Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Berselisih Dengan Dewa


Setelah mengamankan potongan batu kristal dalam tubuhnya, Boas keluar dari rumah besar itu, ia melihat ada tiga orang penjaga rumah sedang terbangun, untungnya saat mereka di dunia, hari sedang malam, menguburkan keturunan sahabatnya di tempat yang layak.


Lalu ia memindahkan ketiga orang penjaga rumah itu keluar dengan keadaan tertidur, lalu mengunakan kekuatan miliknya, untuk membakar rumah milik Putri Shanam.


Boas, akhirnya bisa menggunakan kekuatannya lagi, bahkan saat batu kristal itu ia masukkan ke dalam tubuhnya, ia merasa sangat gembira. Akhirnya batu kristal kedua ia temukan dan ia simpan dalam tubuhnya.


Kini ia harus mencari batu kristal ketiga dan ke empat untuk mengubah takdir hidup yang sudah di torehkan untuknya.


Memakamkan tubuh wanita yang di awetkan, salah satu perbuatan baik , karena keinginan hati ibunya Shanam ingin dimakamkan di dunia tempat di mana ia lahir, maka dengan membawanya ke dunianya, Akhirnya jiwanya tenang, satu perbuatan kebaikan telah ia lakukan untuk memperbaiki kesalahan yang ia perbuat.


“Tuan di mana kita, bukan ini negara yang Tuan tinggali”


Saat turun dari pintu portal planet, Boas dan dos berada di negara lain.


Saat ia ingin meninggalkan rumah yang ia bakar, itu tiba-tiba awan putih turun lagi dari langit dan seorang Dewa berpakaian putih datang. Dewa angin di perintahkan Dewa tertinggi untuk membawa hewan bersayap itu kembali ke istana Para Dewa.


“Kenapa harus sekarang ? tidak bisakah setelah ke empat batu saya temukan barulah dos di bawa ke istana?”


“Ini perintah Dewa tertinggi, saya hanya diperintah,”ujar Dewa angin dengan suara lugas, dan tegas tidak ada tawar menawar di sana.


“Tapi Dewa, batu ketiga dan ke empat belum saya temukan, tanpa dos, saya kesulitan menemukanya”


“Saya ikut prihatin King, tetapi yang kamu dapatkan ini adalah sebuah hukuman yang harus kamu jalani sendiri, dan sudah selayaknya kamu mandiri tanpa bantuan binatang bersayap ini”


“Selama ini saya menjalani hidup mandiri dan kehidupanku sendiri , saya hanya meminta dos tetap bersamaku hanya sementara waktu,” suara Boas tidak kalah tegas, walau lawan bicaranya seorang Dewa yang selayaknya di hormati.


“Maaf, mintalah itu pada Dewa tertinggi, bukan dengan saya, King, ”Ujar Dewa angin.


Boas tidak tinggal diam, saat dos di bawah kembali ke istana Para Dewa,


”Kalau begitu, bawakan saya juga terbang ke sana, ingin bertanya langsung pada Dewa tertinggi” Boas terbang menuju istana para Dewa.


*


“Hukuman, tetaplah hukuman King, tidak ada tawar menawar” Singa jantan ini sudah menemani mendapatkan batu kedua, untuk hal itu patutlah kamu bersyukur, kamu banyak melakukan pelanggaran selama menjalankan hukuman ini.


Saya sudah bilang jika kamu melakukan hal yang buruk lagi di dunia, menyakiti dan mencelakai umat manusia, maka hukuman kamu akan semakin bertambah”


“Saya hanya meminta Dos menemaniku, apa itu satu pelanggaran?”


“Iya, baiknya hukuman kamu jalani sendiri, tanpa perlu melibatkan orang lain,” ujar Dewa tertinggi dengan nada lugas dan berwibawa.


Merasa permintaannya tidak di tanggapi, malah di ceramahi, Boas berpikir tidak perlu berlama-lama di istana megah itu. Boas membalikkan tubuhnya dan meninggalkan ruangan itu di mana para Dewa duduk dan memberinya nasihat, ia berjalan ingin pergi, tepat saat Sang Dewa masih berbicara padanya.


