Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili
Akhir dari segalanya(End)


Dua orang pria berjalan santai memasuki area restoran yang dijadikan tempat pertemuan oleh Jerry dan Yoona. Keduanya tampak menebar senyum kala banyak wanita yang menjerit histeris ketika melihat ketampanan mereka.


"Bukankah sudah ku bilang, kalau ketampanan diriku ini tak kalah dari artis korea." cetus salah satunya bangga.


"Cih. Mereka berteriak begitu karena melihatku, bukan melihatmu!" Yang satu menimpali seraya berdecih sebelumnya.


Langkah mereka terhenti ketika melihat dua sosok yang ingin mereka temui sudah terlihat dari kejauhan. "Nah, itu mereka!" tunjuk salah satunya ke arah dua orang yang sedang asyik mengobrol.


Tanpa banyak kata, mereka segera menghampiri satu pasangan yang sedang asyik bersenda-gurau di kursi pojok dekat jendela kaca.


Sedangkan Yoona dan Jerry tak menyadari jika tamunya sudah datang. "Sayang. Kenapa lama sekali sih temanmu itu? Aku sudah mulai bosan," gerutu Yoona.


"Sabar, sayang. Mungkin, mereka masih di perjalanan!" sahut Jerry menenangkan.


Baru saja mulut Jerry tertutup rapat, dua orang tamu yang sedang ditunggu itu sudah berdiri di hadapannya. "Hai. Maaf, lama menunggu!"


Jerry mendongak menatap keduanya. Ia pun lantas berdiri, "Nah, datang juga!" ucapnya sambil menjabat tangan. "Apa kabar kalian?" tanya Jerry kemudian.


"Kami baik-baik saja! Kamu sendiri juga sehat, bukan!" sahut keduanya sambil tertawa kecil.


"Tentu saja aku baik_malah sangat baik." timpal Jerry ikut tertawa.


Yoona yang sedang menoleh ke arah luar jendela, tiba-tiba terdiam setelah mendengar suara yang tak asing di telinganya. Suara itu? Ya. Sepertinya dia mengenali suara itu! Kepalanya segera berputar guna menoleh ke arah sumber suara.


Betapa terkejutnya bukan main, ketika mata Yoona menangkap jelas dua sosok pria yang ada di depannya itu. Dia sangat mengenali kedua pria itu_kedua pria dingin dan sok galak, kedua pria yang selalu mengisi hari-harinya dengan canda-tawa, kedua pria yang selalu melindunginya dari marabahaya, kedua pria yang akhirnya menjaganya ketika tak ada siapapun lagi di sampingnya.


"Liu Wei ... Yu Xuan!" gumam Yoona sampai berdiri dengan tatapan tak percaya.


Memang, mereka sangat mirip dengan kedua pengawal bayangan Zhaoling. Yang membedakan ialah potongan rambutnya saja, yang cenderung pendek seperti Jerry saat ini.


Yoona menatap satu persatu, kemudian beralih pada suaminya_Jerry. Ketiganya benar-benar ada di dunia nyata dan mereka pun berteman baik di dunia ini. Ya Tuhan, aku bisa gila! batin Yoona menjerit.


Pasalnya, dia ingin sekali melupakan semua yang berhubungan dengan Kerajaan Xili. Namun, kini muncul lagi dua pria yang dikenalnya di dunia mimpi itu. Apalagi, melihat kedekatan Jerry bersama mereka, membuat pikiran Yoona kembali ke masa itu. Masa dimana dirinya melihat Pangeran dan dua pengawal bayangannya.


Sedangkan kedua pria itu hanya menautkan alisnya ketika Yoona memanggilnya dengan sebutan yang aneh. "Maaf, tadi Nona memanggil kami apa?" tanya keduanya.


Yoona hanya mengedipkan mata menatap keduanya tanpa berniat menjawab pertanyaannya. Dia masih merasa syok setelah melihat dua orang yang sangat dikenalinya di dunia mimpi itu. Dunia mimpi yang seperti nyata itu.


Jangan-jangan, selain Zhaoling, Yu Xuan, Liu Wei, Ibu Suri, dan Zhaohan, masih adalagi orang dari Xili yang berada di dunia nyata. Yoona berpikir keras.


Lamunannya harus buyar ketika tangan Jerry menyentuh lembut pundaknya. "Sayang, mereka bertanya!" berkata dengan lembut.


"Hah? Iya. Ada apa? Em, maaf!"


Ketiganya terkekeh melihat tingkah Yoona yang gelagapan sambil memutar kepala kemudian menunduk.


"Ya ampun. Ternyata, Nona Yoona lucu juga ya orangnya!" kata keduanya. "Perkenalkan. Namaku Ling Shen dan ini Xiaobo." ucap pria yang mirip Liu Wei itu memperkenalkan diri dan juga temannya.


