Mantan Suami

Mantan Suami
# 33


Hari ini, hari dimana Yolla merasa tak percaya. Mendapatkan hadiah perhiasan yang berbentuk kalung dari mantan suami nya yang sekarang ini, telah menjadi suami nya lagi.


Ini hadiah pertama kali nya, selama dia menyandang sebagai seorang istri, hingga sampai kedua kali nya.


''Terimakasih atas hadiah Ini Ar. '' Ucap Yolla begitu tulus dari dalam hati. Sambil menyentuh kalung di leher jenjang putih milik nya.


''Kamu berhak mendapatkan hadiah itu Nda. '' Membuat Yolla mengangguk mengerti, ''Kamu tadi panggil aku apa, ?'' Tanya Yolla.


''Nda, bunda dari anak -anak ku nanti,'' Jujur Arka sesungguh nya. ''Dan itu juga masih termasuk dengan nama kamu, Yolla nda, di ambil nama belakang nya aja. Mmm, ku berharap kamu tidak terganggu, kalau setiap hari akan mendengar panggilan itu.'' Beritahu Arka.


Yolla mengangguk sambil tersenyum, karena Yolla sadar, hal itu juga termasuk menjadi milik nya setelah menikah kembali.


''Mmm kalung ini bukan sogokan untuk ku kan, ?'' Canda Yolla membuat Arka mendengus kesal, dengan kesal Arka melangkah masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah kata.


Meninggalkan Yolla yang terpaku, melihat dia yang di tinggalkan begitu saja. Jemari Yolla meraih paper bag yang berada di atas kursi yang tidak terlalu jauh dari dia tempati.


Dengan perlahan Yolla berjalan masuk kedalam kamar nya, dengan menggenggam erat tali paper bag tersebut.


Ceklek, pintu kamar mandi terbuka dari dalam, menampilkan sosok laki-laki yang bertelanajang dada.


Aa...akh, jerit Yolla terkejut, dengan gerakan cepat dia membalikan badan nya ke arah berlawanan. . ''Kenapa belum memakai baju Ar, '' Keluh Yolla , membuat Arka terkekeh geli. Jujur, di pernikahan pertama dia tidak pernah bertelanjang dada di depan Yolla. Karena dia masih tau diri, kalau pernikahan nya tidak seperti orang-orang di luaran sana.


Badahal dia sudah memakai celana pendek loh, yang dia tutupi dengan handuk kecil melilit di pinggang nya.


Dan untuk bertelanjang dada. ?


Memang dengan sengaja tadi, dia keluar dari kamar mandi bertelanjang dada. Hanya ingin tau reaksi apa yang Yolla istri nya tunjukan ke pada diri nya.?


Dan ini hasil nya, ?


''Jangan malu Calon Dokter, Yollanda Amber.'' Bisik nya sambil memeluk Yolla dari belakang. Menaruh dagu runcing nya di leher jenjang putih Yolla, dan sesekali mencium nya dengan gerakan lembut bibir nya.


''Kamu bisa buka paper bag yang kamu pegang itu, sekaligus kamu pakai, ya.?'' Lanjut Arka berbisik, dengan nada sedikit memaksa.


''I iya, t tapi le lepas dulu Ar, '' Lirih nya, hampir tak dengar. Menahan sesuatu pada tubuh nya yang mulai beraksi, ''Jangan sampai mendesah please, ''Mohon Yolla pada diri nya sendiri. Tubuh Yolla memang sedikit sensitif jika di sentuh orang lain, aos lagi seperti ini.


''Yes baby, ''


Setelah terlepas, Yolla sedikit menjauh, ''Hah, ini gila benar-benar gila.'' Pikir Yolla mengusap dahi nya yang tidak berkeringat.


Arka menahan senyuman nya, melihat tingkah Yolla yang menarik nafas. Seperti orang sehabis berlari olahraga.


''Tidak berkeringat, '' Menyentuh dahi Yolla.


Arka mengangkat satu alis sebelah nya, tak selang lama sudut bibir nya terangkat ke atas.


Yolla salah tingkah sendiri, saat dia merasa di perhatikan oleh Arka. Tak sengaja kontak mata Yolla dengan Arka bertemu. ''Kenapa menatap ku seperti itu, Ar, ?'' Tanya Yolla mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


''Memang nya kenapa,? '' Tanya balik Arka mencoba mendekat.


Mengerti Arka yang berjalan mendekat. Dengan refleks kaki Yolla berjalan mundur.


''Ar, bu bukan nya tadi kamu menyuruh ku untuk membuka paper bag yang sedikit besar ini. ?'' Mengakat paper bag di tangan nya ke atas.


Dug


Eeh


Brak


Auwh Yolla terkejut tubuh nya terjatuh di atas ranjang, belum selesai terkejutan nya. Yolla dia buat shok saat Arka sudah berada di atas nya.


''Ar, ''


''Iya, ''


''Paper bag, '' Dengan suara tercekat.


''Tidak perlu, kelamaan kamu memakai nya. Toh, nanti nya juga sama-sama di buka.''


''Memang nya, a aapa isi nya. ?'' Gugup Yolla sambil menoleh ke arah samping. Hidung Arka hampir menyentuh kulit wajah nya, belum juga aroma tubuh mint Arka menguar di hidung nya, membuat dia.... entah lah.


''Isi nya, '' Jeda Arka membuat Yolla melirik nya beberapa waktu, ''Lingerie.'' Jawab Arka santai.


''Lingerie, '' Ulang Yolla, dengan melebarkan kedua mata nya.


''Iya Lingerie, untuk kamu pakai malam pertama kita, sayang.''


DEG


''Ku pikir sekarang ini, sudah tak di perlu kan lagi, sebab______'' Arka mulai mencium bibir pink yang menggoda iman di dapan mata nya saat ini.


...****************...


Sibuk di dunia nyataπŸ™πŸ™πŸ™ maaf ya, up nya telat. Semoga aja masih ada yang setia di sini😘😘😘