
''Mas, ''
Hmmm
''Marah, ''
''Ya tentu dong, Yolla sayang. Milik ku sudah on, dan kamu tinggal begitu saja.'' Mencebikkan bibir nya kesal.
''Aku tidak marah, Mas tinggal begitu saja.'' Bergerak pelan menghapus sisa makanan di sudut bibir nya.
Sedangkan Arka mengikuti pergerakan tangan istri nya menghapus jejak sisa makanan di sudut bibir nya.
Bayangan tangan mungil istri nya mengusap mengocok bagian bawah milik nya. Kini justru berputar di kepala nya, dan hal itu yang sangat sulit di lupakan.
''****, dia bangun. '' Umpat Arka dalam hati.
Hah, hah Arka mengusap kasar wajah nya karena frustasi. ''Gila, hanya membayangkan aja, dia sudah bangun.'' Pikir Arka.
''Aku sudah selesai, mau naik ke atas dulu. '' Pamit Yolla, yang hendak langsung pergi.
''Tunggu, '' Mecengkal tangan istri nya.
''Iyah, ''
''Malam ini, aku tidak tidur di sini. '' Beritahu Arka dengan rasa bersalah.
Pandangan mereka bertemu, Yolla menatap suami nya tanpa ekspresi. Dia tidak tau ekspresi apa yang seharusnya dia tunjukan pada suami nya itu. ?
Bukan nya hal seperti sudah biasa terjadi, bahkan hampir setiap hari. Dan selama ini dia baik-baik saja hingga saat ini.
Lalu, ada apa untuk hari ini,? Dia merasa kan sakit di hati, ketika suami nya bilang kalau malam ini dia tidak tidur di sini.
Kenapa baru sekarang, dia merasakan hal seperti itu ?
Kenapa di meragukan kembali cinta dari sang suami nya itu.?
Kenapa aku merasa kalau Mas Arka hanya membutuhkan pelayanan ku di atas ranjang nya saja. ?
''Ada apa, ?'' Berdiri dari tempat nya, satu tangan nya membenahi anak rambut istri nya ke belakang telinga.
Yolla menepis tangan Arka, ''Kalau mau pulang, pulang lah. Aku naik ke atas dulu. '' Berlalu pergi menuju anak tangga.
Arka merasa heran, atas perubahan sikap istri nya yang mendadak berubah.
''Kamu kenapa, sayang. '' Panggil Arka, yang tak di hiraukan oleh istri nya itu.
Dengan terburu-buru, Arka mengikuti langkah kaki sang istri menuju kamar mereka berdua.
Krek
Tok
Tok
Tok
''Sayang, kenapa di kunci pintu nya. ?'' Panggil Arka sedikit panik.
Dret
''Iya, hallo. ''
''......''
''Baiklah, aku akan segera ke sana.''
''Aku pergi sayang, '' Pamit Arka lagi.
Yolla mendengar semua yang di ucapkan oleh suami nya itu. Karena dia masih bersandar di balik pintu. ''Bodoh kamu Yolla, kamu melupakan syarat sebelum menikah. ''
Syarat yang di ajukan oleh suami nya itu hanya satu. Yaitu menjadi istri nya lahir dan batin memiliki anak juga termasuk dalam syarat itu. ?
Yolla berlari kecil menuju jendela kamar nya. Dari jendela itu, dia bisa melihat mobil suami nya keluar dari garansi dan pergi meninggalkan rumah nya.
Aku menginginkan anak dari kamu.
''Anak, '' Gumam Yolla. yang teringat sebelum menikah.
''Kenapa aku baru mengingat nya, kalau aku tidak pernah meminum pil pencegah kehamilan.''
...****************...
RUMAH SAKIT
''Bagaimana dengan kondisi nya Mama, Pa. ?''
''Panas nya kembali naik, ''
''Kenapa bisa, ?''
''Aku kurang tahu, ''
''Aku masuk dulu. ''
Sebelum masuk, kedalam ruang ICU Arka berganti pakaian luar yang sudah disediakan oleh rumah sakit.
Dengan warna hijau polos, biru atau berwarna putih, gaun luar ini berfungsi sebagai penutup bagi seluruh pakaian yang dipakai pembesuk dari atas sampai kebawah.
''Kenapa Mama aku bisa drop seperti ini, Dok. ?''
''Perkiraan aku, kalau Mama kamu banyak pikiran, Dokter Arka. Hal ini, penyebab kesehatan Nyonya Dania menurun drastis.'' Terang Dokter yang menangani Nyonya Dania.
''Satu hal lagi, Nyonya Dania selalu mengigau satu nama yaitu, nama Yolla. ''
''Mungkin dia butuh berbicara, dengan yang bernama Yolla.''
''Yolla, '' Lirih Mama Dania, dalam keadaan kedua mata terpejam.
''Iya, mungkin ada benar nya, kalau Mama ingin bertemu dengan Yolla. '' Ucap nya dan di angguki Dokter yang menangani Mama Dania.
''Namun, belum bisa sekarang. Besok aku usahain membawa Yolla kesini, Ma. '' Bisik Arka di telinga Mama nya.