“Kamu masih tetap angkuh dan sombong King, sama seperti dulu” ucap Dewa tertinggi menatap Boas dengan tatapan menajam.


“Percuma berlama-lama berada di istanamu, karena kamu dan para dewa yang lain tidak akan mau mendengarkan apapun permintaanku,” ujar Boas lalu pergi.


“Lelaki keras kepala itu tidak akan mengubah sikap angkuh itu” Dewa api menimpali, dari dulu Dewa api selalu tidak suka padanya.


Dos, hewan yang paling setia dan baik, ia bahkan menggantikan tuannya memohon pada Dewa tertinggi, agar ia beri kesempatan untuk mendampingi Boas Egdan untuk menyelesaikan tugasnya.


“Dos, kamu binatang yang sangat baik, tidak seharusnya kamu dapat hukuman karena lelaki keras kepala itu”


“Saya senang membantunya Dewa, dia oran yang baik, dia sudah banyak mengalami hal buruk, terutama saat kami di planet Themis, ia banyak mengalami hal buruk terluka parah, dan ia juga tidak bisa menggunakan kekuatannya selama di sana, tetapi semangatnya kuat, bahkan ia juga membawa mayat cucu dari sang penasihat dan dikuburkan dengan layak di duni ini.


Karena itu saya memohon pada Dewa agar saya di beri kesempatan lagi untuk menemaninya’


Mendengar semua penuturan dos, Dewa tertinggi akhirnya memberinya kesempatan untuk menemani Boas mencari batu.


“Baiklah, kamu akan menemani Tuanmu. Namun, kamu akan ber wujud menjadi seorang manusia, kamu kehilangan kemampuan sihirmu, tetapi kamu akan menjadi seorang kesatria pedang yang hebat sama seperti Raja Pedro”


“Baiklah Dewa” Binatang yang bersayap itu sangat gembira, setelah, itu terbang menghampiri Boas yang sedang duduk menatap kosong kearah jalanan kota, ia duduk di atap gedung tinggi di pinggir pantai, tidak ada dos, ia berpikir hidupnya akan sulit dan kesepian


“Kemana batu ketiga dan keempat akan aku cari, tidak ada petunjuk tidak ada peta,” ujarnya bicara pelan.


“Saya tahu akan menemukan Tuan di sini,” ujar Dos berdiri di samping tubuh lelaki bertubuh berotot itu.


Boas membalikkan tubuhnya menatap lelaki bertubuh besar di belakangnya dengan pakaian ala perang jaman dulu.


Kedua alis Boas mengkedut menatap


Dos, “Ini Saya Tuan”


“Dos ….?”


“Iya Tuan, Dewa berbaik hati dan menyetujui saya untuk menemani Tuan berpetualang lagi mencari batu ketiga dan keempat”


Boas berdiri, “Dos, baguslah tadinya aku pikir aku akan bekerja sendirian”


“Iya Tuan, saya akan menemanimu untuk mendapatkan batu”


“Baguslah, aku pikir para lelaki tua bangka itu tidak mau mengijinkan mu”


Mendengar dirinya di ledek manusia seperti Dos, Dewa api tiba-tiba muncul.


“Ketahuilah, anak manusia! Dewa tertinggi tidak akan melakukan itu kalau tidak melihat kebaikan dos, harusnya kamu berterimakasih untuk hal itu”


“Oh.oooH baiklah dewa api, kita memang dari dulu tidak pernah satu pikiran, Dewa api tidak perlu mengajari ku dalam bersikap,karena aku masih punya akal sehat”


“Satu hal lagi, kamu tahu awal dari kehancuran seorang manusia? ia bersikap sombong angkuh seperti dirimu”


“Aku angkuh, tetapi aku punya hati dan rasa peduli, daripada seorang yang mengaku dirinya seorang Dewa tetapi tidak punya rasa belas kasihan,”Ujar Boas menyindir Dewa api. Mereka berdua sepertinya punya masalah sakit hati.


Dewa api, kembali ke langit setelah memberi peringatan pada


Boas.


Bersambung ….