
Akibat kemarahan Boas, sebagian istana Para Dewa mengalami kerusakan, terutama ruangan aula
Ruangan luas itu jadi saksi bagaimana Boas berubah bagai seorang monster saat marah.
Batu milik sahabatnya bisa menyatu dan memiliki kekuatan yang besar, bahkan bisa mengalahkan Dewa sekalipun.
Cinta itu bagai dua sisi mata uang, Dewa tertinggi yakin batu itu hidup di tubuh Boas karena ia memiliki rasa cinta yang besar untuk Shena, walau bibir Boas tidak mau mengakuinya . Namun kekuatan batu bisa menjelaskannya,
Boas terengah-engah dan tatapan mata mulai menurun dari tatapan mata membara, kini ia menghela napas dan melihat para Dewa yang terkapar di lantai aula, bahkan ia melemparkan dewa angin dan dewa Air keluar dari istana.
“King, apa kamu sudah merasa tenang? Apa tubuhmu sudah bisa kamu kendalikan?” Dewa tertinggi menatapnya dengan tatapan tidak bisa di jabarkan.
“Iya”
“Apa yang kamu lakukan kalau sudah seperti ini King, bisa kamu memulihkan istanaku yang sudah kamu hancurkan ini?”
Boas hanya diam, menyesal pun tidak guna, ia tidak mau melawan karena, ia tau kekuatan Dewa tertinggi memliki kuasa dan kekuatan yang besar, bahakan kekuatannya tidak ada apa-apanya.
Tiba-tiba Dewa mengarahkan tangannya, tubuh Boas terbelenggu sebuah tali yang mengikat tubuhnya, hingga tubuh itu tidak bisa bergerak dan tak dapat berkutik.
“Kamu sangat berbahaya memilki batu kristal kalau kamu tidak bisa mengendalikan tubuh dan pikiranmu”
“Yang Ingin Dewa lakukan? Menghukum lagi?” tanya Boas berusaha berontak.
“Iya, saya akan mengambil batu itu dari tubuh kamu, karena saat kamu memilikinya itu satu kesalahan sepertinya , bahkan Dewa kamu kalahkan, itu akan membuatmu semakin sombong dan angkuh,” ujar Dewa tertinggi.
“Setelah aku berhasil mengumpulkan batu dengan bersusah payah, lalu Dewa dengan seenaknya memintanya kembali?”
“King, saya tidak pernah memintamu menggunakannya bukan? saya hanya memintamu mengembalikannya pada sang empunya batu, tetapi kamu menyalahgunakannya dan memasukkannya ke dalam tubuhmu dan menggunakan kekuatannya”
“Dewa salah paham padaku, saya menyimpannya dalam tubuhku agar bisa melindunginya, karena hingga saat ini iblis masih mengincar, karena itulah aku menyimpannya ke dalam tubuhku, kalau batu sudah terkumpul nanti aku akan mengembalikannya pada pemiliknya,”ujar Boas
Kini ia di buat berlutut, semakin ia berontak, tali di tubuhnya akan semakin menghimpit tubuhnya.
Dos hanya bisa diam dengan kepala ter tunduk lemah, kakinya menjaga tubuh Shena agar tetap tidur.
“King, tidak seharusnya kamu melawan Para Dewa, itu hal yang salah,” ujar Dewa tertinggi, ia benar-benar menghukum Boas dengan tali yang semakin melilit tubuhnya mengikatnya dengan sangat ketat.
Dos, tidak tahan melihat boas menderita sendirian, lalu ia maju.
“Dewa, saya yang ikut menerima hukumannya, karena yang menyuruhnya menyimpan batu itu di tubuhnya adalah ideku, biarkan saya yang menjentikkan”
Dewa tidak bisa melakukan hal itu,karena dos tidak melakukan kesalahan.
“Saya tidak bisa melakukan itu Dos, kamu tahu hal itu, kamu tahu, kalau dewa tidak bisa menghukum orang yang tidak bersalah”
“Kalau begitu lepaskan Tuan Boas saja, Dewa ia tidak akan melakukannya, kalau ia melakukan hal itu saya akan menggantikannya mendapatkan hukumannya”
“Dewa, tidak pernah menarik hukumannya, Dos harusnya kamu tahu itu”
“Dewa, apa memprotes satu kesalahan? Tuan Boas hanya ingin bertanya awalnya, ia hanya ingin tahu apa tujuan Dewa api melakukan hal itu kesalahan” Dos marah.
