
Yolla menaikan satu alis nya, sambil menatap wajah Arka yang terlihat kesal ke padanya.
''Kenapa menatap ku seperti itu, ?'' Ucap Arka berambah kesal.
''Dan kamu'' Tunjuk Arka pada Lula yang masih berdiri di samping Yolla.
''Kalau sudah selesai dengan urusan kamu, segera lah pulang dari sini.'' Usir Arka.
'' I iya tuan Arka, aku sudah selesai kok urusankan aku dengan istri mu itu'' Kesal Lula.
''Ya udah Yoll, aku pamit ke resepsionis dulu, soal nya aku sudah ngantuk banget.'' Pamit Lula berjalan ke arah pintu keluar.
''Jangan lupa, tutup pintu nya.'' Membuat Lula menoleh ke arah Arka dengan sorot mata kesal nya.
''Bukan nya hotel ini sangat mewah ya, tuan Arka. Dan biasa nya juga, pintu hotel ini akan setara dengan kemewahan hotel nya. Tinggal klik, pintu nya akan terkunci sendiri, begitu pun dengan membuka pintu nya'' Ejek Lula.
''Oh ya,_____'' Ucapan Arka terhenti ketika melihat istri nya yang keluar dari kamar nya.
Yolla meninggalkan Lula sang asisten nya, bersama suami yang lagi berdebat, pergi begitu aja tanpa satu kata yang ke luar dari mulut nya.
Lula mematung di tempat nya, dengan rasa bersalah dia menyusul Yolla keluar dari kamar tersebut.
''Maaf Yoll, aku tidak bermaksud____''
''Pintu keluar ada di sebelah sana, kamu tadi sudah bilang ngantuk kan.? Check in pakai uang mu dulu, lain waktu aku ganti uang mu itu. Aku lelah hari ini Lul, pingin istirahat. '' Harap Yolla sambil menuangkan air putih ke dalam gelas nya. Sedari tadi dia tahan karena ada Mama mertua nya, yang sudah bikin dia tegang setengah mati.
''It is okay, sekali lagi, sorry Yoll. '' Ucap Lula sebelum meninggalkan kamar Yolla tersebut.
Yolla menghela nafas panjang, beberapa waktu, setelah itu dia menjatuhkan tubuh nya ke atas sofa panjang di ruang tamu. Dengan perlahan kelopak mata itu mulai tertutup dengan sempurna.
''Sebelum tidur, kita mandi bareng dulu, sayang.'' Ajak Arka, sambil menarik tangan Yolla untuk segera bangun.
Yolla terkesiap, dengan cepat kelopak mata yang baru tertutup kini di buka paksa kembali.
Gila, dia masih malu banget. Yang harus mandi bersama dengan Arka, meskipun suami nya itu sudah melihat seinci bagian tubuh.
Dengan cepat, Yolla menggelengkan kepala nya tanda tidak setuju. ''Kamu duluan aja, '' Ucap nya, kemudian Yolla berjalan ke arah tempat tidur nya.
''Jika kita mandi nya bergantian, akan memakan waktu yang lama, Yolla sayang. '' Protes Arka lagi.
Dengan gesit Arka berhasil menarik Yolla ke dalam kamar mandi nya. ''Janji ya, tidak ada ahem-ahem di sana, '' Jelas Yolla.
''Sini, '' Ucap Arka mengarahkan istri nya berdiri di bawah shower, kemudian Arka menyalakan air shower tersebut.
''Aaaww, dingin Ar, '' Keluh Yolla yang merasa kedinginan, saat air shower nya menyentuh kulit nya.
Arka pun memeluk Yolla yang sudah menghadap ke arah nya. Tangan nya bergerak mengatur suhu air shower tersebut
Sambil merasakan ada nya tubuh Yolla yang menempel pada tubuh diri nya.
''Cukup,'' Tanya Arka
Membuat Yolla mengangguk.
Sebenar nya, saat ini Yolla merasa bingung dengan sikap suami nya yang berubah sangat drastis itu.
Setelah selesai bercinta tadi, Arka juga membersihkan sisa cairan milik nya di bawah sana dengan telaten.
Tanpa sadar, Yolla terkesima menatap Arka tanpa berkedip.
Sedangkan Arka yang sibuk membersihkan dan menyabunkan bagian tubuh istri nya, hingga Arka tak menyadari hal itu. Ketika Arka menoleh ke arah Yolla, dia baru sadar kalau istri nya itu sedang menatap nya begitu intens. ''Apa kamu sudah jatuh cinta ke pada ku sekarang ini.? Sangat tampan bukan, suami rahasia mu ini.'' Ucap nya sambil mencuri ciuman yang sudah bikin candu untuk nya itu.
''Eh, apaan sih cium-cium mulu, ?'' Keluh Yolla.
''Karena bibir mu sangat manis Yolla sayang, bikin candu.'' Jawab Arka dengan nada mengoda.
Yolla memutar bola mata nya malas, '' Udah selesai kan,'' Tanya Yolla hendak mengambil handuk nya.
''Sudah, tapi yang di bawah belum tuh. '' Lanjut nya, dengan mengedipkan sebelah mata nya.
''Ck, '' Yolla berdecak.
Seusai drama di kamar mandi, serta berganti pakaian tiga puluh menit yang lalu. Akhir nya mereka berdua sudah naik ranjang nya, dengan selimut yang tebal, menyelimuti tubuh mereka berdua, sebagai pasangan suami istri sah tersebut.
Sungguh aku teramat sangat menginginkan kebersamaan ini.
Berdua bersama, saling madu kasih dalam janji ikatan suci.
Tuk mewujudkan keindahan yang ada didalam mimpi.
Menjadikannya buliran kasih penuh dengan kebahagiaan cinta yang hakiki.