Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Pertarungan Dewa Dengan Raja Iblis


“Ratu, apa ini? Apa yang kamu katakan itu bukan kebenaran, kenapa kamu menyuruhku menyerang istana Dewa sedangkan kamu turun ke dunia dan bersenang-senang dengan anak manusia ini, apa kamu ingin melakukan penghianatan seperti itu lagi”


Mendengar Raja marah pada ratunya, Boas ingin membalaskan dendamnya pada Iblis Sura, hal yang sama juga terjadi saat ia masih raja.


Sura Menuduh istrinya berselingkuh dengan Torax sahabatnya, sebenarnya awal dari petaka itu dari yang terluka, karena cemburu pada istrinya yang dituduh berselingkuh dengan sahabatnya, maka kebencian itu muncul dan dengan mudahnya ia terperdaya.


Menghabisi istrinya dan menyuruh Kadas untuk menghabisi Torax sahabatnya.


“Dewa tolong saya, Sura terus saja menggodaku untuk membuat telur-telur baru lagi, katanya raja neraka tidak bisa melakukanya”


“Apa raja neraka ? murka ia melepaskan pedangnya pada Sura , ia menggelepar dalam bentuk ular, Para Iblis akan bisa lenyap selamanya jika terkena pedang api milik raja neraka.


“Raja itu tidak benar, jangan dengarkan akan akan manusia itu saya me


“Hiaaak karena kemarahan raja ibis


Cemburu adalah satu penyakit besar yang berbahaya pada hati, jika rasa cemburu itu sudah memuncak dan berakar dalam hati . Maka sangat berbahaya untuk hati.


Hal itulah yang terjadi pada raja iblis, ia yang sudah lama menahan rasa cemburu pada Ratunya karena Sura rela melakukan apapun demi mendapatkan batu, mulai meminjam tubuh manusia dan memakainya untuk memuaskan keinginan hatinya.


Sura sudah lama melakukan hal-hal kotor itu, dan berkhianat pada Raja Iblis, tidak perduli ia iblis maupun manusia, jika dikhianati maka akan sakit.


Maka karena raja neraka tidak bisa menahan diri lagi,saat ia mendengar kebohongan Sura padanya.


Sebelum ia datang membawa pasukan ke istana langit, Sura mengatakan kalau Dewa lah yang ingin menyerang istana neraka dan ingin mengambil alih.


Tetapi, semua itu kebohongan lagi, dengan adanya pengakuan Boas yang mengatakan kalau Sura ingin mengajaknya membuat keturunan, hatinya sakit ia marah dan gelap mata.


Ia menggunakan pedang sakti miliknya untuk menghancurkan wanita yang sudah menjadi ratunya selama ribuan tahun itu.


Ia menembus jantung sura dengan pedangnya, jantung yang di maksud, tempat semua batu berwarna ungu yang di sebut sebagai sukma, jika benda itu hilang dari sosok mahluk itu maka ia akan lenyap selamanya, jika manusia mati maka iblis itu lenyap tak bersisa.


“Aku tidak membutuhkan ratu penghianat sepertimu lagi,” ujar lelaki bertanduk itu dengan kemarahan, ia menghancurkan semua pasukan Sura sampai tidak tersisa.


Lalu ia berteriak dengan kemarahan, menimbulkan awan gela di langit dan petir menyambar pohon-pohon yang ada di dunia.


Tetapi Dewa Angin menghalaunya dengan kekuatannya, ia tidak ingin manusia menderita dengan kemarahannya.


“Kamu berani menghalangiku?” tanya lelaki bermata merah itu menatap Dewa angin penuh kebencian.


“Tidak aku biarkan kamu menyakiti manusia dengan kemarahan mu”


“Manusia itu mahluk yang menyebalkan yang tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih”


“Itu menurut kamu Raja iblis, belum puaskah kamu merusak peran manusia selama ini, hingga mereka terjatuh ke neraka busukmu?”


