Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Iblis Dari Masa Lalu


Ternyata iblis jahat musuh Boas Egdan di masa lalu masih mengikuti Shena hingga sampai saat itu, ia tahu kalau Aresya itu adalah putri dari Torak pemilik batu kristal,  ia ingin mengambil tubuhnya .


Mahluk hitam itu,   marah karena rencananya tidak berjalan sesuai kemauannya, ia marah karena Aresya melawannya,  karena Aresya memilih menyerahkan mahkota kewanitaannya pada suaminya,  orang yang ia pikir berhak mendapatkannya.


Kemarahannya semakin menjadi jadi saat melihat Aresya bisa selamat dari tanda yang ia berikan, karena Aresya bisa melepaskan tanda itu dari tubuhnya dan saat itu sedang hamil.


Kemarahan itu ternyata bukan hanya untuk Aresya lagi, juga mengincar Davino, lelaki yang sudah merusak rencananya, lelaki yang pertama yang  menjamah Aresya, kini,  ia mencari celah untuk  masuk ke dalam apartemen.


Ia berubah gumpalan asap, bayangan hitam itu masuk dengan mudah melalui celah pintu,


Tidak mau Aresya dan Davino dalam bahaya. Ny. Marisa mengajak Aresya, Davino, Lilis dan semua anak buahnya, mengajaknya berpegangan tangan membentuk lingkaran dan menunduk. Membacakan ayat-ayat yang bisa mengusir syetan.


“Apapun yang terjadi jangan pernah membuka mata, karena ia bisa membuat tipuan melalui penglihatan,” pinta Ny. Marisa mengingatkan anak buahnya yang ikut bergabung.


Mahluk hitam itu, seakan tidak mengenal rasa takut, ia berdiri di tengah lingkaran, hawa dingin semakin terasa menusuk kulit.


Bayangan hitam itu mendekati Aresya dan mencoba memasuki tubuh Aresya, namun, seakan ada kaca penghalang, membuat ia tidak bisa masuk, namun saat ia berdiri di depan Aresya.  Tiba-tiba mata Aresya menatapnya dengan tajam, ia terlihat sangat asing.


Bayangan putih keluar dari mulut Aresya, ia menangkap  bayangan gelap mencekamnya dengan kuat, ia melawan, pertarungan pun terjadi antara gelap dan putih.


Seseorang yang meminjam tubuh Aresya selama ini adalah mahluk penjaga storbit. Ia sengaja  bersembunyi di tubuh Aresya, meminjamnya menunggu mahluk pemburu datang mengincarnya, agar ia bisa menangkap. Rencananya berhasil mahluk jahat itu datang mencari Aresya seperti yang di perkirakan.


Menangkap bayangan hitam mengurungnya dalam satu botol kaca dan kedua mahluk itu menghilang.


Aresya tersadar, “Aduh apa yang terjadi? kepalaku sakit” Aresya memegang kepalanya


“Aresya, kamu sudah ingat?”


“Ingat apa, oma?”


“Iya ampun dia  sudah pulih”  Ny. Marisa memeluk lehernya. Ia menangis terharu, baru kali ini wanita itu merasa senang dan merasa takut tadi.


“Aresya!” Davino  ingin memeluk istrinya.


“Aduh, Pak Davino, kamu membuatku tidak bisa bernafas,” ucap Aresya mendengar ia memangil pak lagi pada suaminya. Lilis dan Ny. Marisa tertawa, mereka  menertawakan Aresya yang selalu memanggil Davino dengan sebutan, pak.


“Iya, kamu sudah kembali,” ucap Davino belum melepaskan tubuh Aresya.


Saat dalam pemindahan jiwanya ke dalam batu, ada roh yang menjaga Aresya yang mereka yakini ia  nenek moyang mereka yang dulu ada bersama mereka di dunia ini. Ia meminjam tubuh Aresya bersembunyi di sana, itulah alasannya kenapa Aresya lupa ingatan,  karena lelaki tua itu tidak tahu apa-apa tentang kehidupan yang sekarang, jadi saat bersembunyi di tubuh Aresya ia memutuskan pura-pura bisu, kalau ia mengeluarkan suara maka yang keluar suara  lelaki. Maka karena itulah ia  berpura-pura  bisu  dan lupa ingatan dan itu berhasil, si Bayangan  Hitam  berhasil di tangkap dan di kunci.


