
''Aku tidak lupa, siapa Nyonya Dania itu.? Orang tua yang kena gangguan mental.'' Maya mulai beranjak dari tempat duduk nya.
''Ingat Liam, dia yang telah menghancurkan hidup ku. Dan dia yang harus bertanggung jawab atas kehidupan aku dengan cara menikah kan aku dengan putra nya itu.''
''Kalau Nyonya Dania menolak mu, dan tidak rela menikahkan kamu dengan putra nya, bagaimana, ?''
''Aku bisa membawa kasus ini ke kantor polisi. Kalau dia mau lepas tanggung jawab hidup ku.''
''Apa kamu memiliki bukti, untuk mengajukan pekara ini.? Kalau kamu sampai kalah dengan Nyonya Dania. Dan Nyonya Dania yang menang, kamu akan di tuntut balik atas pencemaran nama baik keluarga besar Charles.''
''Ingat Maya, jika kamu ingin menang dengan kasus yang akan kamu ajukan, itu sangat mudah. Uang dan bukti, yang harus kamu siapkan lebih dulu.''
''Karena kamu melawan keluarga Charles, dia bukan lawan biasa yang mudah bisa di kalah kan.''
''Iya, kamu ada benar nya juga. Uang dan Bukti. Uang aku tak punya sedangkan bukti_________''Maya mengetuk-ngetuk dagu nya dengan telunjuk jari nya.
Sudut bibir nya terangkat ke atas, kemudian menoleh ke arah Liam yang sibuk dengan pikiran nya sendiri.
''Sial, sudah bebas belum ada tanda-tanda ingin menikahi ku.'' Geram Maya frustasi.
POV MAYA.
...****************...
Sikapmu yang penuh kasih dan sayang selama aku di sekap. Membuat aku jatuh hati ke padamu.
Sifatmu yang tegas dan pendiam
Membuat aku rindu siang malam.
Juga wajahmu yang teramat tampan, selalu mencuri perhatian ku setiap saat.
Sungguh kau seorang pria idaman, untuk ku.
Sungguh sukar dicari masa kini
Orang seperti diri mu pria sejati.
Aku dapat merasakan ketulusan mu selama aku mengandung anak mu, pengorbananmu tidak pernah bisa ku lupakan.
Bagaimana aku tak bahagia, jika aku berdampingan denganmu suatu saat jika kama memang menginginkan aku.
Memandang mu saja mampu menyejukkan kalbu. Tutur sapamu, semanis madu.
Bentuk tubuhmu lelaki perkasa dan ke jujuranmu dapat ku percaya.
...****************...
Liam mendongakkan kepala menatap Maya yang sedang menatap ku juga.
''Aku tidak mau, meskipun aku mau kamu tidak akan menang. Karena kamu tidak memiliki bukti yang kuat.''
''Ya udah, kamu bantu aku dong mencari bukti nya. Kamu kan Bodyguard Nyonya Dania yang bisa di percaya, pasti nya kamu memiliki bukti selama aku tinggal di sana.''
''Sorry, untuk satu hal ini aku tidak bisa membantu mu.''
''Kenapa, ?''
''Aku ke kamar dulu, mau melihat Tiara sudah bangun atau belum,'' Berlalu pergi menuju kamar yang di tempati putri nya yang sedang tidur.
''Terserah kamu mau membantu aku atau tidak, aku akan tetap bilang sama Arka untuk tetap menikahi ku.'' Pekik Maya kesal.
...****************...
Ceklek, pintu ICU di buka dari dalam. Muncul lah sosok Profesor Herman dan di susul oleh Yolla yang berada di belakang nya.
''Mau langsung pulang, atau mau kemana?'' Tanya Prof Herman sekedar basa-basi.
''Seperti nya mau langsung pulang Prof, hari ini cukup melelahkan.'' Adu Yolla dengan melemaskan leher nya yang terasa kaku.
''Kebetulan hari ini aku pulang sendirian, bagaimana kalau aku antar kamu pulang sekalian kita mampir makan malam bersama.?'' Tawar Om Herman, dengan sengaja mengabaikan dua pasang mata yang sedang menatap nya begitu tajam.
''Ajakan Prof Herman tidak terlalu buruk, tetapi mengingat jam, yang baru jam lima sore, apa ini bisa di bilang makan malam ya Prof.?''
''Ah, benar kamu dokter Yolla, namun tidak masalah kan kalau makan malam jam segini.'' Menyipitkan sebelah mata nya.
Yolla tertawa ringan, ''Prof Herman bisa saja, nanti malam bisa laper lagi dong Prof.''
''Kan bisa makan lagi, bahkan nanti kamu boleh membungkus nya untuk makan malam di rumah.''
Ekhem
...****************...
Up semalam, sampai pagi aku cek belum lulus 😞😞😞.
Apa ada yang sama dengan ku?ðŸ˜