Teleport System

Teleport System
Episode 24 Teman baik


"Hah..?" ucap Faisal yang terlihat kebingungan.


"Hei hentikanlah kau membuat keributan" ucap Nicho berusaha menghentikan siswa yang terus mengoceh berusaha mempermalukan Faisal.


"Loh ada apa ribut-ribut di sana?" ucap Nabila sembari menatap ke arah kelompok Faisal yang tengah ricuh.


"Hei...! diam..!" teriak Jhon yang terlihat marah karena kelompoknya ribut.


"Sepertinya dia di perintahkan mempermalukan ku di depan umum oleh pria di gerbang tadi" gumam Faisal sembari menatap ke arah kelompok pria yang sebelumnya, pria itu tengah menonton Faisal sembari tersenyum dan tertawa bersama rekan-rekannya.


"Sudah ku duga" gumam Faisal sembari berjalan ke arah Jhon yang terlihat kesal.


"Maaf kak, orang itu sangat berisik tolong anda beri pelajaran" ucap Faisal.


Jhon berbalik"Baiklah kau jangan khawatir akan ku urus, kalian lanjutkan perjalanan ikuti kelompok di depan aku akan pergi mengurus pembuat masalah itu dan kembali secepatnya" ucap Jhon sembari berjalan ke arah siswa yang membuat onar tadi.


...****************...


Saat makan siang di kantin sekolah.


Kantin sekolah sangat besar di sana terdapat empat toko yang menjual makanan berbeda.


Terlihat Faisal tengah duduk bersama Nicho di meja dekat balkon.


"Tadi anak buah Jarot telah memberiku kunci motor saat berkeliling, tapi aku tak tau motor seperti apa yang di siapkan oleh Jarot" gumam Faisal sembari memandangi kunci motor di tangannya.


"Parkiran ada di bawah, sepertinya sampai" gumam Faisal sembari memencet tombol alaram di kunci.


"Wah kau punya motor ninja" ucap Nicho yang terlihat terkejut melihat motor yang di berikan Jarot.


"Kau tau itu motor apa?" tanya Faisal.


"Kau tak tau..! itu motor idaman para laki-laki, H2r" jawab Nicho yang terlihat terkejut.


"Memang apa istimewanya motor itu?" tanya Faisal.


"Kau bertanya kepada orang yang tepat, kawasaki ninja H2r memiliki mesin dengan kapasitas mesin 998 cc, 4 silinder segaris, supercharger yang dibekali pendingin cairan. Tenaga yang dihasilkan 305 hp @14.000 rpm dengan torsi 165 Nm @12.500 rpm. Ini motor idaman namun sayangnya ilegal" jawab Nicho menjelaskan secara rinci dan terlihat bersemangat.


"Aku tak mengerti" gumam Faisal sembari mengangguk seolah ia mengerti apa yang dikatakan Nicho.


"Mengapa motor ini ilegal?" tanya Faisal.


"Karena tidak memiliki spion, lampu sein dan tidak ada tempat untuk plat nomor. Dan juga harga nya yang fantastis kurang lebih 600 juta" jawab jawab Nicho penuh semangat hingga ia berdiri.


"Duh Jarot, sudah ku katakan jangan motor yang mewah, sial aku harus meneleponnya" gumam Faisal sembari mengeluarkan hp ia menggeleng.


"Halo, Jarot" ucap Faisal.


"Ada apa, mengapa kau menelepon ku? apa kau suka dengan motornya?" tanya Jarot dadi telpon ia terlihat bersemangat.


"Suruh bawahan mu mengambilnya, aku akan mencari motor Astrea atau beat saja. Motor yang kau belikan terlalu mencolok dan juga terlalu mahal aku tak dapat menerimanya" ucap Faisal sembari ia berjalan mendekati pagar balkon.


"Loh bukanya itu bagus, dan juga harganya murah hanya 600 juta saja. Apa kau tak senang dengan warnanya atau dengan bentuknya aku akan mencarikan yang lebih bagus lagi jika kau tak menginginkannya" ucap Jarot dengan cepat.


"Tak perlu kau ambil saja motornya, aku ingin terlihat sederhana tampil di sekolah" ucap Faisal sembari memandang ke arah motor yang di berikan Jarot.


"Baiklah maafkan aku, aku akan memerintahkan bawahan ku untuk mengambil motor itu" jawab Jarot terlihat pasrah.


