Pelacur Itu Istri Gus Azam

Pelacur Itu Istri Gus Azam
Konfirmasi & Diskusi


“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas isu yang sudah beredar di masyarakat. Disini, saya akan mengkonfirmasi tanpa menerima pertanyaan satu pun.


Kita membahas perihal, kenapa saya menikahi seseorang yang menurut kalian tidaklah cocok dengan saya. Banyak pula kata-kata tidak baik yang keluar untuk istri saya.


Ketika saya menikahinya, kondisi istri saya sudah bertaubat dan dia sudah berusaha mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jika dikabarkan, apakah saya dengan dia tidak cocok? Siapa yang berani menilai ketidak cocokan kami jika, Allah SWT saja sudah memberikan restu dan ridho melalui orang tua kami?


Saya selaku suaminya, meminta kepada setiap agensi dan pemilik akun yang menyebarkan foto istri saya di masa lalu untuk menghapusnya. Jika tidak, terpaksa kami akan mengambil tindakan tegas akan hal itu.


Dan sebagai suaminya, Insyaallah sebisa mungkin akan mendidik dia menjadi istri yang sholehah dunia dan akhirat. Sekian, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”


Azam menutup pertemuan hari itu dengan kalimat-kalimat tegasnya.


Ya, ketika mendengar banyak wartawan yang berada di luar untuk minta keterangannya, tentu saja dia tidak bisa membiarkan mereka berdiri di luar sana sampai lelah.


Sebagai suami, dia tidak ingin istrinya terus mendapatkan hujatan yang bisa merusak mental istrinya. Sedangkan sebagai CEO dari suatu perusahaan, kabar pasti akan berpengaruh pada bisnisnya.


Dia tidak peduli jika karirnya sebagai pendakwah hancur, intinya adalah yang terpenting Stella tidak lagi mendapatkan diskriminasi dari orang-orang. Dari apa yang dia sampaikan tadi, Azam berharap orang-orang bisa mengerti dan tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat tidak baik untuk Stella.


“Mas-mas dan mbak-mbaknya sekalian, istirahat dulu ya, mas Azam sudah membelikan makanan dan minuman untuk makan siang” Ucap salah satu penjaga pondok pesantren itu pada semua wartawan yang masih berkumpul di aula.


Sudah biasa bagi mereka, Azam memang selalu baik dan ramah kepada seluruh orang apalagi kepada orang-orang yang bekerja untuknya. Para wartawan itu sudah tidak lagi terkejut dengan aksi Azam yang selalu memberi mereka konsumsi padahal mereka datang tanpa di undang.


“Dia memang lelaki yang baik”


“Tidak mungkin orang baik dijodohkan dengan orang buruk. Tuhan pasti memiliki alasan Stella dinikahkan dengan Azam”


Begitulah bisik-bisik para wartawan setelah Azam menyampaikan konfirmasinya.


Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya sambutan Azam tadi mencuat ke berbagai media.


Azam Wijaya, mengkonfirmasi kebenaran tentang foto tersebut. Dia meminta seluruh agensi dan media sosial menghapus foto tersebut dalam kurun waktu 1x24 jam, karena istrinya sekarang sudah hijrah dan memilih menutup auratnya.


Menjadi suami yang bertanggung jawab dengan sang istri, Azam Wijaya atau yang biasa kita kenal dengan Gus Azam ini berjanji untuk mendidik istrinya dengan baik sesuai syariat Islam dalam video konfirmasinya pagi tadi.


Saat itu juga, kalimat dukungan untuk Stella bermunculan. Tidak lagi ada kesalah pahaman antara netizen kepada Stella dan Azam.


...***...


“Apa Kleo yang menyebarkan hal ini?” Tanya Stella pada Erlangga.


Seseorang yang turut membantu menyelidiki akun palsu yang pertama kali memposting skandal itu.


“Ya, dia adalah Kleo, mantan managermu. Apa kau ingin membawa kasus ini ke rana hukum? Dia bisa saja mendapatkan hukuman karena telah mengambil gambarmu tanpa izin, ini merupakan salah satu tindakan penguntit dan juga pelecehan” Jawab Erlangga.


Stella menatap suaminya yang sedang berpikir.


“Bagaimana menurutmu, sayang?” Tanya Azam pada Stella.


“Aku serahkan saja semuanya padamu” Jawab Stella.


Erlangga sudah tiba di kota itu sejak tadi siang, mereka sekarang sedang berkumpul di ruang tamu bersama dengan abi Daud, umi Fatimah dan Maryam. Membawa bukti yang dititipkan Zaidan untuk diberikan pada Azam.


“Dia bisa dijerat UU nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Apalagi di pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (3), di dalamnya juga termasuk ke dalam kasus pencemaran nama baik.


Sedangkan di pasal 45 ayat (3), menyatakan tentang ancaman pidananya dengan penjara setidaknya 4 tahun atau denda setidaknya Rp 750.000.000” Jelas Erlangga, memberikan perincian perihal hukum negara yang kemungkinan di dapat oleh Kleo.