“ Mereka mahluk lemah yang mudah di pengaruhi, mereka serakah dan pantas dimusnahkan dari jagat raya ini”


“Itu tidak akan terjadi selagi kami Para Dewa masih ada” ujar Dewa Angin dengan tenang.


“Bagaimana kita buat kesepakan, setengah wilayah kekuasan manusia serahkan padaku, maka aku tidaka akan menganggu manusia lagi baik istana langit”


“Lupakan saja keinginanmu, kami Para Dewa tidak akan mau menerima kesepakatan dengan iblis sepertimu”


ujar Dewa hujan yang ikut bergabung dengan Dewa angin, sementara Boas berdiri di belakang tubuh Para Dewa bertubuh besar itu.


“ Oh itu artinya kalian semua lebih memilih melihat para manusi itu hancur”


“ Berhentilah membuat ulah lagi, apa kamu tidak cukup membuat manusi berdosa?”


“Maka jika kamu masih menganggu manusia, maka kami Para Dewa pemegang elemen kehidupan tidak akan membiarkanmu untuk melakukanya.”


Dewa Air sudah siap dengan cawan di tangannya, cawan adalah lambang kebesarannya sebagai Dewa air.


“Ha … ha…!”


Raja iblis tertawa menyeringai, ia memang mahluk paling sombong di jagat raya tetapi memiliki banyak kemampuan dan kepintaran, hal itulah yang membuatnya sangat sombong.


Raja Iblis itu tadinya seorang Dewa yang kuat yang memegang empat elemen kehidupan. Tetapi karena memiliki kemampuan dan kepintaran, ia ingin serupa dengan penciptanya yakni Dewa tertinggi. Ia ingin mengatur mengatur kehidupan di jagat Raya dengan kehendaknya.


“Saya ingin melenyapkan umat manusia yang tidak bisa diatur itu Tetua,” ujarnya pada Dewa tertinggi.


“Apa yang di lakukan manusia itu sudah tertulis di kita langit, tugas kamu yang akan membimbing mereka ke jalan yang di kehendaki Dewa dan berjalan dalam kebenaran,” ujar Dewa tertinggi saat itu.


“Tidak, Para manusi itu bebal dan susah di atur izinkan saya memusnahkan mereka semua Ketua dan kita buat dunia baru yang penghuninya semua manusia yang baru tentunya yang lebih baik”


“Tidak, kamu tidak punya hak melakukan itu, tugas kamu melakukan semua yang di tulis dalam kitab ini,” ujar Dewa tertinggi tentu dengan nada kemarahan karena apa yang dikatakan tidak didengar.


“Tidak, walau tanpa persetujuan Dewa tertinggi saya akan melenyapkan para manusia berdosa itu,” ujarnya


Ia berdiri ingin meninggalkan Raja tertinggi dengan tidak sopan. Saat itu juga Dewa tertinggi bahkan langi marah dan tanah berguncang dengan kemarahan Dewa pemegang kekuasaan itu.


Saat itu juga tubuhnya di tangkap tangan besar dan membuangnya ke jurang terdalam, jurang yang paling dalam dan di tengah lembahnya ada lahar api panas.


Lelaki Dewa yang di buang ke lembah itu mengubah tempat itu menjadi tempat tinggalnya, memanggil semua arwah yang bergentayangan dan mengajaknya bergabung menjadikan semua pasukan sebanyak orang yang jatuh dalam dosa maka ia akan masuk ke lembah neraka.


Akhirnya ia mejadikan tempatnya menjadi lautan api mewakili hatinya yang merasa dendam pada Dewa tertinggi, ia sudah beberapa kali terbang ke langit dengan pasukannya, tetapi semuanya sia-sia. Maka kali ini ia gunakan kesempatan itu lagi ia ingin berperang melawan Para Dewa.


Lalu siapa yang akan menang apa Para Dewa yang menang atau justru Raja iblis yang menang?


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)