Mantan Suami

Mantan Suami
# 70


SATU JAM KEMUDIAN.


''Biar aku saja yang membayar nya, '' Ucap Bian, hendak melangkah menuju penjual nya.


''Tapi Bi, kan aku tadi yang mengajak Dio.'' Tolak Yolla, di merasa tak enak jika Bian yang harus mentraktir dia. Sedangkan dia yang tadi mengajak Putra nya, Dio.


''Tidak apa-apa, lagi pula hanya sekali.? Lain waktu, jika kita makan bersama lagi, biar kamu yang gantian mentraktir kita, ok.'' Ide Bian.


''Baik lah, jika itu yang kamu mau.'' Pasrah Yolla.


Bian mengangguk, dan berlalu pergi dari hadapan Yolla mantan pacar nya itu.


''Sudah selesai, '' Tanya Yolla lagi, ketika Bian sudah kembali.


Bian mengangguk, ''Yuk, kita Pulang.''


''Ok, Pa. ''Jawab Dio antusias.


''Putra mu sangat menggemaskan, Bi '' Puji Yolla mencubit pipi tembem milik Dio.


''Kemana Mama nya, Bi. ? Kenapa tidak kamu ajak.'' Yolla penasaran dengan Mama nya Dio. Secantik apa sih, bisa membuat anak seganteng ini. ?


Bian menautkan kedua alis nya tak mengerti. Setelah berpikir dan mencerna kalimat yang keluar dari bibir manis Yolla, sekarang dia baru tau.


Bian mengembangkan senyuman , sebelum menjawab. ''Dia bukan anak ku, tetapi dia ke ponakaan ku.''


Jawaban Bian membuat Yolla menatap ke arah Bian.


Yolla tersenyum kaku. ''Maaf, ku kira dia putra mu.''


''Tidak masalah, dia sudah ku anggap seperti putra ku sendiri.''


''Apa kamu sudah menikah Dokter Yolla, ?''


Glek


''Mati aku, aku harus menjawab apa coba. ?'' Batin Yolla menjerit.


''Kalau kamu, '' Bukan nya menjawab, kini Yolla justru melempar pertanyaan yang sama pada Bian.


''Belum, belum ada yang pas untuk ibu dari anak-anak ku nanti.''


''Oh, '' Melirik sekilas ke arah jam tangan kecil nya.


''Seperti nya jam makan siang ku sudah berakhir. Aku akan kembali lagi ke Rumah Sakit.'' Beritahu Yolla pada Bian.


''Sayang, tante pergi dulu ya. Lain waktu kita makan bersama lagi.'' Pamit Yolla pada Dio yang asyik minum jus di dalam plastik dengan sedotan.


''Ok, tante, ''


...****************...


Dengan langkah gontai, Arka berjalan perlahan, mendekat pada sosok yang terbaring lemah, ku genggam tangan nya yang tak bergerak.


''Mama. '' Bisik Arka, ''Sebentar lagi Yolla akan datang, Mama cepat bangun ya.''


''Dari mana,? Kenapa kamu datang sendirian.?'' Tanya Papa Bagio.


''Yolla mana, ?'' Memicingkan sebelah mata nya menatap intens pada putra nya itu. ''Apa dia tidak mau datang.?'' Lanjut Papa Bagio lagi. Apa Yolla tidak ingin bertemu dengan istri ku. ?Apa sesakit itukah hingga dia tak mau datang meskipun hanya sebentar. ?'' Pikir nya.


''Jangan mikir yang aneh-aneh, Pa. Sebentar lagi dia akan datang.''


''Kenapa dia tidak bareng sama kamu, ?'' Selidik Papa Bagio


''Kita omongin ini di luar, ''


Hmm


Ceklek Pintu tertutup dari luar.


''Ada apa, ?''


''Tadi siang tiba-tiba Maya datang ke ruangan ku dan langsung memeluk ku. Dan kebetulan banget Yolla melihat adegan itu saat hendak masuk ke ruangan ku juga.''


''Terus, ''


''Terus, ya terus dia pergi begitu saja tanpa melihat siapa yang sedang memeluk ku, Pa.? '' Cerita Arka.


''Sudah kamu hubungi dia, ?''


''Sudah,''


''Jawaban nya. ''


''Awal nya dia tidak mau mengangkat panggilan ku, Pa. Hingga beberapa kali aku coba terus-menerus, dia baru mengangkat nya dengan nada suara biasa saja. Namun sial nya, aku mendengar dia bersama dengan seorang laki-laki dan anak kecil sedang sibuk memesan makanan.'' Mengusap wajah nya kasar.


''Ku pikir dia sedang cemburu, berarti dia cinta dong sama kamu.''


''Aku sudah tau hal itu, Pa.''


''Lalu, ''


''Aku cemburu kalau dia bersama dengan laki-laki lain.'' Kesal Arka.


''Begitu pun sebalik nya, istri kamu juga cemburu kalau kamu memeluk perempuan lain.''


''Tetapi kan aku beda, aku sudah kenal Maya sangat lama sebelum nya. Dan kita tidak memiliki ke tertarikan lebih dari persahabatan. Sedangkan dia, setiap laki-laki yang mendekati nya pasti mempunyai ketertarikan lebih dengan istri ku.''