Faisal pun menutup telepon.


Terlihat Jhon telah berdiri di belakang Faisal.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Faisal sembari menatap wajah Jhon dengan wajah datar.


"Kau berasal dari keluarga mana?" tanya Jhon.


"Keluarga ku ada di desa" jawab Faisal.


"Ia memiliki kekuatan yang mengerikan sudah pasti dia dari keluarga kerajaan atau dari suku tersembunyi" gumam Jhon.


"Siapa nama mu?" tanya Jhon sembari menjabat tangan Faisal secara tiba-tiba.


"Faisal" jawab Faisal dengan tegas.


"Sepertinya aku datang di situasi yang salah, lain kali saja kita berbicara simpan nomor ku aku akan menghubungi nanti" ucap Jhon sembari memberikan kartu nama kemudian ia pergi.


"Anak yang aneh" gumam Faisal sembari melihat kartu nama milik Jhon.


"Sal" teriak Nicho sembari berlari mendekati Faisal.


"Ada apa?" tanya Faisal.


"Ia hanya bertanya nama ku saja, memang ada masalah?" jawab Faisal sekaligus bertanya.


"Kau tau latar belakangnya?" tanya Jhon.


"Memang apa..? dia anak tuhan?" tanya Faisal mengejek.


"Tidak.. dia adalah anak pertama keluarga dari keluarga Luis" jawab Nicho.


"Terus apa masalahnya?" tanya Faisal.


"Jangan sampai menyinggung diri nya, keluarganya sangat terkenal di Jerman, ia memiliki darah campuran dari jerman dan juga Indonesia" jawab Nicho.


"Loh kenapa wajahnya lebih mirip orang timur tengah?" tanya Faisal.


"Aku tak tau, tapi lebih baik jangan. menyinggungnya karena itu bahaya untuk kesehatan dan juga masa depan" ucap Nicho sembari berjalan.


"Duh kau ini memberikan informasi yang sangat tidak perlu, jika dia menyinggung mu maka aku akan meratakan keluarganya" ucap Faisal sembari berjalan mengikuti Nicho.


"Kau pikir dirimu itu apa..? Superman..? atau kau dewa" ucap Nicho.


"Aku adalah pencabut nyawa" ucap Faisal menyela Nicho sembari ia merangkul Nicho.


"Kita masuk ke dalam ruang kelas?" tanya Faisal.


"Yup" jawab Nicho.


...****************...


Saat pulang sekolah.


Langit berwarna Oren karena matahari mulai terbenam, terlihat di jalan menuju gerbang telah ramai para murid berjalan untuk pulang tak terkecuali Faisal.


Ia berjalan bersama dengan Nicho.


"Apa kau mempunyai waktu untuk kita pergi hangout malam ini?" tanah Nicho.


"Aku tak tahu namun jika ada kesempatan aku akan menghubungi mu" jawab Faisal.


"Apa sekarang kita teman?" tanya Nicho.


"Tentu saja mengapa kau bertanya akan hal itu?" jawab Faisal sekaligus bertanya.


Nicho menunduk "Tidak apa" jawab Nicho dengan pelan dan semangat yang hilang.


"Aku pulang dulu, tenta ku telah menunggu di sana" ucap Faisal sembari memandang ke arah mobil tante Nita terlihat tante Nita melambai dari jendela yang terbuka.


"Baiklah kita berpisah di sini, aku juga akan pulang" jawab Nicho.


"Baiklah" ucap Faisal sembari tersenyum.


Mereka pun berpisah.


"Cepat lah..! aku lapar" teriak Nabila dari dalam mobil.


"Baiklah" jawab Faisal sembari berlari.


...****************...


Saat di dalam mobil.


"Bagaimana hari kalian?" tanah tante Nita.


"Baik" jawab Faisal dan Nabila bersamaan.


Nabila menatap Faisal dengan tajam dan wajah yang marah"Hmm" Nabila membuang muka tiba-tiba.


"Dia kenapa" gumam Faisal yang kebingungan melihat sifat nabila.


"Loh Nicho pulang jalan kaki" gumam Faisal sembari melihat Nicho yang pulang jalan kaki sendirian ia berjalan dengan menunduk.


...****************...


Bersambung...



Nama: Nicho


Umur: 16