Mantan Suami

Mantan Suami
# 80


Yolla terpaksa menghentikan gerakan tangan nya, sendok makan yang sudah terisi nasi dan lauk. Kini terpaksa mengambang di udara setelah dia mendengar ajakan dari suami nya, Arka.


Dia bukan wanita bodoh, setelah kepergian nya dari hadapan suami nya tadi. Suami nya itu langsung menerima panggilan masuk dari ponsel nya. Setelah Arka mendiamkan ponsel nya beberapa waktu.


Menatap intens wajah suami nya yang penuh Karisma, Yolla ingin menyebutkan satu-persatu ketampanan dari hidung mancung dan, ah sudah lah lupakan saja.


Yolla mengembangkan senyuman manis nya sebelum berkata, ''Mas mau mengajak ku makan malam di luar, sedangkan di depan kita sudah tersaji berbagai menu.''


''Mas ingin mengajak aku makan malam benaran atau ada niat sendiri di balik itu.'' Memasukan sendok yang berisi nasi ke dalam mulut nya setelah mengambang di udara beberapa detik yang lalu.


Glek, susah payah Arka menelan saliva nya sendiri. Kini Arka baru menyadari kalau Yolla di depan nya ini sudah menjelma Yolla yang dulu dingin dan datar tak tersentuh.


Ada satu yang berbeda dari Yolla yang dulu, yaitu tersenyum, tersenyum sebelum dia berkata.


''Hmm, a aku, aku_______''


''Makan dulu apa yang ada di depan kita, Mas Arka.? Setelah selesai kita baru pergi keluar yang kamu inginkan tadi.''


''Makan malam di luar, bukan.'' Yolla menaikan ujung alis nya ke atas.


''Kamu sudah tak marah lagi dengan ku.'' Arka.


''Kalau aku pikir ulang lagi, dengan kondisi Mama yang kemarin sempat memburuk, aku bisa mengerti, Namun, kalau aku membahas soal Maya selingkuhan mu itu, aku belum bisa.''


''Dia hanya sahabat aku, sayang, tidak lebih. Kita berdua sudah bersahabatan cukup lama, bahkan masih di bangku sekolah.'' Bela Arka.


Yolla mengangguk, dengan sesekali menyuapkan sendok berisi nasi ke dalam mulut nya. ''Bukan nya dulu kamu pernah bilang, kalau berselingkuh itu dari kenyamanan. Mungkin Maya sangat nyaman ketika bersama mu.''


Arka mengusap wajah nya kasar, ''Aku dengan Maya tidak pernah berselingkuh, Yolla Amber.'' Ucap Arka penuh penekanan.


Deg, Yolla mendongakkan kepala dari nasi di piring nya. Menatap Arka suami nya dengan tatapan sulit di artikan.


''Maaf, tadi aku hanya ingin mengatakan kalau aku dengan Maya tidak berniat berselingkuh atau mengkhianati kamu.'' Ucap Arka dengan lembut.


''Tidak perlu marah, jika kamu tidak berselingkuh. Dan seperti nya aku sudah selesai,'' Menaruh sendok dan garbu pada tempat nya. Ini yang dulu pernah di ajarkan oleh Mama Dania ke pada nya. ''Tunggu sebentar, biar aku ganti baju dulu.'' Ucap Yolla yang hendak berlalu pergi.


Arka mencegah lengan istri nya yang hendak pergi menjauh. ''Hilangkan ke salah pahaman ini, sayang. Aku dengan Maya benar-benar tidak berselingkuh, percaya lah. Hanya kamu yang sudah menjadi segala nya untuk ku.''


''Aku tidak ingin hubungan kita renggang, hanya karena ke salah pahaman di antara kita.'' Lanjut Arka.


Yolla mengangguk, dan tidak berniat ingin menjawab nya. Ada rasa cemburu ketika membahas soal Maya.


Maya dan Maya, model Papan atas yang sejak dari dulu selalu di banding-bandingkan dengan diri nya.


Mulai dari kaki , kaki Maya lebih jenjang dan ramping, lebih tinggi dan sangat serasi di samping Arka.


Body nya sangat mantap, setiap lekukan tubuh nya sangat menggoda setiap laki-laki.


Belum juga belahan dada Maya yang sangat terekspose. Yang kebanyakan di injar semua laki-laki di luaran sana termasuk suami kamu Arka.


Kepingan-kepingan masa lalu kembali muncul di ingatan Yolla sekarang ini.


Yolla menepis pelan tangan Arka suaminya, yang berada di lengan nya. ''Aku siap-siap dulu.''


Sesampai di dalam kamar Yolla bersandar di balik pintu. Memejamkan kedua mata nya, mendongak kan kepala nya ke atas.


Tes, tanpa memberi izin, air mata Yolla menetes turun ke bawah.


''Bukan ini yang aku cari, Lula.'' Gumam Yolla.