Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Rencana Yang Gagal


Saat Egdan di bawa ke dalam mobil dan ia di dudukkan di jok belakang, Biden mengemudi dan Kelly  duduk di samping.


“Kita akan membawanya ke mana?”


“Kita akan menjalankan  rencana kabari anak-anak untuk melakukan persiapan”


Egdan sudah bangun sebelum ia masuk ke dalam mobil ia mengambil ponsel perawat yang membantunya masuk ke dalam  mobil Biden.


Apa yang mereka katakan semuanya di rekam Egdan  untuk menjerat kedua penghianat itu nantinya.


Ia bisa melenyapkan keduanya dengan kekuatannya, ternyata seiring pulih ingatan Egdan pulih, juga kekuatan yang ia miliki walau tidak sepenuhnya. Karena sebelumnya kekuatan yang ia mili sebagian sudah hilang saat tubuhnya menghilang.


“Apa tidak akan terjadi apa-apa?” tanya Kelly melirik Biden yang duduk di sebelahnya.


“Percaya padaku, tidak akan  terjadi apa-apa,” ujar Biden meyakinkan kelly.


“Aku takut, karena rencana kita tidak pernah berhasil seolah-olah ada malaikat menjaga Egdan, karena kita sudah beberapa kali ingin melenyapkan dan keluarganya . Namun, tidak pernah berhasil”


“Jangan khawatir Kelly semua akan baik-baik saja,” ujar Biden mengusap  pucuk kepala kelly dengan tatapan hangat.


Sementara Egdan yang duduk di belakang di atas kursi roda, hanya mendesis kesal, tangannya sibuk memainkan ponsel diam, tangannya dan tubuhnya yang ditutupi selimut karena itu ia dengan diam-diam mengirim pesan ke Dr. Tivani.


Saat Tivani ingin pulang ke rumah setelah  mengikuti acara sosial untuk pengumpulan dana untuk anak-anak penderita kangker.


   Tiiing …!


Tivani mengusap layar ponselnya karena ada notif pesan masuk, ia menyengingkan  kedua alis karena nama pengirim pesan tidak punya nama.


Setelah membaca isinya ia baru  bereaksi dengan cepat ia menelepon polisi, Tivani memberi kode kalau ia sudah melakukan semua yang  diminta Egdan.


Setelah mendapat bantuan Egdan melakukan  hal yang membuat ke dua penjahat itu kaget.


  “Kita mau jalan-jalan ke mana ini?” tanya Egdan, mobil yang mereka tumpangi sempat  ingin menabrak kehilangan kendali  saat Egdan  duduk  dan  tubuhnya maju ke depan di antara celah jok depan.


“Ha! Ka-ka-kamu bangun lagi?” Kelly kaget dengan wajah  kaget.


“Sejak kapan kamu bangun?”


“Dari tadi , sejak dari rumah sakit”


“Apaaa ….?” keduanya berteriak serentak.


“Memang  ada apa?” tanya Egdan menyadarkan punggung di jok mobil dengan gaya santai.


Tiba-tiba mobil itu berhenti di tempat sepi, tetapi Agdan sudah menghidupkan gps agar para polisi itu mudah menemukan mereka,


Biden turun dan mengeluarkan pistol dari balik pinggangnya.


“Keluar kamu aku sudah muak dengan kamu, harusnya saat kecelakaan itu kamu mati saja”


“Apa kalian berdua sudah merencanakan ingin melenyapkan ku?”


“Iya akhirnya otak bodoh itu bisa berpikir juga”


“Oh begitu ternyata, lalu kenapa  tidak melakukanya, saat di rumah sakit padahal kamu sudah lama menjagaku di sana”


“Karena tidak semuda itu Bodoh, aku ingin kamu mewariskan semuanya padaku sebagai istrimu, tetapi kamu  bangun lagi dari kematian.


