Manusia Titisan Dewa

Manusia Titisan Dewa
Malam Panas Membawa Petaka


Saat pagi tiba Boas bangun, ia merasakan tubuhnya terasa sakit dan sangat berat saat diajak bangun, tubuhnya masih polos seperti saat ia tertidur tadi malam.


“Aduh. Apa terjadi? kenapa tubuhku lemas semua.”


Boas mencoba mengumpulkan potongan-potongan ingatannya, mencoba mengingat apa yang terjadi, ia melihat ke bawah. Namun, dengan sigap ia menarik selimut untuk menutup bagian bawahnya.


Tubuhnya masih sama dengan yang tadi malam, polos tanpa pakaian, saat ia melihat kelopak-kelopak bunga berwarna merah ia baru sadar.


“Oh Shena kemana dia, apa dia melarikan diri setelah datang ke kamarku?”


Boas hanya menarik seprai yang bernoda itu, lalu menggulungnya dan melemparnya ke tempat sampah di kamarnya, ia menyesali dan mengutukki dirinya karena telah melakukan hal itu.


Ia buru-buru mandi dan segera turun ke dapur.


“Pak, apa Shena belum, bangun?’


“Belum Tuan, ia sejak dari tadi pagi belum terlihat sama sekali,” ucap Ardan meletakkan teh hangat untuk Boas minum.


‘Apa yang dilakukan sekarang , ia telah mengacaukan hidupku’


Di kamar Shena, ia masih tertidur dengan pulas, bahkan ia tidak tahu apa yang terjadi tadi malam.


Ia hanya berpikir mengalami mimpi buruk, ia bahkan sudah memakai pakaian yang biasa, pakai sebuah piyama yang sangat nyaman dan longgar


Saat jam menunjukan jam delapan ia akhirnya bangun, ia merasakan tumbuhnya sangat sakit dan lemas terutama di bagian bawahnya.


“Aduh, tubuhku kenapa sakit semua,” ujar Shena ia masuk ke kamar mandi, saat ia menurunkan celana dan ia berjongkok untuk membuang ampas di tubuhnya satu kehebohan terjadi.


“Aaah …!”Shena menjerit kesakitan, ia menjempit pangkal pahanya, bagian intinya sangat perih dan membuat kaget, karena ia tidak tahu apa yang sudah terjadi tadi malam.


Boas berpikir ada hal buruk telah terjadi, ia berlari kemar Shena, mendorong pintu kamarnya dengan cara menendang nya,ia mencari di kamar Shena tidak ada Boas mulai panik.


“Shena!” panggilnya dengan panik.


“Iya aku di kamar mandi,” jawab Shena masih berjongkok menjepit bagian intinya.


“Apa yang terjadi?”


“Jangan masuk, ini memalukan,” ujar Shena dengan suara pelan ia meringis.


Boas menatap Ardan dan asisten rumah tangga yang lain mereka berpikir kalau Shena terluka.


“Kalian keluar saja, biar saya yang menanganinya,” pinta Boas menatap mereka semua.


“Oh Baik Tuan” Ardan keluar dari kamar Shena.


Boas berdiri dibalik Shena, “Bukalah, mereka semua sudah pergi tinggal saya di sini”


“Pergilah Paman, ini hanya urusan perempuan, Aduh sakit”


Mendengar Shena meringis Boas menggunakan kekuatannya dan ia masuk.


“Ada apa?” Ia menatap Shena meringkuk menjepit dan memegang bagian bawahnya”


“A-a ini memalukan”


“Tidak apa-apa katakanlah agar saya bisa membantumu”


“Anuku sangat sakit, perih, saat aku pipis, aku tidak tahu apa yang terjadi”


“Haaa ….?”


Boas mengingat noda-noda di dalam seprai di kamarnya


‘Bukankah tadi malam dia yang menggodaku, harusnya dia sudah siap dengan rasa sakit itu, kenapa malah bertingkah seperti anak kecil’ Boas membatin.


“Aku tadi malam seperti bermimpi”


“Apa kamu tidak mengingat apa yang kamu lakukan tadi malam?”


