Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Shena Keturunan Sahabat


Boas saat itu mengeluarkan sepenuhnya kekuatan batu kristal biru.


Ternyata batu kristal itu ada di tubuh Shena, yang di simpan dalam tubuhnya oleh almarhum kakeknya, potongan batu kristal biru yang ada di tubuh Shena sudah ada sejak ia masih umur dua tahun.


Boas sendiri tidak tahu, kalau Shena adalah orang yang ia cari selama ini, maka sejak Boas menemukan tiga batu dan saat ada Shena ada bersama kekuatannya penuh karena kekutan lainya berasal dari tubuh Shena.


Selama ini Boas ternyata tidak tahu, tetapi kali ini ia baru menyadarinya setelah tubuh Shena memancarkan cahaya yang warna biru sama dengannya.


Mata melotot tajam tidak percaya dengan apa yang ia lihat, lelaki bertubuh kekar itu sampai harus beberapa kali mengucek-ngucek mata, karena tidak yakin dengan apa yang ia lihat.


Ternyata batu kristal ada di tubuh orang terdekatnya wanita yang ia jaga dan ia besarkan dengan sepenuh hati, batu kristal biru itu ada pada wanita yang ia cintai saat ini.


‘Apa ini? apa ini lelucuan? Atau aku yang bermimpi?’ Boas membatin, dengan mata masih menatap Shena.


“Shena …? Kamu pemilik batu terakhir?”


Boas akhirnya sadar, dengan dada naik turun, ia berhenti karena kemarahannya gerbang neraka hancur dan tak menyisakan apa-apa.


Sementara raja iblis berhasil melarikan diri ke dalam istana neraka dan tidak kelihatan lagi. Boas mengguncang dan mengangetkan semua mahluk jagat raya termasuk iblis dan antek-anteknya.


Boas memulihkan tenaganya setelah ia menghancurkan gerbang istana itu hingga rata dengan tanah, Ia juga menutup istana neraka agar raja iblis tidak datang lagi ke duania menganggu manusia.


Di sisi lain di istana Para Dewa.


Melihat semua yang terjadi Para Dewa sangat takut , Karena Boas memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada Dewa. Dewa tertinggi sudah tahu kalau Shena adalah pemilik batu terakhir, tetapi ia ingin semua berjalan dengan takdir.


“Kalau seorang manusia memiliki kekuatan yang lebih besar, melebih kekuatan yang dimiliki Dewa bukan itu berbahaya ketua?” tanya Dewa Angin, ia sangat terkejut kalau Boas marah dan menyerang semua manusia dan istana.


“Kenapa kamu takut Dewa Angin, sesungguhnya kekuatan anak manusia itu sudah sejak dia lahir, sebab dia adalah putra seorang Dewa. Ayahnya menikahi seorang Dewi Langit. Mereka berdua dihukum dan ditinggal di dunia.


“Itu artinya ia sudah punya kekuatan besar tanpa batu kristal itu …?”


“Iya”


“Apa karena itu ia bisa menggunakan jurus tampak Dewa, ternyata dia manusia setengah Dewa”


“Lalu bagaimana takdir selanjutnya, ketua?”


“Kita lihat saja, ia sudah mengacaukan catatan langit, maka kita biarkan bagaimana dia menyelesaikannya.”


“Apakah Dewa Tertinggi yang sudah mengatur ini?”


Dewa tertinggi hanya mengangguk kecil, “Aku yang mencatat takdir hidup semua orang, tetapi kali anak manusia ini hampir mengacuhkannya”


“Ketua, apakah kami perlu turun lagi ke dunia untuk membantunya?”


“Tidak perlu, biarkan dia menyelesaikan apa yang sudah ia mulai”


*


Boas mengangkat tubuh Shena, membawanya kembali ke dunia, ia masih terkejut dengan semua yang terjadi, ia bahkan mengangkat tubuh Shena ke atas bukit, ia ingin menenangkan pikiran.


‘Kenapa aku tidak tahu selama ini kalau Shena ke turunan sahabatku?’


Lalu bagaimana jadinya kalau keturunan yang ingin ia bantu, kini menjadi wanita yang ia cintai bahkan sudah ia jadikan penghangat tubuhnya.


“Kenapa jadi begini, bagaimana aku menjelaskannya pada Torax nantinya, takdir hidup yang aneh, kenapa Dewa melakukan semua ini, mengapa mereka seakan-akan mempermainkan hidupku”


Setelah duduk merenung diri sekitar dua puluh menit, Shena bangun, matanya memerah karena dipaksa tidur lama sekian lama, karena raja iblis membuat tubuhnya tertidur lama.


“Aduh, apa yang terjadi? Kepalaku sakit.”


Shena memijit keningnya yang pening.


