
Bumi terus berputar pada porosnya, siang berganti malam. Tak terasa satu tahun berlalu tepat hari ini hari perpisahan di sekolahnya.Salsa sangat bahagia setelah sekian lama ia berhubungan dengan Edgar.Rasa tidak ingin kehilangan pun terbesit dihatinya.
Pagi yang sangat cerah, melihat senyum terukir di bibir imut Salsa. Ia sudah berdandan sangat cantik dan bersiap-siap menghadiri acara perpisahan. Di temani oleh Ibu Meila dan Edgar. Sementara Edgar hari perpisahannya di mulai siang hari, jadi ia masih punya kesempatan untuk menemani Salsa.
"Assalammualaikum bu,"
"Waalaikumsalam,eh nak Edgar,mau jemput Salsa ya?"tanya bu Meila tersenyum ramah.
"Ia bu, apa Salsanya sudah siap?"
"Sebentar," ibu Meila memanggil Salsa.Tak berapa lama Salsa menuruni tangga yang terbuat dari kayu.Ia tampak cantik dengan rambut panjang terurai hiasan mahkota kecil dikepalanya dengan gaun berwarna pink muda perpaduan yang cocok dengan warna kulitnya. Melihat Salsa, membuat Edgar terpesona.
Wanitaku cantik sekali.
"Itu Salsanya sudah siap nak," sahut bu Meila membuat Edgar tersadar dari lamunannya.
"Eh ia bu hehe."
"Sayang ayo!" Ajak Salsa melingkarkan tangannya di lengan Edgar.
"Iya sayang," Edgar tersenyum menatap Salsa. " Bu, saya pamit dulu ya," sahut Edgar mencium punggung tangan bu Meila begitu pun dengan Salsa.
"Ia nak hati-hati, nanti ibu menyusul." Sahut bu Meila melambaikan tangan.
Saat ini Edgar membawa mobilnya, ia membukakan pintu mobil, mempersilahkan Salsa masuk. Salsa tersenyum manis menatap Edgar.
Kamu manis kalau senyum,aahhhh sayang.
Edgar pun masuk dan tidak langsung melajukan mobilnya, ia menatap Salsa, melihat bibir imutnya.
"Sayang kamu kenapa si?" seketika pipi Salsa merah merona.
"Kamu cantik sayang,"puji Edgar.
Tak kuat menahan apa yang diinginkannya. Edgar menarik pinggang Salsa. Membuat Salsa terkejut, ia mengerti apa yang di mau Edgar. Seketika Salsa memejamkan matanya. Seringai senyuman di sudut bibir Edgar. Ia mendaratkan bibirnya di bibir imut Salsa. Ci**an yang cukup lembut.Edgar menggigit bibir Salsa, memasukkan l***ah nya. Salsa membalasnya.Cukup lama mereka berci**an.
"Ssstt sayang nanti saja, ayo berangkat nanti kesiangan." Sahut Salsa mengingatkan.
"Yah, ayang" sahut Edgar cemberut dan melajukan mobilnya.
Salsa tergelak melihat wajah Edgar.
Kamu gemas banget si, makin tampan kalau lagi cemberut.
***
Vini yang sudah berdandan selama tiga jam masih belum beres juga memilih baju. Setelah akhirnya ia memutuskan memakai baju yang paling awal ia coba, gaun berwarna merah dengan make up yang natural tidak terlalu mencolok.Sedangkan Wahyu sudah menunggu sekitar satu jam di depan rumah Vini. Tak berapa lama Vini menghampiri Wahyu.
"Maaf ay, aku lama ya?"sahut Vini menunduk.
"Tidak ko beb, kamu cantik sekali hari ini," sahut Wahyu sebari mengangkat dagu Vini hingga ia mengadah saling bertatapan membuat pipinya merah merona.
"Ay ayo berangkat siang nih." Sahut Vini melihat jam tangan yang melingkar.
"Ya udah ayo beb," Wahyu mengulurkan tangannya.
Vini membalasnya dengan kecupan di pipi Wahyu membuat Wahyu kaget tapi di hatinya ia sangat senang menerima kecupan tulus dari Vini.Mereka pun berangkat menggunakan motor Adv.
***
Setelah berapa lama, tiba juga di Sekolahnya. motor Wahyu berpapasan dengan mobil Edgar.
Tiiiittt...
Edgar menekan klakson, seketika Salsa membuka kaca mobil melambaikan tangan pada Vini sebari tersenyum. Vini pun membalasnya. Edgar melirik sekilas dan tersenyum.
Kok gue berasa pernah ketemu sama tuh cowok ya!
Setelah memasukkan mobil di parkiran yang sudah tersedia.Edgar dan Salsa berjalan menuju sahabatnya.