“Dewa, tidak pernah melakukan kesalahan Dos, Para umat manusia meneladani aturan dan ajaran Para Dewa”
Hewan mitologi itu memikirkan cara bagaimana agar Boas tidak mendapat hukuman lagi.
Satu hukuman sudah membuatnya putus asa, di tambah hukuman di kurung dalam penjara akan membuat Boas akan gila atau akan mengamuk nantinya.
Sang Ketua salah, tidak semua Dewa melakukan sikap teladan , izinkan aku menunjukkan ini pada Dewa”
Dos memperlihatkan bukti kalau Dewa Api melakukan bersekongkol dengan Dewa lain untuk menyingkirkan Boas.
sebuah surat yang di tulis Dewa api pada dewa asmara, di mana ia memintanya memberikan pada Shena, malam panas itu terjadi rencana mereka berhasil.
Dos, akhirnya memberanikan diri membeberkan kelakuan dewa Api, karena bukan hanya sekali dua kali Dewa Api mengerjai mereka.
“Sepertinya bukan hanya manusia yang memilik sikap iri dan dengki, bahkan Dewa sekali pun terjangkit penyakit ini,” ucap dewa tertinggi
Ia akhirnya tahu alasan Boas marah dan kenapa ia sampai semarah itu.
Dewa tertinggi Dewa yang sangat bijak sana, ia tidak akan menghukum siapapun yang bersalah, tidak perduli walau ia seorang Dewa sekalipun, jika kamu melakukan dosa maka sudah siap dengan segala konsekuensinya.
“Pergilah pastikan wanita itu tidak melihat apa yang ada di di sini, jika ia melihatnya, maka hapuskan ingatannya”
Dos terbang membawa Shena kembali kerumah, lebih tepatnya ke kamarnya.
*
Ikatan di tubuh Boas akhirnya di lepaskan, kali ini semua dewa akan di sidang, di ruangan aula.
“Katakan, kenapa kamu melakukannya Dewa api? mengunakan kekuatanmu untuk mengerjai manusia hal yang salah”
“Maaf Ketua, tetapi anak manusia ini selalu sombong dan selalu bersikap sombong”
Kali ini Boas berani menatap tajam lagi dan berkata”
“Bukankah Dewa Api melakukan itu karena iri hati?”
“Apa?”
“Saya jadi ingat, saat saya menjadi raja, bukankah Dewa api beberapa kali menemui Torak pemilik batu itu, katanya Dewa api meminta padanya untuk memiliki batu ini”
“Apa?”
Semua mata tertuju pada Dewa yang terlihat sangat marah, saat Boas membongkar semua sikap serakahnya.
“Jangan asal menuduh,itu tidak pernah benar, saya mendatanginya untuk memperingatkannya atas bahaya menyimpan batu kristal biru, saya datang beberapa kali memperingatkan nya untuk hati-hati dari iblis yang mengincar dan kamu malah … menghancurkan hidupnya”
“Mengingatkannya cukup sekali ,kan, bukan berarti berkali-kali itu bukan memperingatkan tetapi memang sengaja menginginkannya”
“Ah Dasar”
Puaaak …!
Boas terhempas, bola api yang tiba-tiba dihantamkan Dewa Api padanya, bukan hanya Boas yang terhempas, semua dewa yang ada di aula itu terkejut dengan serangan dadakan yang dilakukan Dewa api.
Wajah marah besar ketika Boas menuduhnya seperti itu, “
Dulu saya memang pernah menginginkan batunya, tetapi saya tidak pernah melakukan hal yang buruk seperti yang kamu lakukan, karena kamu lelaki baik itu meninggal ,” ujar dewa Api dengan pundak naik turun marah
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Terima kasih sudah baca karya saya mudah mudahan kakak suka dan terhibur dengan karya karya saya
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)