Boas menatapnya dengan begitu dalam


“Shena, apa kamu tidak tahu tentang diriku?”


“Tau”


“Siapa aku”


“Kamu lelaki yang aku cinta,” ujar Shena dengan wajah memerah.


“Shena … begini.”


Boas merasa bersalah padanya kerena merasa tidak menempati janji , saat Shena kecil ia berjanji akan menjaganya seperti putrinya


” Aku minta maaf, tetapi coba kamu beritahukan siapa aku?”


“Boas Egdan”


“Maksudku selain itu, ayo katakan yang lain tentang diriku yang kamu ketahui”


“Oh, itu baiklah kamu; Keras kepala acuh, tapi perduli”


“Shena, Shena …! bukan itu. Baiklah, aku yang bertanya padamu, apa kamu tahu tentang batu kristal di tubuhmu?”


Shena diam, lalu ia memalingkan wajahnya ke tempat yang lain, ia sepertinya enggan menjawab pertanyaan Boas.


“Apa hari ini akan mendung kenapa langit terlihat sangat gelap?”


Ia balik bertanya seolah-olah tidak ingin membahas tentang batu kristal.


“Jadi, kamu sudah tau …? sejak kapan?” Mata Boas menatap bingung.


“Hari ini kenapa begitu mendung iya”


“Shenaaa …!


apa kamu tidak mau menjawab” Boas memegang kedua pundak Shena, wanita cantik berrambut panjang.


“Iya”


“Iya apa Shena?”


“Aku tahu”


“Oh My God!


Sejak kapan Shena? Apa kamu tahu siapa aku? Maksud kekuatan yang aku punya?”


Lagi-lagi Shena enggan menjawab.


“Shena”


Boas mulai menatap wajah wanita mudah itu dengan tatapan tidak sabar, bagaimana tidak, ia yang sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mendapatkan batu yang membuat akan terlepas dari hukuman. Akan tetapi, batu kristal yang ia cari dengan bersusah payah itu ada di dekatnya tanpa ia ketahui.


“Aku tahu dari mahluk yang yang berwujud wanita tua itu,” ujar Shena dengan wajah takut-takut.


“Sejak kapan?”


Boas semakin terlihat panik wajahnya menegang


“Umur berapa tahun?”


“Lima belas tahun,” ujar Shena


“Sudah selama itu?”


Boas tidak bisa menyembunyikan rasa kaget.


Hal yang wajar jika Boas kaget, ia tidak bisa berkata- kata, bahkan ia tidak tahu haruskah ia senang atau ia harus marah.


'Bagaimana ini?' Boas membatin.


Boas diam ia merasa otaknya tidak bisa diajak berpikir, otaknya seakan-akan membeku, seiring rasa kecewa yang menyesak masuk melingkupi bagian hatinya.


Ia merasa mahluk yang paling bodoh di dunia, karena ia tidak menyadari kalau wanita yang selama ini bersamanya wanita ia jaga, takdir hidupnya sangat rumit.


“Aku takut kamu meninggalkanku, makanya aku tidak memberitahukan,” ujar Shena saat melihat kekecewaan di mata Boas.


“Kenapa?” ia mengalihkan tatapan matanya ke wanita muda di sampingnya.


“Kata mereka, kalau jujur padamu , kamu akan meninggalkanku dan tidak menjagaku lagi”


“Shena, tidak ada hal yang seperti itu, tetapi saat ini hatiku sangat sakit, aku merasa sudah dibodohi sama seorang anak kecil.


“Aku bukan anak kecil lagi!” ujar Shena dengan wajah yang tidak kalah kesal, karena Boas kembali memanggilnya dengan sebutan anak kecil, sebutan yang paling dibenci Shena.


“Baiklah terserah kamu.” Boas tidak perduli.


“Maaf aku hanya tidak ingin jauh darimu”


“Memang kamu Shena, memang kamu apa untukku, hingga kamu membohongi tidak memberitahukan”


“It-itu karena aku mencintaimu”


“Dengar, aku tidak mencintaimu, saat ini aku hanya ingin batu kristal itu untuk aku kembalikan ke pemiliknya dan aku mendapatkan takdirku”


Mendengar hal itu, Shena terlihat sangat sedih, ia bahkan tidak berani menatap wajah Boas. Saat hati kecewa terkadang tidak bisa mengontrol emosi, hal itulah yang dirasakan Boas, ia merasa selama ini sudah mengenal Shena semua tanpa terkecuali. Tetapi betapa terkejutnya Boas saat ia mengetahui kalau Shena selama ini membohonginya.


Ia sudah tahu kalau dirinya memiliki kekuatan, tetapi Shena pura-pura tidak tahu.