“Tidak, aku tidak mengingatnya, aku tidur dengan cepat dan tiba-tiba aku mengalami mimpi yang sangat aneh, dalam mimpiku tiba-tiba ada seseorang lelaki bertubuh besar memberiku banyak minum dan …”


“Apa maksudmu ….? kamu tidak mengingatnya?”


“Tidak, aku tidak mengingat apapun, aduh sakit, aku pengen pipis tapi aku takut ini sangat perih dan aku sangat takut saat melihat ada cairan merah keluar”


Boas melotot panik ia terhuyung mundur dan menabrak dinding kamar mandi.


“Kemarilah berdiri” Boas membantunya berdiri


“Aduh sakit, aku ingin pipis tapi sakit sekali, aduh ….”


Shena mencengkram lengan Boas menahan rasa perih di bagian intinya ia sampai berkeringat dan pucat.


“Kamu tidak apa-apa” Boas memegang dahi Shena yang berkeringat.


‘Maaf aku menyakitimu, aku tidak tahu’ ucap Boas dalam hatinya, tiba-tiba hatinya sangat sakit melihat wajah dan bibir Shena yang pucat,, padahal tadi malam bibir itu saat ia menikmatinya sangat merah dan manis semanis madu, sampai ia beberapa kali mengecapnya dan menyebabkan bibir itu membengkak.


“Aku tidak tahan dengan rasa sakitnya, rasanya sangat perih, badanku sampai meriang menahan sakitnya.”


Shena tanpa sadar merangkul tubuh Boas mendekap sangat kuat.


“Apa perlu ke dokter?”


“Iya, tapi apa yang terjadi, kenapa aku merasa seluruh tubuhku sakit dan bagian dadaku juga dua-duanya rasa sakit, apa Iblis itu agi yang melakukanya?’


“Saya tidak tahu Shena, tetapi ada seseorang yang mengerjai kita,saya tidak tahu apa ini perbuatan Iblis atau ….” Boas menghentikan kalimatnya, ia mencoba mengingat tadi malam sepertinya ia mencium bau yang berbeda dari telapak tangan Shena.


“Atau siapa?”


“Tidak siapa-siapa mari aku bantu kamu, kita kerumah sakit saja”


“Boas mengendong tubuhnya dari kamar mandi”


“Tapi aku ingin pipis, aku menahannya dari tadi, aku menahan pipis perutku jadi sakit dan terasa begah”


“Baiklah kamu keluarkan dulu lakukan perlahan-lahan, lakukan berjeda-jeda agar rasa perih-nya tidak terlalu parah”


Ia menurunkan Shena di kloset dan ia juga menunggunya di sampingnya, tidak ada rasa sungkan dan malu diantara mereka berdua semuanya berjalan begitu saja.


“Aduh sakiiit …!” Shena memegang lengan Boas dan mengimpitnya untuk menahan rasa perih di bagian bawahnya.


Boas maklum hal itu, ia tahu kalau Shena merasakan sakit dan perih di sana, karena tadi malam ia melakukannya dengan sikap buru-buru dan ia melupakan kalau Shena masih berusia dua puluh tahun, ia mengingat bagai mana Shena meringis kesakitan saat ia membobol-nya dengan paksa.


“Ini.” Boas menarik gulungan tissu dan memberikannya pada Shena yang semakin pucat.


Tapi belum juga ia menerima tisu ia sudah pingsan, Boas mendorongnya ternyata saat Boas mengecek kloset dan pakaian dalam Shena ternyata cairan merah masih menetes.


“Oh Gila kalau begini yang ada dia akan kehabisan darah, pantas dia pucat, awas saja kalian siapapun yang mengerjai dengan Shena akan mendapat ganjaran”


Boas mengangkat tubuh Shena kembali ke ranjangnya, ternyata di ranjang di bawah selimut ada banyak cairan merah.


“Aku mungkin melakukannya dengan kasar tadi malam, menyebabkan ada luka robek di bagian selaput dalamnya, aku harus membawanya ke rumah sakit,” ucap Boas menganti pakaian yang dikenakan Shena.


Bersambung ....


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)