
''Apa kamu tidak tau cara berpakaian untuk candle light dinner.?'' Kesal Arka, saat melihat Yolla keluar dari kamar mandi hanya memakai piyama tidur.
''Maksud nya, ?'' Yolla balik bertanya.
''Kamu tidak lupa kan, kalau malam ini kita ada candle light dinner. ?'' Membuat Yolla menggeleng cepat.
''Lalu, kenapa kamu hanya mengenakan piyama seperti ini, ? Memang nya sudah mau tidur, ya. '' Tanya Arka. ''Atau kamu memang sudah gak sabar, maka nya kamu sengaja ingin mengajak aku tidur.'' Tuduh Arka dengan sedikit menggoda nya.
Yolla kembali menggeleng cepat, ''Tidak, bukan itu makasud ku. Memang benar kan, aku tidak membawa gaun untuk dinner, Arka.''
''Seenggak nya kamu mencari dress, atau apa yang ada di dalam koper kamu Yolla, selain piyama. ?'' Omel Arka mulai melangkah menghampiri koper Yolla dan mencari pakaian yang kira-kira cocok untuk di pakai istri nya itu.
''Sudah aku cari Ar, tetapi tidak ada. '' Cegah Yolla dengan nada sedikit panik. Saat Arka membuka koper nya begitu saja. Sebab isi koper nya itu ada pakaian dalam nya serta baju yang cukup terbuka tetapi bukan lingerie. Dan menurut nya tidak pantas untuk di lihat oleh Arka.
''Sudah, jangan banyak protes. '' Ucap Arka, dia mulai mengacak-acak koper Yolla membuat Yolla terkejut. Ya jelas terkejut, di saat pakaian dalam nya terpampang begitu nyata di hadapan Arka.
Sontak Yolla meraih semua pakaian dalam nya dan langsung menyembunyikan di belakang punggung nya.
''Oh my gad, '' Pekik Yolla di dalam hati yang menahan malu.
Arka menyeringai melihat kelakuan istri nya itu. ''Kenapa ? Toh cepat lambat aku akan melihat isi nya juga, '' Ucap Arka tanpa malu dan tanpa di filter.
Bola mata Yolla hampir melompat keluar dari tempat nya. Dia merasa sedang di lecehkan oleh laki-laki yang ada di depan nya saat ini. Namun Yolla masih waras dan juga masih mengingat laki-laki di depan nya ini siapa, ? Yang saat ini berstatus suami nya, sehingga diri nya tidak mungkin protes ke pada Arka, kan.
''Sabar-sabar Yolla, dia suami mu, ingat itu. '' Batin nya.
''Pakai lah ini, '' Perintah Arka sambil memberikan sebuah pakaian, yang dia rasa cukup pantas untuk di kenakan istri nya malam ini.
''Baik lah, '' Balas Yolla yang sedikit lemas.
''Apa masih sakit, kok lemas banget, ? Cemas Arka, yang ingin menyentuh kening istri nya.
''Tidak, aku tidak lemas kok,'' Jawab nya berlalu pergi ke dalam kamar untuk berganti pakaian.
''Jantung ku, ''
Arka menunggu Yolla keluar dari kamar mandi, badahal mereka hanya makan malam di teras kamar yang terhubung ke kolam renang.
Arka saat ini cukup rapi, dengan mengenakan kemeja slim fit berwarna putih dengan celana abu-abu semata kaki. Dia terlihat begitu tampan dan juga fres.
Beberapa menit kemudian, Yolla sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang dia pilihkan tadi.
''Sudah siap, ayooo. '' Ajak Arka meraih jemari Yolla, saat penampilan Yolla istri nya sudah cukup ok.
Selanjut nya, mereka berdua berjalan secara bergandengan tangan menuju teras. Untuk menikmati makan malam yang sudah tersedia diatas meja dengan rapi nan indah, serta sudah ada dua lilin menyala di atas meja tersebut.
''Apa kamu menyukai hal seperti ini, ?'' Basa-basi Arka karena terasa canggung.
''Suka, ku pikir semua wanita sangat menyukai hal seperti ini.'' Jawab Yolla.
Arka mengangguk setuju, setelah hampir selesai sesi makan malam nya. Arka membuka suara lagi. ''Bagaimana dengan rasa makanan nya, Sayang. ?''
''Ini sangat cocok di lidah ku, '' jawab nya.
''Bagus, aku tadi sempat takut. Kalau makanan yang aku pesan ini, kamu tidak menyukai nya atau bukan selera kamu.'' Ungkap Arka jujur.
''Aku tidak pernah pilih-pilih, perihal makanan.'' Jujur Yolla. ''Semua makanan aku suka, '' Lanjut nya.
Selesai sesi makan malam nya, Yolla tidak berani beranjak dari tempat nya. Dia masih menunggu perintah selanjut nya dari sang suami nya.
''Aku memiliki hadiah kecil untuk mu, '' Menyerahkan paper bag kecil dan sedikit besar.
Yolla menerima dengan ragu, ''Untuk ku, '' Ulang Yolla.
''Iya, buka aja kalau kamu penasaran. Namun kamu boleh buka dulu yang kecil. Dan untuk yang sedikit besar, buka nanti kalau kita berada di dalam kamar, ok. '' Dengan mengedipkan sebelah mata nya. Untuk mengurangi rasa gugup nya di depan Yolla istri nya itu.
Dengan perlahan Yolla membuka paper bag yang kecil dengan penuh hati-hati, setelah terbuka. ''Kalung, '' Lirih nya.
''Iya, aku bingung memberi hadiah untuk mu itu apa.? Ku pikir wanita sering memakai perhiasan, membuat aku memilih itu untuk hadiah untuk mu.'' Ungkap nya, ''Kalau kamu tidak menyukai hadiah itu, kamu boleh menjual nya..Dan kamu, tidak perlu mengembalikan barang yang sudah aku kasih ke pada ku lagi, karena aku tidak suka itu.'' Jelas Arka the poin, yang tidak ingin di tolak.