
Namun tidak terjadi apa-apa,
‘Keparat, ini tidak terjadi apa-apa, dia membohongiku?’
Iblis tertawa lebar, saat melihat Efran tidak mampu mengeluarkan kekuatannya.
‘Ada apa dengannya kenapa tidak bisa melakukannya?’ Boas membatin
“Lakukan dengan Fokus!” teriak Boas.
Sura berubah ular besar, kini ia menatap Boas dengan kemarahan
“Kamu sudah melenyapkan ke tiga adikku, dunia yang kamu pijak ini akan binasa, serahkan tiga batu yang kamu pegang atau dunia ini akan hancur,” gertaknya dengan suara lantang.
“Kamu hanya mahluk berbau busuk , jangan harap aku takut padamu,” ujar Boas dengan lantang maka perang di mulai malam itu.
Tiba-tiba awan hitam muncul seperti sebuah pusaran angin dan dari sana muncul, Sura Ratu iblis. Dengan pasukan yang berbau busuk.
“Si-siapa mereka, uaaak kenapa bau sekali.” Efran menutup hidungnya.
“Bersiaplah menggunakan kekuatanmu dia iblis betina yang sangat jahat”
“Oh, kamu di sini, King … lama tidak bertemu”
“Siapa yang dimaksud Raja, apa itu kamu atau aku?” Efran bertanya dengan suara berbisik.
“Oh … apakah itu kamu Dewa Api? Ada denganmu apa juga kamu dikutuk sama dengan dia?” Tanya Sura dengan tawa menyeringai.
“Apa kamu bicara dengan saya, saya bukan Dewa Api, kalau kamu ada masalah dengannya bicaralah dengannya saya mau pulang ingin tidur,” ujar Efran dengan sikap bodoh amat, ia berbalik badan.
“Oh, kamu dikutuk jadi lupa ingatan juga?”
Efran berbalik badan dengan wajah marah matanya menatap tajam ke arah Sura
” Dengar iya, wanita berbau busuk, aku tidak mengenal kamu dan tidak mau bicara dengan wanita busuk sepertimu,” ujar Efran.
“Kamu memang pantas menerima hukuman seperti itu, karena kamu memang Dewa yang sombong dan Dewa yang jahat,” ujar Ratu iblis, sama degan apa yang diucapkan Boas padanya, seketika ia diam dan memikirkannya.
‘Apa benar aku seorang dewa tadinya?’ Efran membatin.
“Gunakan api mu untuk membakar tubuh iblis jahat itu, dia menghina, dari dulu dia selalu bicara seperti itu.”
Boas memancing-mancingnya untuk marah.
“Apa dewa api juga kehilangan kesaktiannya, Jangan-jangan kamu tidak bisa mengeluarkan api lagi, walau hanya untuk membakar rumput ini,” ujar Ratu iblis.
Wajah Efran memerah tangan menegang ia mengumpulkan kekuatannya, ia mengikuti apa yang dikatakan Boas padanya, ia fokus dengan tujuannya ia hanya ingin membakar iblis di depannya, dengan gerakan cepat ia mengarahkan tangannya ke arah Sura.
“Hiaaak!”
“Hiaaak ….!”
Namun tidak terjadi apa-apa,
‘Keparat, ini tidak terjadi apa-apa, dia membohongiku?’
Iblis tertawa lebar, saat melihat Efran tidak mampu mengeluarkan kekuatannya.
‘Ada apa dengannya kenapa tidak bisa melakukannya?’ Boas membatin,
“Lakukan dengan Fokus!” teriak Boas.
Sura berubah ular besar, kini ia menatap Boas dengan kemarahan
“Kamu sudah melenyapkan ke tiga adikku, dunia yang kamu pijak ini akan binasa, serahkan tiga batu yang kamu pegang atau dunia ini akan hancur,” gertaknya dengan suara lantang.
“Kamu hanya mahluk berbau busuk , jangan harap aku takut padamu,” ujar Boas dengan lantang maka perang di mulai malam itu.
Boas merasa tidak takut dengan iblis yang mengancam-nya, ia tidak takut ia berpikir dengan kekuatan batu yang ia miliki maka dengan mudahnya ia akan menghancurkan Iblis Betina yang turun kedua untuk mengganggunya.
