
Hidup yang mereka jalani saat ini, kehidupan yang mereka pilih berdua sebenarnya, di mana saat itu Boas Egdan meminta kehidupan di mana ia melupakan dan tidak mengingat Shena.
Shena juga meminta hal yang sama, maka takdir hidup yang mereka jalani saat ini, pilihan mereka berdua. Davino tidak suka dengan Aresya, karena ia salah paham mengira wanita itu hanya ingin mengincar harta keluarga
Di kehidupan saat I ini Boas Egdan, lelaki yang angkuh dan suka memakai banyak perempuan dan ia juga memiliki gaya ranjang yang aneh.
“Semua orang melihatmu, lepaskan tanganmu” ucap Aresya mencoba melepaskan genggaman tangan Davino.
Davino membawanya Villa keluarga, tempat ia bersinggah setiap kali datang ziarah ke makam maminya.
Menyeretnya masuk, Davino melepaskan pakainya. “Kamu bilang ingin membantuku tadi, sekarang lakukanlah”
Mata Davino menatapnya dengan tajam, Aresya duduk dengan tenang.
“Maafkan saya tadi,” ucap Aresya melihat kemarahan Davino.
“Terlambat untuk kamu meminta maaf, kamu bilang tidak apa-apa karena kamu istriku, sekarang juga aku katakan tidak apa-apa karena aku juga suamimu. Ia mendekat dan meraih bibir aresya dengan kasar tadinya Aresya bersikap tenang, karena ia melihat Davino dalam keadaan marah, namun ucapan Davino membuatnya murka, Davino bilang. “Saya akan bayar untuk malam ini jika perlu”
“Apaaa?”
Pak …
Aresya menamparnya tidak terima saat Davino merendahkanya lagi.
“Kamu istriku”
“Kamu berengsek dengan mulut berengsekmu” Aresya mendorong tubuh Davino.
Namun saat ia dalam kemarahan, tiba-tiba ia melihat bayangan orang mengarahkan pistol pada Aresya, dengan refleks, ia menarik Aresya membalikkan tubuhnya dan menarik Aresya ke dadanya untuk melindunginya, hingga akhirnya ….
Dor …
Satu tembakan mengenai pundak Davino , awalnya ia melihat ada bayangan di kaca dan benda itu mengarah pada Aresya, saat Davino melihatnya batin untuk melidungi bangkit, ia menarik Aresya ke dadanya dan membalikkan tubuhnya akhinya peluruh itu menembus pundak Davino, Aresya masih panik dan bingung ia tidak tahu apa yang terjadi.
Buaar…
Dengan bringas kedua penjahat itu memecahkan kaca jendela, ingin menerjang masuk dengan keadaan terluka Davino menarik tangan Aresya membawanya keluar dan bersembunyi di bawah Villa, tepatnya di samping kuburan Maminya.
“Cari sampai dapat habisi wanita itu,” perintah seorang. Aresya mengintip dari semak-semak dari tempat mereka bersembunyi.
Lelaki itu tidak asing, namun ia lupa-lupa ingat di mana ia pernah melihatnya.
Davino sudah meringis kesakitan, kalau ia tetap bersembunyi di sana, Aresya yakin para penjahat itu akan mendapatkan mereka berdua.
Aresya memapah Davino membawanya menjauh dari sana , di atas Villa keluarga Davino ada bukit agar lebih aman Aresya membawanya kesana.
Saat tiba di atas bukit ternyata ada rumah kecil tempat pengurus pemakaman, Aresya membongkar gembok rumah permanen itu, rumah yang di gunakan para pekerja petugas pemakaman umum karena di depan rumah itu ada pemakaman umum, jadi rumah itu untuk beristirahat dan menyimpan barang-barang para pekerja makam karena sudah malam , Aresya berpikir tidak menemukan mereka di sana, selain tempatnya menyeramkan, karena daerah pemakamannya, suasana di luar juga gelap.
Ia masuk dan menghidupkan saklar lampu untung ada lampu, walau hanya bola lampu kecil, ia meletakkan Davino di atas tikar, ia melihat peralatan yang bisa ia gunakan untuk mengeluarkan peluru dari pundak Davino, menemukan tang dan diatas kaca ada pinset milik para pekerja, kebetulan ada satu botol minuman keras yang belum di buka mungkin milik para pekerja minumnya saat udara dingin.
Beruntung, ini bisa, ucap Aresya dengan singap dan berani ia membakar pisau kecil itu dan pinset membakarnya di atas lilin. Wajahnya penuh darah yang masih menetes dari hidung yang ditampar Davino, ia terus mengusap darah dengan telapak tangannya, darahnya mengalir terus dari hidung
“Ini gigit dan ini minum, saya akan mengeluarkan pelurunya sebelum kamu mati kehabisan darah,” ucap Aresya.
“A-pa yang ingin kamu lakukan,” ucap Davino dengan lemah dan wajahnya sudah pucat karena banyak kehilangan darah, tetapi ia bisa melihat wajah Aresya yang penuh darah dari hidung.
Aresya memberikan kainnya untuk di gigit dengan usaha keras, ia akhirnya mengeluarkan peluru itu dari pundak Davino, untungnya tidak terlalu dalam karena terhalang di antara tulang pundaknya.
Aresyah punya banyak keahlian, ia bisa mengeluarkannya dengan baik, tidak ada rasa takut sedikitpun, ia membongkar semua laci-laci dalam rumah itu, akhirnya ia menemukan kotak obat, ia membungkusnya dengan perban setelah ia bersihkan dengan alkohol Davino akhirnya selamat.
Setelah Davino aman, Aresya mengangkat hidungnya ke atas untuk menghentikan pendarahan dari hidung.
Ia keluar dan mengintip melihat ke arah bawah, sudah hampir satu jam, namun, para bajingan itu masih menyisir sekitar Villa menggunakan senter karena sudah malam.
Aresya yakin para penjahat itu, akan menemukan mereka Karena jejak darah dari Davino, menetes banyak dari luka tembakan dan luka di tangan Davino luka di tangan, karena kaca ia pecahkan menggunakan tangannya, memukul kaca bagian belakang untuk membawanya kabur.
Kalau Aresya dan Davino tidak menjauh, ia yakin akan mengikuti jejak darah, melihat sinar senter itu semakin mendekat Ares masuk kerumah dan membawa Davino, menjauh dari rumah, membawanya kearah hutan menjauhkan dari para penjahat yang mengincar dirinya.
‘Aku berharap bayi dalam kandunganku kuat’ ucap Aresya dalam hati.
Aresya, mendudukkannya di sebatang pohon Aresyah menyalahkan api unggun, ia membawa beberapa peralatan dari rumah penjaga makam itu, saat ia menyalahkan api ia baru ingat, kalau lelaki yang mengincarnya lelaki yang sama, orang yang ingin mencelakai Ny. Marisa saat di pabrik beberapa bulan yang lalu.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasih untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)