
Mungkin terlalu dini bagi kita
Untuk mengenal cinta
Merangkai indahnya tali asmara
Ribuan kerikil tajam menghadang
Angin menerjang
Hiasi perjalan yang panjang
Namun percayalah
Tuhan telah menyiapkan
Sebuah kisah yang lebih indah
Dari apa yang diimpikan
Biarkan waktu bergulir
Bagai roda yang terus berputar
Iringi langkah kita
Menuju singgasana cinta
Biarkan indah dunia
Menjadi saksi cinta kita
Hingga malam menutup jiwa.
...****************...
Cup
Arka tiba-tiba mengecup kening nya, hingga kening nya itu terasa panas dan meremang seketika.
Meski mereka berdua sudah sering bercinta saat Honeymoon kemarin dan terakhir tadi pagi sebelum bangun.
Namun, perlakuan manis suami nya barusan membuat Yolla sedikit salah tingkah.
''Mas Arka bisa so sweet gitu ya, sampe bikin jantung aku berdebar-debar. '' Pikir Yolla dengan wajah merona.
Mas Arka yang dulu, dengan yang sekarang benar-benar berubah.
Hal itu juga yang di rasakan oleh Yolla, Dulu dia dengan Arka tidak sedekat ini. Hanya ada wajah dingin dengan wajah tanpa ekspresi.
Sedang kan Arka tersenyum senang, Karena Yolla bersikap selayak nya seorang istri seperti di luaran sana. Awal nya dia ragu dan takut gagal lagi seperti pernikahan sebelum nya. Karena dia sedikit memaksa, mantan istri nya untuk menikah kembali dengan nya.
Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Senyuman Arka tidak pernah luntur. Setelah mampir dulu ke rumah nya untuk berganti mobil, mobil milik nya sendiri yang sering sekali dia pakai. Sebab mobil yang bermerek Bentley dari inggris itu. Hadiah yang akan dia berikan untuk istri nya, Yollanda Amber beberapa hari dia pesan sebelum hari H itu terjadi.
Dia belum sempat juga mengutarakan mobil yang di gunakan pagi ini, sebab saat itu Yolla istri nya ke buru jatuh sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit, sehabis itu dia langsung membawa Yolla pergi Honeymoon.
''Lihat lah, wajah nya berseri-seri, tidak seperti hari biasa nya. Ck, sampai segitu nya efek pulang dari Honeymoon.'' Goda Om Herman di lorong ruang pribadi milik Arka. Yang tidak sengaja dia tadi bersimpangan dengan ponakan nya yang baru masuk kerja sehabis Honeymoon itu.
''Sudah jadi belom adonan nya.?'' Tanya Om Herman dengan wajah tengil nya.
Arka mendengus kecil, ''Kepo, '' Jawab Arka berlalu pergi.
''Untung ponakan, kalau tidak___"
''Pagi Prof, '' Sapa beberapa Dokter wanita yang melewati Prof Herman tersebut.
''Pagi, '' Balas Prof Herman dengan senyuman manis nya.
''Ingat, ada istri di rumah Om, '' Sindir Arka, balik arah pergi kembali ke ruang pribadi milik nya.
''Sialan kau Arka, apa maksud nya coba. ?'' Geram Prof Herman.
RUANG KERJA ARKANA.
Dua jam telah berlalu, bayang-bayang tadi pagi masih saja menghantui pikiran nya, saking senang nya hingga tak hilang-hilang dari otak nya.
''Tau gini mah aku pasti udah nikahin dia dari dulu. Tidak harus menunggu empat tahun lama nya.'' Gumam Arka yang masih tak lepas dari senyuman di bibir nya.
Ting ponsel Arka bergetar, dengan cepat Arka membuka ponsel nya. Dan tertera satu nama yaitu cantik, memang cantik nama nya sekaligus dengan orang nya, pikir Arka.
Nama yang di beri nama cantik, yang sedari tadi mengganggu konsentrasi nya saat dia sedang mengecek hasil laporan akhir bulan.
Jam dinding terus berputar, tak terasa sudah pukul dua belas siang. Dan waktu nya untuk makan siang.
Setelah tadi pagi, Yolla istri nya mengirim pesan ke pada diri nya. Kalau dia tidak jadi datang ke Rumah Sakit, dengan cepat Arka membalas pesan itu dengan berisi ada sesuatu yang sangat penting, dan di haruskan dia tetap datang ke Rumah Sakit siang nanti.
Dan untuk Yolla, Yolla tidak berani menolak dan pada akhir nya dia pergi ke Rumah Sakit. Dengan sedikit terburu-buru menuju ruangan pribadi Arka suami nya.
Tok
Tok
Tok
''Masuk, '' Suara Arka dari dalam.
Ceklek
''Permisi, '' Ucap Yolla sopan.
''Masuk aja, '' Pinta Arka.
Yolla pun masuk dengan menutup pintu ruangan tersebut. Melangkah menghampiri suami nya yang masih fokus menatap layar Komputer nya itu.
''Ada apa Mas Arka, ?'' Tanya Yolla sambil berdiri di samping meja Arka bekerja.
Arka menarik tangan Yolla hingga jatuh ke dalam pangkuan nya. ''Aku sedang ingin, sayang. '' Bisik Arka, kemudian dia langsung menyerang istri nya, dengan ciuman panas nya.