Azam terdiam sejenak, dia menatap istrinya yang wajahnya masih bengkak karena habis menangis sejak tadi.


“Islam mengajarkan kita untuk mengangkat harkat dan martabat sesama manusia. Kasus ini sudah merugikan istriku, mentalnya terguncang karena dia tidak pernah mengharapkan hal ini terganggu. Bawa kasus ini ke rana hukum, aku akan menyuruh Zaidan mengurusnya” Ucap Azam.


“Biarkan aku yang mengurusnya, adikmu itu sepertinya begitu lelah, ketika memberikan data-data ini saja, matanya sudah seperti panda. Kakak macam apa kau yang membiarkan adiknya bekerja seorang diri untuk kepentinganmu ha?” Sahut Erlangga, memarahi Azam seperti seorang kakak yang begitu peduli dengan Zaidan.


“Mau bagaimana lagi, tidak ada yang bisa aku percaya disana selain dia” Jawab Azam.


“Tapi, kau bisa saja ikut terseret jika membawanya ke rana hukum. Mengingat kau dan Zaidan sudah merentas dokumen-dokumen perusahaan dan juga data-data yang ada di bar. Kau bisa di sanksi untuk itu” Ucap Erlangga.


Sontak semua mata disana menatap Azam, meminta penjelasan atas apa yang disampaikan Erlangga barusan.


“Mencuri dokumen-dokumen apa, Azam?” Tanya Maryam.


“Itu data-data Stella di tempat lamanya, aku hanya mencoba melindungi Stella dan meminimalisir postingan-postingan yang mengekspos wajahnya. Aku hanya tidak rela wajahnya dinikmati oleh banyak orang” Jawab Azam.


Hal itu tentu membuat Stella malu sekaligus kagum, ternyata Azam diam-diam melindungi dirinya? Diam-diam mencoba menghapus ketakutannya?


Sedangkan abi, umi, Erlangga serta Maryam malah tersenyum. Terlebih lagi Erlangga, dia melihat Azam dengan tatapan meledek untuk menggoda Azam.


“Menurut anda bagaimana, pak Erlangga?” Tanya Azam, meminta saran kepada Erlangga untuk keputusan terbaik nantinya.


Erlangga mengernyitkan keningnya.


“Jika Zaidan bermain rapi dalam melakukan aksinya, mungkin pihak polisi akan sulit menemukan bukti-buktinya” Ucap Erlangga.


“Apa ada kemungkinan mereka akan mencari tau perihal itu? Kan tidak ada hubungannya” Sahut Maryam, ikut bertanya.


“Tentu. Dengan ramainya kasus ini, kemungkinan agensi yang kehilangan data-data Stella akan mulai curiga dan menyangkut pautkan berita ini dengan kasus yang sedang mereka hadapi. Tidak ada yang bisa dicurigai selain Azam dan Kleo” Jawab Erlangga.


Maryam menganggukkan kepalanya, “Jika aku bisa memberi saran, ada baiknya kau tidak perlu membawa masalah ini sampai sejauh itu. Anggap saja ini adalah bumbu-bumbu rumah tangga kalian, toh itu sudah terjadi dan kalian baik-baik saja.


Stella, kendalikan dirimu. Jangan berkecil hati, kami menerimamu disini dengan lapang dada. Jangan terus berpikir negatif, tidak baik. Aku akan menemanimu sampai kau merasa baik-baik saja” ucapnya pada Stella.


Rupanya hati Maryam sudah melunak, tatap matanya sudah seperti biasa, tidak seperti tadi pagi yang begitu membara.


“Bagaiaman menurut abi dan umi?” Tanya Azam.


Sebenarnya dia tidak rela dan tidak ikhlas jika Kleo dibiarkan begitu saja. Itulah kenapa dia meminta saran dari orang tuanya juga.


“Benar kata kakakmu, jika kau melanjutkan masalah ini sampai ke pengadilan. Investigasinya akan semakin luas dan kau akan berakhir menjadi tersangka juga.


Bertuabat itu ada tiga. Yang pertama berhenti dari maksiat, yang kedua menyesali kesalahan dan yang terakhir komitmen tidak akan mengulangi. Jika tiga-tiganya itu sudah terpenuhi maka, taubatnya sudah taubat nasuha. Sedangkan, jika salah satu masih ada yang tidak terpenuhi maka, itu tidak akan menghapus dosa-dosanya yang lalu.


Sedangkan Allah ta’ala pun pernah berfirman, Sesungguhnya jika kita menyeru dan berharap pada-Nya, pasti Beliau ampuni dosa-dosa kita tanpa pedulikan apapun. Dan meskipun kita mendatangi-Nya datang dengan dosa-dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pada-Nya, tentu Beliau akan mendatangi kita dengan ampunan sepenuh bumi pula”


Begitu ucapan abi Daud yang akhirnya membuat Azam setuju untuk tidak membuka masalah ini ke rana hukum negara.