“Maaf, aku hanya tidak ingin kamu meninggalkanku. Makanya aku bersikap pura-pura tidak tahu selama ini”


Boas masih terdiam, ia mencoba menenangkan pikirannya.


“Baiklah lupakan saja, tutup matamu aku akan membawamu kembali ke rumah”


“Tetapi rumahmu kan, sudah hancur dan rata dengan tanah, karena badai dan kebakaran itu”


“Aku tahu, aku memiliki banyak rumah jangan khawatir,” ujar Boas masih dengan raut wajah marah


“Baiklah, Shena menutup mata”


Boas memindahkan tubuh Shena dengan kekuatan teleportasinya, menit kemudian ia sudah berada di salah satu rumah besar yang berada di negara lain.


Lalu ia meletakkan tubuh shena di sebuah ranjang, wanita berwajah cantik itu membuka mata menyisik sekeliling ruangan yang mereka tempati saat ini.


“Kita di mana? Apa kita pindah ke negara lain?”


“Iya, karena kota yang kita tinggali sudah hancur, itu semua karena batu yang kita miliki”


“Apa kamu sangat menginginkan batu kristal ini”


“Shena, mungkin kamu sudah tahu kalau aku manusia abadi , kan?”


Hara mengangguk.


“Kamu juga mengetahuinya?”


Boas saat ini terlihat seperti orang yang kebingungan.


“Mana mungkin kamu sudah tahu segalanya dan kamu berpura-pura tidak tahu”


“Siapa saja pasti akan tahu Tuan boas, coba kamu bayangkan , tadinya kamu hanya di sekolah tiba-tiba kamu sudah berada di rumah hanya hitungan menit , aku wajar curiga dan mencari tahu mahluk nenek yang selalu mengikuti ku, memberitahukan padaku semuanya tentang kamu, tentang hidupmu yang abadi karena kutukan”


“Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku”


“Apa yang harus aku ceritakan?” Shena balik bertanya.


“Semuanya”


“Kalau aku ceritakan semuanya, mungkin saat ini kamu tidak akan ada bersamaku, kamu akan pergi selamanya,” wajah Shena memerah menahan tangisan.


“Tetapi aku juga tidak ingin berlama-lama di dunia ini Shena, aku bosan, aku ingin garis takdir hidup”


“Tadinya ku ingin memberitahumu, kalau aku punya batu kristal ini, tetapi setelah tahu kenyataan, kalau kamu mendapatkan batu kristal kamu akan menghilang selamanya, kerena itulah aku tidak ingin kamu mengetahuinya, aku ingin kamu tetap di sini”


“Shena, aku sudah hidup selama ribuan tahun, aku sudah sangat jenuh”


“Terus bagaimana denganku?”


“Shena, dengar kamu akan mendapatkan lelaki yang baik nantinya, lelaki yang mencintai kamu dengan tulus”


“Terus apa kamu tidak mencintai ku, sedikit pun?”


“Shena dari awal kan aku sudah bilang kalau aku tidak pernah mencintaimu, aku hanya menjagamu dan merawat mu dengan baik. Karena aku sudah berjanji pada ibumu”


“Tapi kita sudah melakukannya, apa kamu tidak punya sedikitpun perasaan untukku”


“Shena jangan membuatku jadi merasa terbebani dengan apa yang telah terjadi, kamu tahu sendiri kalau yang terjadi karena anggaplah satu kecelakaan”


Wajah Shena seketika berubah, ia ingin menangis, tetapi aneh, air matanya enggan keluar dari ujung matanya, ia hanya merasakan rongga dadanya terasa sesak karena menahan kesedihan di dada.


“Baiklah aku akan memberikannya padamu,” ujar Shena mengerjap-erjapkan matanya agar air di dalam bendungan di matanya tidak tumpah.


“Cinta, apakah mencintai seseorang dengan sepihak sangat menyakitkan, kalau aku tahu kalau mencintai itu sangat menyakitkan, andai waktu bisa diputar aku tidak akan membuka hati untuk cinta, jika kelak aku terlahir kembali aku akan meminta pada yang punya hidup agar aku tidak bertemu dengan lelaki kejam ini’ ujar Shena.


Ia meninggalkan Boas yang masih duduk di ruang tamu. Shena masuk ke kamar.


Apa yang dikatakan Boas benar-benar sangat menyakiti hatinya, Boas adalah cinta pertamanya.


“Kamu mau ke mana? Kita belum menuntaskan pembicaraan kita”


“Baiklah, aku mengerti, aku akan memberikannya”


*


Dalam kamar Shena duduk menatap langit.


“Dewa, jika kelak aku terlahir kembali, aku tidak ingin merasakan rasa sakit yang seperti ini, aku akan memberikan padanya aku bersedia tolong batu aku”


Bersambung...