
TOK
TOK
TOK
Gedoran pintu terus berlangsung, hingga beberapa waktu. Membuat dua berbeda jenis yang berada di atas ranjang merasa terganggu.
Dengan deru nafas nya yang masih naik turun, serta keringat mereka berdua masih keluar dari sela-sela pori-pori nya.
Dengan berat hati, Yolla menggoyangkan tubuh suami nya yang masih betah berada di atas nya itu untuk segera menyikir dari tubuh nya.
''Ar, '' Gumam Yolla tepat di samping telinga Arka.
Hmm balas Arka masih dengan posisi wenak nya. Kepala nya yang dia taruh di pundak istri nya itu. begitu terlihat sangat nyaman dan di susul kedua mata nya mulai terpejam dengan sempurna.
Jangan lupa, di bawah sana masih menyatu, ya.
''Pintu, ''
''Terus, hmm. ''
''Harus di buka, ''
''Ngapain,? Biarin aja kali, nanti dia lelah pergi sendiri.'' Bukan nya di lepaskan, kini Arka mempererat dengan berpindah posisi dari arah samping.
''Aku masih ingin sayang, '' Beritahu Arka, dengan nakal salah satu tangan nya mulai menyentuh dua bukit yang begitu pas dia genggam.
''Aku capek Ar, tadi aku belum sempat untuk meminum obat.'' Adu Yolla sambil menyingkirkan tangan Arka yang berada di tempat favorit nya semua laki-laki. ''Lagian, pintu itu selalu di ketuk dari luar terus-menerus Ar, coba deh kamu cek dulu.'' Dengan muka melas serta dengan nada memohon, Yolla berbicara.
Dan seperti nya itu berhasil, mampu, membuat Arka suami nya itu bergerak melepaskan dan mulai duduk dari tidur nya.
''Ok, aku cek dulu.'' Bangun dari tempat tidur, berlalu memakai celana pendek nya tanpa memakai dalaman nya.
Dari lubang kecil yang berada di daun pintu, Arka bisa melihat siapa yang berada diluar sana. ? Yang sejak tadi mengganggu kegiatnya bersama sang istri.
****
Brak
Arka memukul dinding yang berada di samping pintu tersebut dengan begitu keras.
''Sial, '' Umpat Arka, yang merasa muak dengan hidup nya yang terus-menerus seperti ini. Dengan satu ke salahan di masa lalu Mama nya, dia ikut merasakan nya juga.
''Sial, '' Umpat Arka satu kali lagi.
Hah
''Bagaimana bisa mereka tau aku ada di sini? Bahkan, dengan sengaja ponsel milik nya di bawa sang asisten nya itu. Untuk ikut bersama nya pergi ke Bali.'' Pikir Arka mengingat sebelum pergi Honeymoon.
Setelah beberapa waktu memikirkan jalan hidup nya, Arka mulai mengingat sesuatu yang bisa membuat mereka sampai di sini. ''Ponsel, ya ponsel milik Yolla.'' Batin nya.
Arka bergegas balik badan, melangkah menuju di mana istri nya berada.
''Kamar mandi, '' Jawab Yolla yang baru sampai, susah payah dia berjalan, dengan menahan nyeri milik nya di bawah sana.
''Kemana ponsel mu, ?'' Tanya Arka.
''Aku lupa, mungkin aja ada di dalam tas. '' Teriak Yolla dari dalam kamar mandi.
Dengan gesit Arka membolak-balikkan barang-barang nya untuk mencari tas milik Yolla.
''Ketemu,'' Lega Arka,
Satu tangan Arka merogoh ke dalam mengambil ponsel dan segera mengecek nya.'' Hidup, sial pantes dia bisa sampai di sini.''Geram Arka, dengan menggenggam erat ponsel itu sambil berlari kecil ke arah kamar mandi.
Sebelum pergi ke kamar mandi, dia mengambil dulu barang-barang nya dan di taruh ke kolong tempat tidur nya.
''Jangan sampai mereka menakap basah aku ada di sini. '' Pikir Arka.
Ceklek
Aaaaaaa, teriak Yolla terkejut, ''Arka, ngapain kamu ke sini, hah?'' Tanya Yolla panik, pasal nya dia hanya memakai handuk kimono tanpa dalaman. Bahkan dia belum selesai mentali kimono tersebut.
Arka tersenyum menyeringai, melangkah maju menghampiri istri nya yang terlihat panik itu.
Arka yang semakin dekat membuat Yolla berjalan mundur dengan perlahan. ''Masih sakit Ar, '' Keluh nya dengan muka melas nya. Yolla sudah tidak bisa mundur lagi, punggung nya sudah mentok pada dinding di belakang nya.
Dengan sengaja Arka mencodongkan wajah nya ke arah wajah Yolla tanpa ada jarak. membuat Yolla memejamkan ke dua mata nya dengan begitu rapat. ''Apa dia akan mengulang lagi,? Adegan panas yang baru selesai tadi. '' Pikir Yolla dengan pikiran mesum nya.
''Mama Dania ada di depan, biar aku bersembunyi di balik tirai ini.'' Bisik Arka lembut. '' Jangan berpikir mesum dulu, kita akan mengulangi lagi di sini, jika kalau kamu yang meminta, aku bersedia.'' Bisik Arka dengan nada menggoda.
Bluss
Kedua pipi Yolla memerah karena malu, dia sudah berpikir kemana-mana, atas ke datangan Arka ke dalam kamar mandi ini.
''Mama Dania,'' Ulang Yolla yang memastikan nya lagi.
''Iya, dia sudah berada di depan pintu kamar kita ini, sayang''
''What, bagaimana bisa. ?'' Panik Yolla, tanpa sadar menggigit bibir bawah nya.
Cup, Arka merengkuh pinggang Yolla lebih mendekat ke arah nya.
''Eh, '' Yolla terkejut seketika.
''Jangan kamu gigit bibir mu seperti itu, nanti Mama aku bisa curiga dengan kamu, kalau kamu baru habis ciuman dengan seorang laki-laki di hotel ini.'' Bisik Arka dengan menyatukan kening nya dengan istri nya.
''Barang-barang milik ku juga sudah ku sembunyikan di kolong tempat tidur kita, jadi kamu jangan panik, bicaralah seperti biasa.'' Lanjut Arka memberi saran.
''I i i ya, tapi, tapi tidak begini juga, Ar. '' Ucap Yolla terbata dengan posisi nya sekarang ini.
''Ini lebih parah hadapin anak nya, ke timbang mertua nya, kalau gini cara nya.'' Frustasi Yolla dengan detak jantung nya yang ingin melompat dari tempat nya.
Sebelum Yolla berjalan ke luar. Dan hilang di balik pintu kamar mandi. Arka ******* beberapa waktu bibir pink yang sudah bikin candu untuk nya mulai saat ini, dan seterus nya.