
Setelah semua berlalu, tidak terasa liburan sekolah telah usai. Sekarang Salsa naik kelas XI IPS 4 bersama Hazrina sedangkan Mega pindah kelas XI IPS 1. Memang sedih jika harus berpisah dengan sahabat yang sudah seperti keluarga selama satu tahun.
"Mega ... jangan pernah lupa sama kita ya," sahut Salsa dan Hazrina saling berpelukan.
"Iya, aku tidak akan pernah lupa sama kalian kok. Kalian tetap menjadi sahabat terbaik untukku."
"Kamu juga sahabat terbaik bagi kita," jawab Salsa dan Hazrina sebari meneteskan air mata.
"Berjanjilah akan selalu menjadi sahabatku," sahut Mega bersedih.
"Kita janji," serentak Salsa dan Hazrina.
Mereka bertiga pun saling berpelukan melepaskan semua kerinduan.
Ketika perpisahan datang, bukan berarti semua kenangan akan berakhir. Kita hanya perlu dewasa dalam menyikapinya serta mampu menerimanya.
***
Setelah perpisahan itu, Salsa dan Hazrina masuk kelas baru XI IPS 4. Di sana, ia bertemu dengan sahabatnya sewaktu Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"hai, kalian ternyata kita satu kelas lagi," sahut Salsa gembira.
"Hai Salsa, apa kabar, kita rindu denganmu," serentak dua sahabatnya memeluk Salsa.
Ya, mereka berdua adalah Lia dan Vini. Sementara itu, Hazrina malu-malu sedari tadi hanya berdiri di belakang Salsa.
"Aku juga rindu sama kalian, senangnya bisa berkumpul kembali. Oh iya, perkenalkan ini temanku namanya Hazrina," sahut Salsa sebari menarik tangan Hazrina untuk berkenalan.
"Hai Hazrina, salam kenal, aku Lia dan ini Vini tapi bukan adikku tidak seperti upin dan ipin. haha ...." sahut Lia bercanda.
"Hehe ... Iya salam kenal juga."
Setelah mereka berkenalan lalu memilih tempat duduk. Salsa satu bangku dengan Lia sedangkan Hazrina dan Vini.
***
Berbeda dengan Edgar, ia sekolah di SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Ia juga sama kelas XI. Edgar memiliki sahabat bernama Ridwan.
"Hei bro, bagaimana kabar lo?" tanya Ridwan menyapa.
"Kelihatannya bagaimana, lo ini ya sudah tahu sehat masih saja nanya," ketus Edgar.
"Tenang Ed .... galak sekali," ledek Ridwan.
"Eh lo, dasar sarung sobek. Mau gue tendang?"
"Ya ampun lo pagi-pagi sensi banget, kurang obat kali ya?"
"Lo tuh kurang belaian cewek makanya gesrek gitu haha ...." ledek Edgar.
Itulah mereka jika bertemu bagai tom dan jerry. Walaupun mereka sering bercanda tetapi giliran serius maka akan membuat semua orang serangan jantung.
***
Salsa, Hazrina, Lia dan Vini mengobrol sesekali bercanda. Mereka menghiraukan yang lainnya padahal di kelas itu bukan hanya mereka melainkan banyak siswa-siswi lain.
Dua orang pria yang bangkunya sejajar tepat di belakang bangku Salsa dan Lia. Kedua pria itu jahil mencolek punggung Salsa dan Lia.
"Hai cewek, salam kenal," sahut dua pria itu.
"Memang kita berdua cewek, dasar pria aneh," sahut Salsa dan tiga sahabatnya secara bersamaan.
"Galak bener sih, bolehlah kita berkenalan. Perkenalkan nama gue Ferryl, ini teman gue namanya Dito."
"Asal kamu tahu, kita semua dari tadi tidak menanyakan siapa namamu dan temanmu itu," ledek Lia.
"Dih ... dasar cewek galak."
Ferryl terus menggerutu memaki Salsa dan kawan-kawannya. Namun, keempat wanita itu acuh saja tidak mendengar makian Ferryl.
Saat ini, mereka saling bertukaran cerita membahas percintaan dan kehidupan barunya. Salsa dan Vini saling bertukar cerita mengenai kekasihnya. Sesekali mereka berdua tertawa saat berbagi cerita konyol akan tingkah laku kekasihnya itu. Sementara, Hazrina dan Lia kini sedang berfoto lalu mengunggah ke media sosial.
