Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Balada Istri Keempat


Mendengar hal itu, Kadas diam, ia tidak tahu kalau kenyataanya seperti itu.


Tadinya niatnya ingin membuat Boas marah dan ingin menghancurkannya, tetapi mendengar kalau istri yang paling ia cintai ternyata gentayangan sama sepertinya, membuatnya tiba-tiba terlihat sangat sedih.


Tidak lama kemudian muncul bayangan hitam dan berubah menjadi sosok wanita yang sangat cantik dengan pakaian khas kerajaan jaman dulu, di mana Boas menjadi seorang raja.


“Yang Mulia, maaf saya muncul di sini”


“Iya.”


Boas hanya menatap datar.


Tetap Kadas hanya membatu dan tidak mengatakan apa-apa. Ia tidak tahu selama ratusan tahun hidupnya, sama bergentayangan dengan wanita yang sangat ia cintai, tetapi ia tidak tahu.


“Kenapa ….?”


Kadas menatap dengan pilu.


“Maafkan aku Tuan, saya banyak salah”


“Bagaimana Kadas, apa kamu mau bilang aku masih pembohong, wanita itu sudah beberapa kali meminta dan memohon padaku agar rohnya di lenyapkan, tetapi dengan resiko akan lenyap selamanya dan tidak ada kehidupan kedua dan ketiga , dia akan menjadi hilang selamanya, apa kamu mau hal itu?”


“Lakukanlah yang mulia,” ujar wanita cantik.


“Baiklah, sebenarnya ini tugas Dewa dan aku tidak ingin melampaui batas, tetapi aku hanya kasihan padamu selama ini kamu sudah menjagaku dan menjaga Shena, baiklah, aku akan meminta izin Dewa dulu”


Saat Boas menutup mata dan memanggil Dewa, seorang pria tua memberi pengampunan karena selama di dunia gentayangan, dia tidak pernah menganggu manusia ia malah menolong mereka dengan caranya sediri.


Karena itulah Dewa mengampuninya dan membawa rohnya ke langit untuk dicatat kembali takdirnya.


“Terimakasih yang mulia.


Shena dibawa ke istana neraka, jika ingin mengalahkan mereka tetaplah bersama Shena, karena sumber kekuatan besar itu jika kalian bersatu, cinta adalah kekuatan besar” ucap wanita itu memperingati Boas.


“Apa kau tidak mengatakan apa-apa padaku,” ujar Kadas


“Maafkan saya tuan atas perbuatan ku di masa lalu,”ujar wanita cantik itu tanpa menatap wajah Kadas.


Ia hanya ingin bertemu dan dijodohkan dengan kekasihnya, lelaki yang menjadi kekasihnya di masa lalu.


Karena ia memilih mengakhiri hidupnya karena kekasihnya di hukum mati saat ketahuan selingkuh dengan istri seorang penasehat kerajaan. Maka pejabat kerajaan menghukumnya dengan cara menggantungnya di gerbang kerajaan.


Padahal sebelumnya, Kadaslah yang merebutnya dari kekasihnya, walau saat itu sudah memiliki istri banyak dan ada selir juga. Namun, masih menginginkannya, membayar banyak pada kedua orang tuanya yang miskin akhirnya dengan keadaan terpaksa ia menikahinya.


Selalu bersamanya setiap saat mengakui kalau dialah yang paling istimewa, tetapi saat ia menyebut kalau dia yang paling istimewa . Namun bagi wanita itu Kadas lelaki yang sangat ia bencinya, karena memisahkannya dengan lelaki yang ia cintai.


Bertahun-tahun menjadi istri Kadas, ia memutuskan tidak memberi Kadas anak darinya, karena rasa benci itu masih berakar di hatinya, tetapi Kadas terlalu bodoh untuk menyadari semua luka di hatinya, bahkan tidak pernah tahu kalau ia tidak menunjukkan rasa cinta pada lelaki itu.


Istri keempatnya masih sering menemui mantan kekasihnya dan masih sering berhubungan badan secara diam-diam. Hingga akhirnya perselingkuhan istrinya kepergok sama pejabat kerajaan yang lain


Sesuai hukum yang berlaku di kerajaan, kekasihnya akan dihukum dengan cara digantung di gerbang kerajaan.