Yoona menjabat tangan kedua pria itu bergantian, kemudian mempersilahkan mereka duduk. Mereka berempat pun akhirnya mengobrol santai sambil sesekali bercanda, tentunya setelah menyantap hidangan di meja.


"Tapi, aku tak mengenal kalian sebelumnya!" elak Yoona yang memang tak mengenal mereka selain di Kerajaan Xili.


"Kamu lupa ya, kalau kita pernah mendapat misi yang sama di perbatasan waktu itu!" Ling Shen mengingatkan.


Sejenak Yoona berpikir. Dari sekian banyak prajurit yang bertugas membantu, tak ada satupun wajah mereka yang diingat Yoona. Mungkin, karena saking fokusnya pada pekerjaannya. Atau bahkan, karena Yoona adalah prajurit wanita satu-satunya di sana hingga ia tak memperhatikan rekan seperjuangannya itu.


Wanita itu segera tersenyum simpul sambil menggeleng pelan. "Aku tak ingat!"


"Sudah ku duga. Kamu mana bisa mengingat kami di antara ratusan prajurit lain. Berbeda dengan kami yang langsung bisa melihatmu, sebab dirimu paling bersinar di antara yang lainnya!" tutur Xiaobo.


"Jelas dia bersinar di antara yang lain, orang cuma dia yang paling cantik di sana!" timpal Jerry sembari mengudarakan tawa.


Yoona mendelik. "Kalau misalnya aku di antara ratusan prajurit wanita. Apa kamu masih bisa melihatku?"


Jerry tersenyum sembari menggenggam erat tangan istrinya. Pria itu bahkan mencium tangan Yoona dengan lembut. "Bahkan jika kamu di antara ribuan wanita sekalipun, aku tetap bisa melihatmu! Kamu yang paling bersinar di antara mereka, sayang. Tak ada yang bisa menutupi sinar yang kamu pancarkan untuk menarik perhatianku,"


"Idih, gombal!" ucap Yoona, Ling Shen, dan Xiaobo bersamaan, kemudian mereka tertawa bersama.


Yoona menatap satu persatu wajah pria di hadapannya itu. Sungguh, hatinya terasa menghangat ketika melihat ketiga pria yang selalu menemani hari-harinya itu ketika di alam mimpi. Ketiga pria ini yang selalu membuatnya kesal sekaligus bahagia di sepanjang hidupnya.


Wanita itu merasa kembali ke alam mimpi, dimana dirinya pertama kali datang ke Benua Jhajhanan, Ibukota Yongseon, Kerajaan Xili. Ingatan masa itu seperti ter'reka ulang di memori otaknya, ketika dirinya mengalami kejadian-kejadian yang melibatkan ketiga pria di hadapannya itu.


Mereka selalu ada untuk Yoona, baik di dunia mimpi ataupun dunia nyata.


Zhaoling, Liu Wei, dan Yu Xuan. Nama yang tak mungkin Yoona lupakan mungkin seumur hidupnya, sebab ketiga pria itulah yang selalu melindunginya di dunia yang entah apa Yoona harus menyebutnya.


'Aku bahagia karena bisa kembali bersama mereka. Orang-orang yang selalu membuatku aman dan merasa nyaman. Walaupun aku harus kehilangan kedua orang tuaku, tapi aku masih memiliki Jerry. Pria yang selalu menyayangi dan mencintaiku sepenuh hatinya, pria yang selalu melindungi diriku dari bahaya. Dialah Jerry, suamiku di dunia ini.'


...~S e l e s a i~...


Hal yang indah akan terasa indah bila kita menghargai keindahan itu sendiri. Namun, beda halnya bila sesuatu yang nyatanya indah, tapi kita hanya memandangnya sebelah mata atau bahkan mengabaikannya. Maka, keindahan itu akan terlihat seperti keburukan yang nampak di depan mata.


Begitupun dengan orang yang menyayangi dan mencintai kita. Jika kita menghargainya, maka mereka akan dengan senang hati untuk menjaga perasaan kita. Namun, jika kita tak menghargai apapun yang dilakukannya, niscaya dia akan meninggalkanmu.


Setelah dia pergi, baru kamu akan sadar, jika dia adalah orang yang paling berarti dalam hidupmu. Maka dari itu, jangan biarkan dia pergi apapun alasannya.


Jaga perasaan pasanganmu, sebab diapun akan membalasnya dengan berjuta kali lipat kebaikan untukmu.


...• • • • •...


Sampai jumpa di cerita selanjutnya ...


...Salam semangat, Lien Machan....


^^^Jum'at, 30 Desember, 2022.^^^