“Kamu  wanita yang sangat malang melakukan apapun demi uang dan harta”


“Kamu hanya orang bodoh yang mudah di manfaatkan, aku juga tidak mau di perintah-perintah orang seperti kamu”


Egdan terlihat sangat santai bahkan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun pada hal  pistol  itu sudah diarahkan padanya.


“|Kalian itu manusia-manusia yang tidak punya rasa terimakasih, apa kamu tidak tahu kalau segala perbuatan yang kalian lakukan ada yang mencatatnya, suatu saat nanti kalian akan di hukum”


“Aku tidak takut,aku hanya ingin kamu mati saat ini juga agar rencana kami berjalan”


“Aku akan memberi kalian pelajaran, tidak bagus menyakiti orang tua seperti mereka’


“Jangan banyak omong kamu”


“Tembaklah, aku yakin kamu hanya menggertak, orang bodoh sepertimu mana mungkin berani  menembak ku’


“Jangan memancingku Pak Egdan!”


“Aku tidak memancing mu Bodoh, kamu lelaki yang maruk dan bodoh, masa istri bekas aku pakai kamu mau ambil juga,” ujar Egdan  semakin memancing emosinya.


“Ah dasar …!”


“Angkat tangan!” Polisi sudah mengepung.j


Mereka  berdua di ringkus, sebelum masuk ke dalam mobil polisi Egdan mengedipkan  mata pada Biden. Mata lelaki bertubuh tinggi itu di buat  melotot heran.


“Apa dia sengaja menjebak  kita?” tanya Biden,


“Iya sepertinya ia sudah tahu dengan rencana kita”


Berkat bantuan  Tivani  akhirnya   Biden  dan Kelly  dan semua gerombolannya tertangkap juga.


Egdan  memasukkan mereka semua ke penjara, besok hari berita besar pun terjadi di mana, seorang menantu dari seorang pengusaha terkenal bersekongkol dengan teman lelakinya untuk menghabisi  suaminya untuk menguasai harta suaminya.


Kedua orang tua itu sangat syok, tetapi melihat Egdan sudah bangun dan sudah pulih kembali mereka berdua sangat senang, kini hidup keduanya bergantung pada Egdan.


Ia bukan lelaki yang lemah,  jiwa penghuni raga itu seorang yang cerdas cuek bahkan mempunyai kekuatan.


Egdan memajukan perusahaan otomotif milik ayahnya,  ia bisa mewujudkan semua apa yang di impian ayahnya,


“Kalau ada  yang keberatan dan tidak terima dengan gagasan yang aku utarakan , lebih katakan semua  sekarang jangan  mengoreksi dan berkoar-koar di belakang saya”


Ayahnya terlihat sangat bangga atas  kecerdasan  Egdan dan sikap tegasnya, tidak ada satupun yang berani membantah persentasinya di ruang rapat semua di buat takjub.


‘Inilah impianku sudah  sejak lama, akhirnya terwujud juga’ ujar Simon dalam hatinya ia mengusap buliran air yang menetes dari sudut matanya.


“Tidak ada yang keberatan pak Egdan apa yang bapak utarakan sangat bagus, kami setuju”


Para pemegang saham yang bekerja sama di perusahaan  itu akhirnya setuju dengan semua anjuran  yang dikatakan Egdan.


“Ayah bangga padamu Nak. Terimakasih karena membuatku bangga”


“Iya baiklah.” Ia terlihat sangat kaku, Egdan sudah lupa bagaimana caranya  bersikap hormat pada orang tua, bahkan hampir tidak pernah ia merasakan bagaimana bersikap lembut.


Walau seperi itu kedua orang tua itu sangat memaklumi sikap anak Egdan, kedua orang tua itu berpikir sikap dingin yang ditunjukkan Egdan karena ia sudah lama tertidur karena koma.


Bersambung ....


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TAMAT)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (TAMAT)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


Terima kasih sudah share karya sayake media sosialnya kakak salam sehat