Aresya kembali normal lagi, setelah  jiwa yang meminjam jiwanya keluar.


“Aku berharap, iblis jahat itu tidak datang lagi”


“Lelaki tua itu, sudah menangkapnya, ia mungkin tidak tahan saat keturunannya jadi incaran mahluk jahat itu,” ucap Ny, Marisa.


Niat ingin menjenguk adeknya dibatalkan, namun Aresya pergi melihat sebentar,  sebelum pulang lagi ke Jakarta. Keadaanya semakin baik ia sudah bisa bicara. Ia juga bisa mengerakkan tangannya.


“Terimakasih, akhirnya adekku mulai pulih,” ucap Aresya.


“Aku yakin ia akan semakin pulih,” ucap seorang dokter yang menangani Areyani.


Tadi, Aresya minta izin sama Ny. Marisa untuk menjenguk adeknya, ia memilih berangkat bersama Adi, tetapi Davino tidak tahu,  tidak diajak, pergi dengan Adi Aresya lebih senang dan nyaman pergi dengan lelaki bertato itu dari pada suaminya.


“Non, kamu belum tahu apa yang terjadi selama kamu tidur’kan?” tanya Adi menyalahkan mesin mobil berwarna merah , hasil rentalan selama di Singapura.


“Tidak , ada apa?”


Adi menceritakan semua pada Aresya perselingkuhan Kirana dan Alir dan  tidak dapat bercerai  terkendala karena perjanjian nikah.


“Akhirnya dia tahu juga,” ucap Aresya, ia masih  jelas di ingatannya bagaimana Davino menamparnya saat ia menyinggung istrinya.


“Apa Non Aresya sudah tahu sebelumnya?” tanya Adi penasaran.


“Oh jadi hubungan mereka sudah berjalan lama?”


“Sepertinya iya” jawab Aresya tidak bersemangat dan tidak ingin terlibat dalam persoalan mereka.


*


Saat mereka tiba.


“Darimana ?” tanya Davino kesal saat Aresya dan Adi tiba di apartemen itu lagi.


“Aku dan Adi pergi ke rumah sakit sebentar”


“Kenapa tidak mengajakku? Kenapa malah mengajak Adi?” Davino merasa kesal saat Aresya memilih jalan bersama Adi.


Davino berpikir kalau Aresya akan  berubah dan akan menerimanya dengan baik, ia tidak tahu kalau Aresya masih sama.


Sebelum pulang ke Jakarta Aresya meminta kalau ia kembali ke rumah yang di Bekasi tanpa Davino dan ia sudah siap untuk melahirkan di sana.


Aresya menolak untuk istri Davino,  ia hanya ingin melahirkan anak untuk keluarga Erlangga, lalu ia akan pergi dan kembali pada keluarganya.


“Apa kamu tidak mau menjadi istri Davino, Aresya?” tanya Ny. Marisa berharap.


“Tidak oma, terima kasih, aku ingin menyelesaikan kesepakatan  kita dan ingin  berkumpul bersama keluarga, aku ingin sekali membahagiakan adikku”


“Tapi kamu bisa melakukan itu semua dengan menjadi istri Davino, dengan menjadi menantu dari keluarga Erlangga, kamu bisa lebih mudah membahagiakan adikmu”


“Aku tidak ingin satu hubungan karena paksaan, oma”


Ny. Marisa menarik  nafas yang sangat berat, ia tidak pernah menduga kalau Aresya akan tetap teguh pada perjanjian pertama, padahal ia sangat mendukung wanita itu akan  menjadi menantu di rumahnya. Tadinya ia berharap Aresya menjadi satu-satunya menantu di rumahnya, sayang sekali Aresya menolak menjadi menantu sah di rumah Davino,


Bersambung...


Bersambung ...


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)