***
kenapa aku jadi kepikiran sama Edgar ya. Kok aku jadi rindu dia. Gumam Salsa.
Seketika Salsa membuka ponsel lalu mengirim pesan melalui Watshap.
Salsa: Sayang, kamu lagi apa?
***
Saat ini, Edgar sedang berkumpul dan mengobrol bersama teman-temannya. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, dilihatnya satu notifikasi pesan masuk dari watshap. Edgar tersenyum lalu membalas pesan dari kekasihnya.
Edgar: Aku lagi kumpul sama temen, ada apa sayang?
Tak berapa lama muncul kembali sebuah pesan.
Salsa: Aku rindu Ed ... maaf, aku mengganggumu ya?
Edgar: Masa sih rindu, aku juga sama sayang. Nanti pulang sekolah aku jemput ya.
Salsa: Benarkah kamu akan mrnjemputku? Baiklah, nanti aku tunggu di depan gerbang sekolah ya.
Edgar: Iya bawel ... Jangan menggemaskan seperti itu!
Salsa : Ih, memang kelihatan? kamu kan, jauh.
Edgar: Tapi aku jadi terbayang wajahmu. Sudahlah sayang, cepat belajar. Jangan main ponsel terus!
Salsa : Iya, Iya bawel ....
Salsa tidak sempat membalas pesan dari Edgar. Pada saat itu seorang pria paruh baya yang tak lain adalah guru sosiologi memasuki kelas.
Guru yang bernama pak Pupu, memiliki kepribadian yang tegas dan baik. Guru yang menjadi favorit para siswa maupun siswi. Pak Pupu selalu mengajarkan pentingnya bersosialisi di lingkungan sekitar serta menjaga etika sopan santun.
Di usianya yang sudah tua, namun ia tetap bekerja untuk menghidupi anak dan keluarga. Ia menjadi guru yang bijaksana. Sikapnya yang tegas jika ada siswa yang tidak mengerjakan tugas.
Pak Pupu memulai pelajaran mengenai kontak sosial di lingkungan masyarakat. Dengan diawali dengan kata basmalah, ia mulai menjelaskan materinya.
"Dengarkan anak-anak, di setiap lingkungan pasti kita akan selalu melakukan kontak sosial apalagi jika itu berhubungan dengan masyarakat. Dimana kita harus menerapkan itu dengan baik dan benar supaya masyarakat mengetahui serta memahami yang di maksud dengan kontak sosial," sahut pak Pupu menjelaskan.
Para siswa maupun siswi mulai mencatat apa yang di ucapkan oleh pak Pupu.
"Ada yang tahu kontak sosial itu terbagi menjadi berapa macam?" tanya pak Pupu melontarkan pertanyaan.
Mereka semua yang ada di dalam kelas saling menatap satu sama lain. Salah satu dari mereka mengangkat tangan. Pak Pupu menunjuk pada siswi yang mengangkat tangannya.
"Ya, bagaimana apa Salsa tahu jawabannya?"
Salsa mengangguk lalu menjawab," Kontak sosial itu terbagi menjadi tiga macam diantaranya: pertama, kontak sosial primer yang terjadi secara langsung. Kedua, kontak sosial sekunder langsung yang terjadi melalui media namun langsung dari orang pertama dan kedua. Ketiga, kontak sosial sekunder tidak langsung itu terjadi melalui beberapa orang, contohnya Lia menelepon Vini untuk menyampaikan hal penting pada Hazrina. Mungkin itu yang bisa saya jelaskan, terimakasih," sahut Salsa menutup penjelasannya.
Seketika pak Pupu tersenyum lalu menepuk tangan diikuti oleh semua siswa-siswi disana.
"Jawaban yang tepat dan bagus. Terimakasih nak Salsa, sudah menjelaskan mengenai pembahasan kontak sosial," sahut pak Pupu tersenyum pada Salsa.
Salsa mengangguk dengan degub jantung yang berdebar karena menjelaskan di depan semua siswa maupun siswi.
"Apakah dapat dimengerti oleh semuanya?"
Semua murid menjawab, "Mengerti pak."
"Syukurlah kalau begitu, setelah itu kerjakan pertanyaan yang ada di buku mata pelajaran kalian!"