
Hari Minggu adalah hari libur bagi anak-anak, dan aku pun menyempatkan diri membawa anak-anak untuk berjalan-jalan. Meski hanya berjalan-jalan di dalam kota saja dan hari ini aku mengajak anak-anak ke kebun binatang.
"Abang hati-hati iya Nak, ngga boleh jauh-jauh dari Mama. Inget iya, selalu pegang tangan Mama." Ucap ku mengingatkan, karena kami hanya pergi bertiga. Kedua orang tua ku tidak bisa ikut, karena masih berada di luar kota.
"Iya Mama, keperluan adik sudah di bawa Ma?" Tanya Arjun melihat aku sedang memasukkan beberapa barang di stroller Baby El.
"Udah dong sayang, sudah beres semua. Ayo kita masuk." Ucap ku, segera aku mendorong stroller Baby El sambil menggandeng tangan Arjun untuk masuk ke dalam kebun binatang.
"Kita ke mana dulu nih Bang?" Tanya ku, saat melihat petunjuk arah tempat hewan-hewan itu berada.
"Abang pengen liat harimau dulu Ma, ayo kita ke sana dulu." Ucap Arjun semangat.
"Siap kapten, segera meluncur." Ucap ku, kami pun mengikuti petunjuk arah di mana kandang harimau berada.
"Besar banget Ma harimau nya." Ucap Arjun kagum.
"Iya iya Bang! Besar banget! Lihat taringnya runcing gitu! Mama kok serem iya!" Ucap ku sedikit ngeri melihat harimau besar itu.
"Yah! Mama takut iya?" Ucap Arjun kecewa dan aku pun menggaruk leher belakang ku yang tidak gatal.
"Ngga sih! Kan harimau nya ada di kandang, jadi Mama ngga terlalu takut." Ucap ku cengegesan.
"Jadi kalau di kandang Mama ngga takut?" Tanya Arjun memastikan.
"Memangnya kenapa Bang?" Tanya ku heran.
"Soalnya nanti kalau Abang besar, Abang mau beli harimau buat peliharaan Abang." Ucap nya antusias dan membuat aku melotot.
'Harimau buat di pelihara! Ampun anak kecil ini, ada-ada aja deh!' Ucap ku dalam hati kemudian menepuk kening ku.
"Boleh kan Ma?" Tanya Arjun dengan mata berbinar, membuat ku sulit untuk menolak dan hanya menganggukkan kepala ku.
"Asyikkk makasih banyak Ma, Abang seneng banget." Ucap nya, kemudian memeluk ku dan aku pun hanya bisa menghela nafas panjang.
'Untung masih kecil! Jadi ngga mungkin juga kan dia beneran pengen beli harimau?' Ucap ku dalam hati.
'Eh! Gimana kalau dia beneran pengen melihara harimau? Gawat ini! Bisa mati aku di makan harimau.' Ucap ku dalam hati mulai ketakutan.
"Ma. . . Lihat itu Ma. . ." Ucap nya menunjukkan betapa cepat nya harimau saat di beri makan dan langsung memakan daging segar itu.
"Wah! Keren banget iya Ma! Pantesan aja badannya gede banget, makan daging nya aja segitu Ma. Itu setiap hari harimau makan daging aja ma?" Tanya Arjun dan membuat aku tersenyum.
"Iya sayang! Harimau itu hewan karnivora yang hanya memakan daging, dan harus rutin di beri makannya. Tidak boleh terlambat, nanti dia bisa marah. Kalau harimau marah bisa berbahaya sayang, yang ada nanti apa saja bisa dia makan.
. . . Belum lagi perawatan nya memerlukan tenaga ahli, tidak bisa sembarang orang. Kandang nya juga, Abang bisa lihat kan? Benar-benar kuat dan harus aman! Tidak hanya aman untuk harimau, tapi aman untuk orang-orang juga." Ucap ku dan Arjun pun menganggukan kepala nya.
"Jadi nanti kalau Abang punya harimau, harus di kasih daging setiap hari iya Ma? Terus kita harus cari orang yang ahlinya juga kalau begitu Ma, jangan sampai nanti harimau nya kabur dan malah keliling-keliling di dalam rumah." Ucap nya polos dan membuat aku melotot.
'Ngga ke bayang gimana jadinya kalau Abang beneran melihara harimau, jangan sampai beneran pengen ya allah.' Doa ku dalam hati.
"Gimana kalau kita lihat binatang lainnya? Lihat seperti nya adik sudah mulai bosan." Ucap ku yang melihat Baby El tidak seantusias tadi.
"Hallo Baby! Bosan iya? Ayo kita lihat hewan lainnya iya!" Ucap nya mengajak adik kecilnya berbicara.
"Ayo lest go Abang." Ucap ku menirukan suara anak kecil, setelah itu kami pun mengelilingi kebun binatang hingga siang hari.
"Abang kita cari makan dulu iya, Abang mau makan siang sama apa?" Tanya ku, sambil melihat-lihat para penjual makanan di sekitar kami.
"Abang mau Ayam Goreng, Spaghetti sama es krim." Ucap nya, menyebutkan makanan favorit nya.
"Sebentar di mana iya?" Ucap ku sambil melihat sekeliling.
"Oh. . . Itu di sana! Ayo kita ke sana Bang!" Ucap ku dan kami pun berjalan menuju tempat makan, sedangkan Baby El sudah tidur dengan nyenyak.
Aku memesan makanan dengan membawa kedua anak ku, tidak aku biarkan mereka menunggu seorang diri. Setelah memesan makanan kami pun mencari tempat duduk dan meminta di antarkan makanan pesanan kami.
"Gimana hari ini Abang senang tidak?" Tanya ku sambil memegang botol susu, karena saat ini Baby El waktunya meminum susu.
"Seneng banget Ma, terimakasih iya Ma." Ucap Arjun bahagia.
"Sama-sama sayang! Insyallah setiap Mama ada waktu, nanti kita jalan-jalan lagi iya Nak!" Ucap ku dengan senyum bahagia.
"Siap Mama." Ucap Arjun dan tak lama makanan kami pun datang, kami makan dengan lahap.
Setelah makan kami pun pulang, karena hari semakin siang dan juga badan sudah mulai lelah. Bahkan sepanjang perjalanan pulang Abang dan Baby El tertidur pulas sekali sampai rumah.
"Bang. . . Abang. . . Abang Arjun. . . Bangun dulu yuk!" Ucap ku membangunkan Arjun yang tampak lelah setelah dari kebun binatang.
"Hoam. . ." Arjun menguap sambil merenggangkan tangannya, kemudian mengucek mata.
"Sudah sampai Ma?" Tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sudah sayang, ayo Abang bangun dulu. Pindah tidur nya di kamar iya Nak!" Ucap ku dan Arjun pun menganggukan kepala, dengan perlahan keluar dari mobil.
Kami pun masuk ke dalam kamar masing-masing, segera aku membersihkan Baby El dan menyusuinya dia pun tertidur nyenyak. Setelah itu aku keluar, menuju kamar Arjun.
Tok. . . Tok. . . Tok. . .
Karena tidak ada suara sama sekali, aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan ternyata tidak di kunci.
"Pasti lelah sekali dia." Ucap ku sambil menggelengkan kepala dan berjalan menuju ranjang Arjun. Di mana Arjun tertidur terlentang dengan baju dan sepatu yang masih menempel di kaki nya.
Aku pun menuju ke kamar mandi nya dan mengambil handuk dan baskom untuk mengelap badan nya, dengan telaten aku lap badan nya dan menggantikan bajunya. Selepas itu aku pun mencium kening dan keluar dari Arjun.