
Tiga jam sudah waktu Yolla tersita, berada di dalam ruang kerja pribadi Suami nya hari ini.
Yolla melirik jam kecil yang berada di pergelangan tangan nya beberapa waktu. ''Sudah jam empat, '' Gumam nya sambil melangkah keluar dari ruangan kerja milik suami nya itu.
Dengan melangkahkan kaki nya bagaikan seorang model papan atas, Yolla menganyunkan kaki nya menuju kamar jenazah yang berada paling belakang Rumah Sakit ini. Meskipun dia belum pernah mendatangi langsung ke sana, tetapi dia sempat mendengar kalau kamar jenazah Rumah Sakit ini berada di ujung lorong yang kini tempat kaki nya melangkah.
Di persimpangan jalan, dari arah yang berbeda. Mata Yolla menangkap ada orang lain selain dia. Yang menuju ke arah kamar jenazah tersebut.
Dengan sigap Yolla menghentikan langkah kaki nya dan bersembunyi di balik dinding. Pandangan mata nya menemukan seseorang yang kini sudah menjadi Mama mertua nya lagi.
''Ada rahasia apa di balik kamar jenazah itu. ?'' Gumam Yolla sendirian.
Melihat mertua nya yang hilang di balik pintu kamar jenazah itu, Yolla memberanikan diri untuk ikut masuk ke dalam sana. Dengan kedua mata nya meliat area kamar jenazah itu, dan ternyata area di sini cukup sepi. Tidak ada satu pun seseorang yang lewat di sekitar sini.
Ceklek
Tangan Yolla bergerak pelan, dengan lembut membuka pintu tersebut. Dengan kepala masuk lebih dulu, untuk memastikan tidak ada sesuatu di dalam sana.
''Kosong, '' Pikir Yolla. Dengan menutup kembali pintu tersebut.
Hanya ada beberapa barisan tempat tidur untuk menaruh mayat, sebelum di bawa pulang oleh keluarga nya. Namun, aneh nya tempat ini kosong dan berbau apek. Dia sangat nyakin kalau tempat ini sudah tidak di pakai lagi. Dengan sedikit gemetar dia mulai melangkah, dengan kedua tangan nya memeluk erat tas yang dia bawa sejak tadi dari kampus.
Klik
Dengan gesit dia berlari ke arah lemari kayu dua pintu, yang kebetulan masih ada jarak dengan dinding. Dan seperti nya sangat cukup untuk ukuran tubuh kecil nya.
Klik, pintu tertutup.
''Apa Nyonya baik-baik saja, ?'' Tanya satu bodyguard yang berada di belakang nya. ''Aku selalu baik-baik saja, '' Jawab tegas Nyonya Dania dengan melangkah terus menjauh dari kamar jenazah.
Yolla keluar dari sembunyian nya, dan memastikan lagi kalau Nyonya Dania sudah benar-benar pergi.
Dengan tergesa-gesa Yolla menuju tempat di mana Nyonya Dania keluar tadi. ''Aneh, tidak ada pintu di sini. '' Ucap Yolla bingung.
''Apa mungkin, barisan angka ini. ? Akan ku coba, '' Setelah menemukan kertas kecil di dalam tas nya, Yolla mulai menekan angka yang berada di dalam kertas tersebut dengan angka berada di dinding.
Klik, pintu terbuka.
DEG, ''Kenapa jantung ku seperti ini, ?'' Berdebar kencang, dengan hawa dingin menyentuh kulit nya membuat dia merinding. Dan di depan sana, Yolla di suguhi nuansa kamar hijau daun dengan wallpaper
3D Custom pemandangan jendela.
Otak Yolla masih berpikir keras, apa maksud dari ini semua.? Kenapa ada ruangan sebagus ini di balik kamar jenazah.?
Banyak tanda tanya yang bersarang di dalam otak Yolla sekarang ini. Namun dia masih bingung, harus bertanya ke pada siapa dengan hal ini. ? ''Satu-satu nya orang ya itu, ya bodyguard itu, '' Batin Yolla, dengan masih berpikir.