Mantan Suami

Mantan Suami
# 39


''Seperti nya aku tidak bisa, berlama-lama di sini, '' Ucap Nyonya Dania yang di tunjukan pada mantan menantu nya itu. Setelah menyusuri kamar inap milik Yolla, sambil menunggu sang asisten Yolla untuk mengambil jam tangan kekasih nya tersebut.


Aku juga begitu Mama Dania, tidak bisa berlama-lama berdiri menemani Mama di sini. Batin Yolla.


Baru keluar dari Rumah Sakit, dan tadi di ajak perang di atas ranjang, tubuh ku rasa nya benar-benar lelah.


Ceklek


''Maaf Yoll, aku tadi terse___ eh, maksud aku, kalau tadi aku rada-rada lupa dengan kamar ini, gitu.'' Ucap Lula dengan tersenyum kaku. Saat mendapati tatapan tajam dari Yolla sang bos nya itu.


''Tidak apa-apa, Lul? Yang terpenting kamu sudah sampai di sini dengan utuh. Tidak kekurangan apa pun kecuali nafas kamu yang masih memburu.'' Ledek Yolla.


Lula cemberut kesal, ''Ck, tidak menghargai ku datang tepat waktu. '' Bisik Lula pada Yolla. Membuat Yolla tersenyum pepsodent.


''Ini, jam tangan kekasih mu Lul, yang tertinggal di atas ranjang ku.'' Adu Yolla dengan menyerahkan jam tangan itu, pada sang asisten nya Lula.


''Kenapa bisa,? Jam tangan kekasih mu tertinggal di atas ranjang milik Yolla. Apa kalian melakukan hal dosa sebelum menikah, ?'' Tuduh Mama Dania secara blak-blakan.


Deg


''Mampus aku, aku aku harus menjawab apa, coba ?'' Batin Lula sedikit takut.


''Tidak Nyonya, ta tadi kekasih ku minta izin ke toilet sebentar. Dengan kemungkinan besar kekasih ku saat itu juga melepaskan jam tangan nya sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Hal biasa yang di lakukan oleh kekasih ku karena dia takut, kalau jam tangan nya akan terkena air.'' Jawab Lula.


''Mungkin kamu benar Lula, tidak semua nya jam mahal itu ada anti air nya.'' Bela Yolla membantu asisten nya itu.


''Terserah kalian aja, aku tidak peduli. Dan untuk kamu Yolla, ?'' Tunjuk jari Mama Dania pada Yolla mantan menantu nya itu. ''Jangan sesekali kamu menjual tubuh mu dengan harga murah, kalau kamu memilih jalan seperti ini, cari lah laki-laki yang masih single dan juga kaya-raya yang mampu membuat kamu tidak kekurangan uang sama sekali.'' Sindir Mama Dania dengan nada tak suka.


''Bukan nya kamu, yang tadi memberikan aku kertas ini.'' Tanya Yolla menunjukan kertas yang berada di tangan nya. Dan tidak lupa, sorot mata tajam nya di berikan pada Bodyguard yang berjalan paling belakang serta pelan itu.


"Untung Nyonya Dania tidak mengecek kamar mandi kamu, Nona." Ucap Bodyguard itu dengan muka datar, membuat Yolla bisa menebak. Kalau Bodyguard yang satu ini bisa di bilang, sebagai ketua dari Bodyguard kepercayaan Mama Dania.


Karena Bodyguard yang satu ini juga, dia tidak pernah melihat nya sama sekali. Dan baru kali ini, dia melihat nya.


"Kamu sudah tau,? Ah, bodoh dengan hal itu. Aku mau bertanya serius tentang kode pintu itu, memang nya apa isi nya di balik pintu itu.?"


Bukan nya Yolla mendapatkan jawaban tetapi dia bertambah penasaran.


"Cukup datang aja, jangan sampai ada yang tau selain kamu." Bodyguard itu berlalu pergi dari hadapan Yolla. Sedangkan Yolla hanya bisa mencerna, dan juga memahami pesan Bodyguard itu yang kian menghilang dari pandangan mata nya.


"Apa yang kalian bahas sih Yoll, kode, kode apa, ?" Kepo Lula.


Yolla menaikan hahu nya tanda tak mengerti. "Entah lah, oh iya makasih banget Lul, sudah datang kesini jam segini." Ucap Yolla merasa bersalah pada sahabat baik nya itu.


"No problem, " Balas nya, "Aku pamit pulang dulu, ya. " Ucap Lula.


"Kenapa harus pulang,? Apa tidak sebaik nya menginap di hotel ini aja,? Biar aku nanti yang membanyar nya." Tawar Yolla dan di sambut senang oleh Lula.


"thank you so much, Yolla. " Memeluk Yolla.


"You're welcome, " Balas Yolla.


Ehem, deheman membuat mereka berdua saling pandang.