Mantan Suami

Mantan Suami
# 86


''Apa yang kamu rasakan sekarang ini, ? Sama hal nya, apa yang di rasakan oleh istri mu tadi di Caffe.?''


"Perpisahan pernikahan kamu yang dulu, seharusnya bisa mengajarkan kamu untuk menghargai. Bahwa setiap detik bersama orang yang kita cintai adalah anugerah yang tidak boleh kamu sia-siakan." Ucap Papa Bagio.


''Dan untuk ke depan nya kamu, seharusnya lebih berhati-hati lagi. Karena ada kisah masa lalu yang belum sepenuhnya terobati, mungkin hal itu yang di rasa kan oleh istri mu."


''Masa lalu mu bersama Maya, akan bikin trauma sendiri bagi Yolla istri mu. Istri mu akan mudah berpikiran buruk tentang kamu jika kamu ingatkan kembali. Dengan mulai kedekatan antara kamu dan Maya.''


''Dan soal kedekatan kamu dengan Maya tetap berlanjut. Papa jamin, rumah tangga yang baru kamu bangun bersama Yolla, akan berakhir di meja hijau lagi.'' Sindir Papa Bagio kesal dengan jalan pikiran putra nya itu.


''Berbicara lah dengan istri kamu hati ke hati, dan saling terbuka. Petik lah masa lalu kamu Arka, yang dulu kamu dengan istri kamu bercerai, karena kurang nya berkomunikasi di antara kalian berdua.'' Menepuk pundak Putra nya yang tak bergeming dari tempat duduk nya.


''Temui lah Mama kamu, yang sejak tadi dia menanyakan kamu terus.'' Berlalu pergi meninggalkan Arka putra nya yang masih diam membisu.


''Mungkin putra nya itu sedang merenungkan tentang pernikahan nya bersama Yolla.'' Pikir Papa Bagio.


''Atau mungkin, putra nya itu sedang mencari solusi masalah nya yang dia hadapi sekarang ini. Langkah apa yang akan dia ambil untuk mengatasi masalah nya sekarang ini.?''


Dret


Dret


Tak ingin menyia-nyiakan kan waktu nya lagi, Arka bergerak mengangkat panggilan tersebut dengan cepat.


''Apa dia sudah pulang,?''


''Sudah tuan, baru saja masuk.''


''Apa istri ku di antar pulang dengan seorang laki-laki.?'' Selidik Arka.


''Tidak Tuan, Nyonya Yolla tadi turun dari mobil taksi.''


Arka bernafas lega, ''Syukurlah,''


''Apa dia sudah tidur.?'' Lanjut Arka lagi.


''Sudah Tuan, lampu di kamar Nyonya sudah padam. ''


''Jaga dia, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku.?'' Pesan Arka.


''Siap Tuan,'' Sahut satpam dengan tegas.


Arka beranjak dari duduk nya, kemudian melangkahkan kaki nya masuk ke dalam di mana Mama nya di rawat.


Kini pikiran nya sudah lebih tenang, dan dia bisa menemui Mama nya di dalam ruangan nya.


Dengan perlahan Arka melangkah kan kaki nya mendekat ke arah ranjang, yang di mana wanita yang telah melahirkan nya terbaring lemas di atas nya.


Menggenggam lembut tangan Mama nya yang sedikit dingin.


Mengecup kening Mama nya, sebelum mengecup punggung tangan Mama nya beberapa kali.


''Apa kondisi Mama sudah membaik, Pa. ? Seenggak nya ada perubahan dari sebelum nya.'' Tanya Arka. menatap lekat-lekat wajah Mama nya.


''Iya, kondisi Mama kamu sudah membaik. Kalau dua hari tidak ada penurunan lagi, Mama kamu di perbolehkan untuk pulang ke rumah.'' Jelas Papa Bagio, yang kini duduk di atas sofa dengan memangku satu laptop di depan nya.


''Syukur lah, ''


''Mama kamu baru saja tidur, biarlah dia beristirahat, kamu jangan menganggu nya.!'' Tegur Papa Bagio, tanpa beralih dari laptop nya.


''Aku mengerti, aku akan tidur di sofa itu.'' Ucap Arka.


''Pulang lah, kasian istri kamu yang tidur sendirian di rumah.''


Arka menoleh cepat ke arah Papa nya.


''Jangan menatap ku seperti itu, aku tahu kalau kamu memiliki rumah sendiri dengan istri mu,Yolla. Dan tempat nya juga tak terlalu jauh dari Rumah Sakit ini.'' Lanjut Papa Bagio yang masih fokus dengan laptop nya.


Arka menghela nafas panjang nya, ''Aku tidak bisa meragukan anak buah Papa.'' Sahut Arka.


''Kalau gitu, aku pulang dulu.'' Pamit Arka, beranjak dari tempat duduk nya.


''Hati-hati, jangan lupa bikin cucu. Papa ini sudah tua, jangan terlalu lama jadinya.!'' Papa Bagio kembali bersuara, tanpa mengalihkan atensi dari laptop nya.


Arka menggeleng lemah, ''Cucu dan cucu, gak tau apa kondisi rumah tangga ku seperti ini.'' Batin Arka sedikit kesal.


''Bukan nya selama ini, aku main nya tidak pernah memakai pengaman. Kenapa istri ku belum ada tanda-tanda kehamilan.?'' Batin Arka, sambil berjalan keluar dari Rumah sakit.


...****************...


Mobil yang di kendarai oleh Arka sudah memasuki gerbang rumah nya.


Memang benar, jarak Rumah Sakit tempat dia bekerja dengan rumah yang dia tempati bersama istri nya Yolla Memang tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu sekitar tiga puluh menit, dan itu sudah sampai di rumah nya dengan kecepatan sedang.


Tanpa kata, Arka bergegas turun dari dalam mobil nya dan segera masuk ke dalam rumah nya.


Tujuan Arka sekarang ini, masuk ke dalam kamar nya Dan ikut bergabung di bawah selimut yang sama dengan istri nya.


Mengingat jam sekarang ini yang sudah tengah malam waktu nya beristirahat. Arka tidak ingin membangunkan istri nya apa lagi mengganggu nya. Dia hanya ingin beristirahat dengan tenang malam ini bersama istri tercinta nya.


''Maaf, telah menyakiti mu tanpa aku sadari.''


Cup


...****************...


...***************...


Grup MOMY SIU telah aktif ya, siapa tau ada yang ingin masuk Grup😊😊😊