh paman di masa itu" ucap Saras dengan sombong.


"Alex akan menjadi seorang yang mampu untuk melampaui paman mu bahkan jauh jika di bandingkan paman mu saat masih muda" ucap Deviatan.


"Aku mulai tertarik dengan dirinya, mungkin aku akan menerima pernikahan ini namun aku tak akan memberikan tubuhku padanya, dan jika apa yang kau katakan salah maka aku akan membunuhmu dan juga Alex" ucap Saras sembari bangun dari ranjang.


Deviatan hanya tersenyum dan sedikit tertawa"jika kau mampu maka lakukanlah" gumam Deviatan.


Sementara itu di kamar Faisal.


Terlihat Faisal tengah duduk di kursi menghadap ke arah raja Darsa yang tengah berdiri bersandar di jendela, Faisal mengenakan jubah yang begitu mencolok terlihat seperti seorang pangeran mahkota yang akan di angkat menjadi raja.


"Aku tak yakin, sebenarnya aku tak memiliki niatan untuk menikahi Saras jika memang ia tak ingin menikah dengan ku maka aku bersedia untuk mengundurkan diri sebagai pemenang sayembara" ucap Faisal dengan wajah datar.


"Apa tujuanmu mengikuti sayembara jika bukan untuk menikahi keponakanku?" tanya raja Darsa dengan curiga.


"Aku tak memiliki jati diri aku hanya mengikuti isi hati dan ia mengantarkan ku menuju kerajaan Aloka, hatiku juga berkata untuk diriku mengikuti sayembara" jawab Faisal dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Kau memiliki pola pikir yang sangat rumit sulit untuk memahaminya, aku merasakan aura dari seorang yang ku kenal dalam dirimu dan sepertinya aku harus mengatakan sebuah kebenaran tentang sesuatu yang ku tahu" ucap raja Darsa.


"Apa itu?" tanya Faisal penasaran.


"Ada seorang pria yang memiliki bakat melebihi dewa, ia berjuang bersamaku menaklukkan para dewa bajingan yang ingin mengambil alih dunia ini, seorang pria yang memiliki wajah setampan dirimu dan juga memiliki kekuatan yang setara denganku" ucap raja Darsa sembari berjalan perlahan ke arah Faisal.


"Siapa dia?" tanya Faisal.


"Seorang manusia setengah iblis yang ku anggap seperti saudaraku sendiri" jawab raja Daras.


"Pemuda itu bernama Kevin Durant, dan orang itu adalah ayahmu ia menghilang setelah di khianati oleh organisasi pagoda surgawi 25 tahun yang lalu, aku merasakan darah yang sama aku tak mungkin salah mengenali darah dari saudaraku, aura yang begitu mirip bahkan wajah yang terlihat kembar kau pasti putra dari Kevin" ucap Deviatan sembari memegang pipi Faisal.


"Saat ku menatap wajah mu perasaan nostalgia menguasai tubuhku hampir aku tak dapat menahan tangis, seorang yang menyelamatkan aku dan adik-adikku kembali setelah menghilang selama puluhan tahun" ucap raja Darsa dengan mata yang berair.


...****************...


Di hutan kerajaan Aloka.


"Sial..!" ucap pangeran Raksha sembari memukul tanah hingga menciptakan sebuah lubang yang sangat dalam.


"Aku seharusnya membunuh Alex, aku adalah ayah yang gagal" ucap pangeran Raksha penuh emosi.


"Aku telah gagal menjadi suami yang baik, dan sekarang aku gagal menjadi seorang ayah yang baik. Aku telah gagal" ucap pangeran Raksha.


"Berhenti merengek, putrimu telah kembali ke istana apa kau tak ingin menyaksikan pernikahan putrimu" ucap Deviatan menggunakan telepati.


Wajah pangeran Raksha berubah yang awalnya terlihat marah seketika menjadi datar, seketika pangeran Raksha menghilang dari tempat tersebut tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


...****************...


Sementara itu para tamu undangan telah duduk di kursi dan meja yang telah di sediakan mereka kelihatan tak sabar.


Mereka ingin melihat sosok pria yang berhasil memenangkan sayembara yang mana itu mustahil untuk di menangkan.


...****************...


Bersambung..