Mengetahui kekasihnya di hukum dan mati dengan cara yang tragis, ia ikut menyusul dengan cara menegak racun. Ia pun mati, tetapi Dewa menolak kematiannya karena di lakukan tanpa kehendak Para Dewa, ia di hukum menjadi gentayangan. Tetapi kematiannya yang tragis itu tidak di ketahui Kadas, ia hanya tahu kalau istri ke empat meninggal karena sakit.


Tetapi setelah ratusan tahun berlalu , kebenaran itu terungkap, hal itu jadi satu pukulan juga untuk Kadas.


Apa lagi yang memberitahukan adalah musuh besarnya


“Tunggu jangan pergi dulu, katakan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Kadas putus asa,


Padahal Dewa sudah menjemput wanita itu akan membawanya ke langit. Melihat permintaan Kadas, Dewa memberinya waktu.


Karena wanita itu, keluarga dari golongan bawah yang biasa menyebut yang kaya dengan panggilan Tuan.


“Semuanya”


“Baiklah, aku tidak pernah mencintaimu sedikitpun, aku sangat membencimu dan seluruh keluargamu, kalian memisahkan ku dari orang yang aku cinta”


“Bukankah kamu setuju saat itu?” tanya Kadas dengan tatapan mata menajam ke arahnya.


“Iya, aku tidak bisa menolaknya karena kamu kaya dan orang tuaku membakar telapak kakiku kalau aku tidak mau menikah dengan Tuan”


“Jadi benar apa kata orang kalau lelaki itu kekasihmu?”


“Bukan kekasih tetapi suamiku”


“Apaaa ….?”


“Setelah aku menikah dengan Tuan, aku menikah lagi dengan kekasihku, kalian semua salah menghukumnya karena selingkuh denganku, ia tidak selingkuh dia tidur dengan istrinya”


Mata Kadas melotot marah,


“Kamu menduakan ku? Kamu berbagi suami?”


“Iya, karena aku tidak mau dipisahkan dengan orang yang aku cintai”


“Wanita Hinaaa …!


Dewa tidak menerima Kematian mu dan membiarkanmu hidup dengan gentayangan, itu hal yang bagus karena kamu hina dan kotor”


“Tuan, kamulah yang menjadikanku hina, kalau saja kamu tidak ingin mencicip banyak wanita, aku tidak akan terjebak dalam pernikahan dan menjadi istri ke empatmu, kenapa kamu begitu maruk ?sudah punya banyak tiga istri dan banyak selir kenapa masih menginginkanku, kenapa harus memisahkan dua hati yang saling mencintai?”


“Kamu tidak pernah bilang kalau kamu sudah punya kekasih,” ujar Kadas membela diri.


“Tuan sudah benar-benar sudah pikun, malam itu sebelum pernikahan aku sudah memohon di kakimu, tetapi yang kamu katakan sangat membuatku sangat membencimu Tuan, kata-kata sombong yang aku dengar malam itu membuat sangat marah; Tuan menyebut kalau apapun yang kamu inginkan selalu kamu dapatkan dengan mudah tak terkecuali hidupku, jadi bagiku tuan itu hanya sampah”


“Kamu akan gentayangan selamanya di sini,”ujar Kadas dengan marah.


“Kamu salah Tuan, selama ini aku sudah mengabdi pada Raja Egdan aku selalu mengikuti kemanapun Raja pergi dan aku selalu menjaganya, termasuk wanita yang kalian bawa Shena, Camkan kata-kataku jika kekuatan mereka bersama kalian semua para iblis akan hancur,” ujar wanita itu dengan yakin


“Dewa sudah memaafkan semua kesalahanmu, karena kebaikan yang kamu lakukan selama ini, pergilah dan hidupmu akan di catat ulang kembali”


“Terima kasih Raja”


Wanita itu menatap Boas dan Dos dengan tatapan gembira.


“Apa yang kamu ingin jika kamu mendapatkan kehidupan kedua?”


Dos menatap dengan penasaran.


“Aku ingin terlahir kembali dan berjodoh dengan suamiku,” ujar wanita itu tanpa memperdulikan perasaan Kadas yang sudah mendidih.


“Semoga Dewa mengabulkannya,” ujar Boas


“Iya “ disahut Dos.


Lalu wanita berparas cantik itu terbang bersama dewa yang menjemputnya.


Bersambung ….