Misteri Cinta Remaja

Misteri Cinta Remaja
Perpisahan


**


Mohon maaf baru up lagi😇 kemaren author sibuk dengan dunia nyata.. Semoga tetap suka ya❤ mohon saran dan kritiknya😍


HAPPY READING ALL😇


****


"Hai semua, kalian cantik-cantik hari ini." sahut Salsa sebari cupika-cupiki dengan ketiga sahabatnya.


"Uhhh ... iya dong, aku sudah mirip aktris korea kan?" sahut Hazrina sebari menggulung-gulung rambut dengan jarinya.


"Terserah, hahaha ...." serentak Salsa dan Lia menertawakan Hazrina.


"Ih kalian!" Hazrina mendengus kesal sebari melipat tangannya di dada diiringi wajahnya cemberut.


Tak berapa lama Vini bersama Wahyu menghampiri mereka. Edgar mencoba mengingat laki-laki yang bersama Vini karena bagi Edgar tak asing. Setelah semakin dekat ia baru sadar.


"Yeee... si to*ol!! ngapain lo disini?" sapa Edgar.


"Ya ampun, bang*at lo ada disini juga?" Wahyu balik tanya karena tak menyangka bisa bertemu dengan pria tertampan di muka bumi ini. Mungkin wkwk.


Mereka berdua saling berpelukan tanda persahabatan. Sedari tadi keempat wanita itu melongo dengan tatapan tak mengerti.


"Aaaaa ... kedua laki-laki tampan ini rupanya saling mengenal." sahut Hazrina berbisik pada Lia dengan wajah berbinar.


"Hey, aku dengar loh!"sahut Salsa melirik Hazrina dengan tatapan tajam.


"Ya ampun ternyata Salsa seram juga kalau lagi marah." Seketika Hazrina mengumpat di balik punggung Lia.


Serentak Salsa,Vini dan Lia tertawa melihat tingkah Hazrina sedangkan kedua pria itu sibuk mengobrol.


***


"Lo ngapain disini? Gue tanya malah nanya balik dasar to*ol!" sahut Edgar menepuk bahu Wahyu.


"Ya jelaslah gue nemenin pacar gue tercinta." jawab Wahyu sebari menunjuk ke arah Vini.


"Buuaaahahaha ...."Edgar tertawa sangat nyaring hingga membuat semua orang melihat ke arah mereka berdua.


"Iissstt ... B*ngsat biasa saja ketawanya, gue malu noh jadi pusat perhatian orang!"sahut Wahyu menyenggol lengan Edgar.


"Iya, sorry gue gak sengaja. Habisnya gue baru tahu kalau lo laku juga!" ledek Edgar.


"Lah, lo sendiri ngapain ada disini?"


"Lo biasa saja kali. Jangan dibusungin itu dada lo gak menarik, rata!" ledek Wahyu diiringi gelakan tawa.


"To*ol gue tampol juga ya!"Edgar mendengus kesal.


Setelah lama berbincang, Salsa dan Vini melambaikan tangannya. Sontak Edgar dan Wahyu menuju mereka.


"Kalian saling kenal?" tanya Salsa dengan wajah bingung.


Edgar mendekat ke samping Salsa dan melingkarkan tangannya di bahu Salsa.


"Iya sayang, dia itu si to*ol Wahyu. Sahabat aku di perusahaan ayah." Jawab Edgar sebari tersenyum.


"Alah lebay banget!" ledek Wahyu sebari tertawa.


"Ssttt Ay jangan gitu ah ...."Vini mencubit pinggang Wahyu.


"Auuu ... sakit beb,"


"Hahaha ... rasain memang enak dicubit pacar?" ledek Edgar menertawakan.


"Kamu juga jangan suka gitu!" Sahut Salsa mencubit perut Edgar.


"Haha ... puas bang*at makanya jangan ngatain orang, kena karma sendiri kan?"sahut Wahyu membalas ledekan Edgar.


"Kamu cubit-cubit, awas ya nanti!" sahut Edgar dengan tatapan siap menerkam.


Salsa bergidik takut sementara Hazrina dan Lia hanya menyimak bisa dibilang obat nyamuk.wkwk


"Sudah ah ... ayo kita masuk sebentar lagi acaranya mulai." ajak Lia seketika menyadarkan mereka semua.


Mereka semua bergegas menuju lapangan tempat diselenggarakannya acara perpisahan itu. Kursi yang berderet tersusun rapi dihiasi dengan bunga-bunga. Begitu juga dengan Panggung yang begitu mewah dan megah. Salsa melingkarkan tangannya di lengan Edgar sedangkan Vini dan Wahyu saling berpegangan tangan.


Sementara apa kabar dengan jomlo fisabilillah? mereka berdua saling bergandengan tangan layaknya orang pacaran.


Setelah menempati tempat duduk masing-masing, acara demi acara telah selesai dengan lancar. Salsa dan ketiga sahabatnya saling berpelukan diiringi air mata yang tak henti mengalir dengan alunan musik menambah suasana menjadi dramatis.


Mungkinkah mereka akan berpisah? untuk melanjutkan cita-citanya?


Untuk persahabatan arti perpisahan bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari mereka untuk bisa saling memahami, saling mengingat dan saling mengenang diantara kenangan yang sudah mereka lalui bersama.


Salam Sahabat.