
“Bagus, panggil lah, kenapa tidak dari tadi kamu lakukan,” ucap Boas menatap garang pada mahluk jahat yang menjijikkan itu, kini mereka terperangkap dalam satu lingkaran yang di buat Boas.
Jika terbang akan menabrak benang merah yang di bentangkan Dos jika keluar dari lingkaran yang di buat Boas sama saja tubuh mereka akan meledak.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pimpinannya datang juga, ia meninggalkan raga sang ratu, ia akhirnya keluar dari istana.
Dos menyuruh burung kecil untuk meminta Putri Isabela bergerak ke istana, saat itu juga pimpinan iblis itu keluar dari istana dan meninggalkan raga sang ratu yang ia pakai selama hampir berbulan-bulan, membuat penderitaan panjang pada semua penduduk desa rakyat.
Mendapat Kabar kalau iblis sudah meninggalkan istana, Isabela memacu kuda dengan cepat untuk tiba di istana dan rumah tinggalnya, ia sudah sangat lama menanti hari ini, ia rindu bertemu dan menyelamatkan Ibu dan ayahnya, kalau kedua saudara putra mahkota, dan seorang adik perempuannya sudah di lenyap kan si iblis terkutuk di depan matanya sendiri,
Pangeran tidak mau menurut apa yang dikatakan ratu saat itu, ia tahu kalau ratu yang ia dilihat sang pangeran bukankah ibunya, iblis marah menarik pedang pangeran sendiri dan menghujamkan di dadanya tanpa belas kasih, kakinya menendang tubuh yang sudah tidak bernyawa itu hingga terpelanting jauh.
Ia melakukan hal yang sama pada adiknya, menghabisi mereka karena sudah tahu identitas iblis. Tetapi iblis tidak tahu kalau ratu juga punya seorang putri.
Putri isabela melarikan diri berkat bantuan para pelayan dan prajurit wanita kerajaan membawa ke desa, ternyata desa juga ikut di kutuk dan diturunkan sebuah penyakit yang mengerikan di desa.
Kali ini Putri Isabela telah kembali ke istana berkat bantuan Boas dan Dos yang bisa membuat iblis itu keluar dari raga sang ratu, ia meninggalkan istana , karena pimpinan iblis mendengar panggilan pasukan iblis.
Tetapi saat mereka ingin masuk, dihadang oleh pasukan istana di gerbang, ia terpaksa menghabisi semua pasukan yang sudah dirasuki roh jahat itu.
Mereka bukanlah musuh, mereka hanya terkena pengaruh roh jahat dari iblis yang mencoba menguasai istana.
Isabela bisa menyembuhkan mereka tidak harus menghabisinya, tetapi tidak ada waktu untuk hal itu.
Dos memimpin perebutan Istana, sedangkan Boas masih bermain-main mengulur waktu dengan pimpinan iblis yang sangat menyeramkan itu.
wajahnya sangat jelek, dengan gigi taring yang panjang, kulit wajahnya hitam berkerut, dengan mata memerah dan alir liur menetes, ia mengerang marah pada Boas, meminta orang-orangnya agar dilepaskan.
“Kamu sudah menyusahkan semua orang di sini iblis jelek, kamu harus di neraka, apa ratumu yang menyuruhmu ke sini, apa Sura yang menyuruhmu?” ujar Boas sudah memegang kita kuno itu.
Matanya melotot, dan kepalanya menggeleng dan meliuk -liuk bagai seekor burung, ia mencoba memahami bahasa yang diucapkan Boas, ia terus menatap dengan marah.
“Lepaskan mereka atau aku akan menghancurkan semua isi kuil dan istana mereka,”ujar iblis penuh penekanan.
“Aku tidak takut sedikit pun padamu, kenapa kamu tidak turun dan mengambil kitab yang aku pegang ini dan berikan pada ratumu Sura,” ujar Boas dengan santai.
Ia mengeluarkan suara lengkingan panjang, dan tiba-tiba langit mendung, awan gelap menutupi matahari seakan-akan itu sudah malam hari, rupanya ia punya kekuatan yang besar juga, ia bisa membuat gempa juga.
Iblis ingin menutup penglihatan Boas , ia tidak tahu kalau lelaki itu bisa menggunakan matanya di dalam gelap sekalipun, ia tidak panik, karena ia tahu tujuan si iblis, Boas masih tetap berdiri di tempat ia memegang kitab palsu itu.
Saat itulah si iblis terbang dengan gerakan cepat menyambar buku kuno di tangan Boas.
Kitab tebal itu berhasil ia rebut, lalu ia tertawa melengking, karena berhasil mendapatkan buku yang ia inginkan, ia terus berputar putar mengitari kuil dengan suara tawa, yang seolah-olah meledek Boas karena ia berhasil mengambil kitab itu.
Iblis sudah tidak sabar ingin menggunakan kitab itu untuk membuka portal menuju neraka, jika ini gagal, ini kedua kalinya ia menggagalkan semua rencana jahat iblis, yang pertama yang membuatnya mengamuk saat ia menggagalkan ritual penyatuan tubuh iblis dengan Putri Shanam.
Mahluk bersayap itu memasukkan telapak tangannya, dengan wajahnya jeleknya tampak buru-buru, ia sudah berpikir sudah mendapatkan apa yang sudah ia cari, tinggal memberitahukan pada ratu iblis kalau kitab yang di minta sang ratu sudah di temukan. Akan tetapi, apa yang terjadi ….?
Cleeek ….
Buku kuno itu terbuka, saat terbuka dengan tiba-tiba sebuah serbuk bunga suci keluar dari lembaran buku kuno, tertiup angin mengenai wajahnya dan membakar wajahnya, ia marah dan tidak sengaja melemparkan buku itu dari atas dan Boas menangkapnya.
Saat Boas ingin membaca buku kitab, ia melarikan diri, para pasukan iblis yang terkurung dalam lingkaran itu rupanya mengikuti pimpinannya, mereka ingin terbang tetapi dengan cepat Boas melemparkan serbuk bung suci ,mereka semua terbakar dan hangus.
Beruntung Dos membantu Isabela memasang benang itu di setiap pintu.
Iblis itu terbang melarikan diri menuju istana, ia tidak tahu kalau istana itu sudah di rebut Isabela saat ia ingin masuk ke kamar ratu kamar yang sudah ia tempati dengan nyaman selama berbulan-bulan,
Iblis itu berteriak mundur, tangannya terbakar karena menyentuh benang, ia mengitari istana besar itu mencari celah untuk masuk. Namun sang Iblis, tida kada ruang untuk jalan ia masuk, saat ia memanggil pasukan yang lain tidak ada lagi yang datang semua sudah dimusnahkan oleh Boas dan Dos dengan wajah setengah hancur, iblis itu marah, ia mencoba memanggil pasukan istana yang sudah di pengaruhi kekuatan darinya. Tetapi putri Isabela sengaja membuat semua penghuni istana pingsan, saat iblis itu terbang mengitari istana, dengan suara seperti sebuah tangisan pilu, ia seolah-olah tidak rela melepaskan semua kenyamanan yang ia rasakan selama mendiami raga Sang Ratu.
Saat ia memutar-mutar dengan gerakan cepat Dos terbang dan menyambar mahluk melilitkannya dengan benang merah, tidak sampai di situ, putri Isabela yang berdiri di kastil tepat di jendela kamar ratu, ia menembakkannya peluru perak yang sudah dibaluri sebuk bunga suci, iblis akhirnya terbakar dan hancur, Akhirnya istana akhirnya bisa di rebut kembali
Bersambung ….