“Berikan batu yang ambil atau kamu akan menyesal, kamu juga sudah melenyapkan kedua adikku, kamu harus membayar semuanya,” ujar Iblis dengan wajah yang sangat menyeramkan.”
“Saya tidak akan mau berkompromi dengan iblis, sama manusia saja tidak saya lakukan, apalagi sama iblis seperti mu,” ujar Boas, tubuhnya bersiaga
“Apa kamu tahu apa nanti yang aku lakukan untuk dunia yang kamu huni ini.” ujar Sura dengan wajah penuh kemarahan.
“Hati-hatilah, sebentar ia akan menyemburkan racunnya,,” ujar boas mengingatkan Efran.
Tubuh mereka berdua saling memunggungi dengan tubuh posisi siaga karena saat ini tubuh mereka berdua sedang dikepung.
“Apa kamu yakin kalau aku punya kekuatan api?” tanya Efran menatap telapak tangannya.
“Kamu dengar, juga tadi , kan iblis itu juga menyebut apa”
“Iya, tapi kenapa aku tidak bisa mengeluarkan api sedikitpun.” ujar Efran ia sudah hampir menyerah.
“Apa katakan apa mantranya agar aku bisa mengeluarkan api?”
“Tunggu sebentar aku ingat dulu, oh aku mengingatnya ….”
Boas memberitahukan mantra yang sering didengar saat sang Dewa api mengucapkannya.
“Baiklah , aku akan mencobanya,” ujarnya kemudian dengan mulut komat-komit
“Hentikan, bisik-bisik kalian, berikan batunya”
Dugaan Boas benar, Sura menyemburkan racun penghancur itu dari mulutnya, untungnya ia sudah mengetahui semua jurus yang dimiliki mahluk berbau busuk .
Buuur ….!
“Perisai api!”
Saat ia menghamburkan bisa racun dari mulutnya saat itu juga ia menghidupkan perisai api dalam tubuhnya, dengan cepat api menyambar tubuh iblis .
Karena saat dia menyemburkan racun dari mulutnya, saat itu juga Boas menyemburkan api dari tangannya dan mengenai wajah Sura.
“Aaa … apanas aku akan membalas mu manusia …”
Iblis Betina itu berteriak, racun yang ia sebarkan menyembur mengenai wajahnya dan ter sambar api dari Boas, lalu dengan kemarahan ia memerintahkan pasukan iblis yang berbau busuk untuk menyerang mereka berdua.
‘Aku bisa menghancurkan semua hanya sekali hempasan kekuatan dari batu kristal biru’ ujar Boas dalam hatinya.
Dengan membaca mantra dengan telapak tangan di gerakkan di daerah dada untuk membangkitkan kekuatan batu kristal dari dalam tubuhnya.
Buuus ….
Sebuah kekuatan besar menghempas tubuh pasukan iblis hingga lenyap. Tetapi semua yang di perkirakan
Boas tampak berbeda kekuatan yang ia rasakan kali ini tidak sama dengan ia rasakan saat di hutan kota.
'Apa ini. kenapa? kenapa sangat berbeda dengan kekuatan besar tadi'
Boas kehilangan fokusnya ia memandangi tangannya dengan tatapan bingung.
"Kenapa tidak sehebat yang tadi?" tanya Boas berusaha melindungi Dewa api dengan perisai kaca, sang Dewa yang lupa ingatan itu.
"Ada apa?"
Tanya Efran ikut di buat bingung dengan sikap ragu-ragu dari Boas.
"Kita harus pergi dari sini, kekuatanku tiba-tiba tidak bisa aku panggil.
"Mungkin , kamu tidak fokus, cobalah fokus ujar Dewa api balik menasehati.
"Tidak ada yang berbeda dari yang aku rasakan tadi"
"Terus bagaimana, masa kita harus tunduk sama perintah iblis busuk seperti mereka" Efran merasa keberatan.
Tetapi Boas tidak ingin kehilangan batu kristal berharga yang ia miliki, karena kurang fokus ia memegang tangan Efran dan menggunakan kekuatan teleportasinya dan kembali ke rumah .
Bersambung ….`
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)