
PAGI HARI NYA.
Pagi-pagi buta sekali, Arka telah sampai di rumah milik nya yang kini di tempati oleh istri nya. Dari semalam pikiran nya terus terganggu atas perubahan sikap istri nya yang mendadak berubah.
Semalam Arka menginap di Rumah Sakit, namun pikiran nya berada di rumah.
Sikap yang di tunjukan oleh Yolla semalam, mengingatkan dia pada masa lalu sebelum bercerai.
Arka mengingat-ingat kembali sikap nya atau omongan nya semalam, sebelum istri nya itu berubah.
''Malam ini, aku tidak tidur di sini. ''
Tiba-tiba kalimat itu terlintas di dalam otak nya.
''Apa gara-gara kalimat itu. ?''
''Kalau iya, terus salah nya ada di sebelah mana. ?'' Bingung Arka.
Tak ingin berlarut-larut dalam pikiran nya sendiri, Arka memilih bertanya langsung ke pada yang bersangkutan yaitu istri nya.
Tit
Tit, klakson mobil mulai terdengar di depan pintu gerbang.
Dengan terkejut, seorang laki-laki yang masih tidur pulas terbangun gelagapan
Berlari kecil, sambil kedua tangan nya bergerak menaikan sarung pada leher nya. Menuju pintu gerbang untuk mengecek mobil siapa yang masih pagi-pagi buta sudah bertamu.?
''Buka pintu nya.'' Perintah Arka dari jendela mobil yang sedikit terbuka.
''Tuan Arka, '' Ucap penjaga gerbang. Dengan sedikit terburu-buru penjaga itu langsung membuka pintu gerbang nya.
Setelah terbuka, mobil yang di kendarai oleh Tuan Arka mulai berjalan masuk.
''Tumben pagi-pagi buta Tuan Arka datang kesini. '' Gumam nya, dengan menutup gerbang tersebut.
''Pak Lukman, '' Panggil Arka, ketika mereka berpapasan.
''IyaTuan, '' Sahut Pak Lukman.
''Tolong, ambilkan kunci cadangan kamar ku.!''
''Sebentar, Tuan. '' Melangkah menuju laci di sudut ruangan.
''Kunci biasanya nya ke mana, Tuan?''
''Kunci nya masih ada, namu di kunci dari dalam.''
''Apa semalam istri ku keluar dari kamar nya. ?''
Pak Lukman tidak langsung menjawab nya. Dia masih mengingat-ingat kembali, apa semalam dia melihat Nona Yolla turun ke bawah, dan seperti nya tidak.
''Kamu yakin, ''
''Yakin Tuan, dan kebetulan sekali semalam aku pulang nya sedikit telat. jadi kalau Nona Yolla turun pasti nya aku melihat Nona. ''
''Ya udah, aku naik ke atas dulu. ''
''Silakan Tuan.''
...****************...
''Kondisi Nyonya Dania mulai stabil, Kita tinggal menunggu dia sadar nya saja, Pak Bagio. ''
''Apa masih lama istri ku sadar, ya Dok?''
''Kalau soal kapan Nyonya Dania sadar, ? Kami belum bisa memastikan nya. Namun menurut kondisi nya yang sudah membaik, ku pikir sadar nya Nyonya Dania tak kan lama, sekitar satu jam atau dua jam Nyonya Dania sudah sadar.'' Jelas nya.
''Ok, baiklah. Beri perawatan yang terbaik untuk istri ku Dok.''
''Baik Pak Bagio, kalau begitu saya permisi.''
Papa Bagio mengangguk pelan.
...****************...
Ceklek
Arka bergerak pelan membuka pintu selembut mungkin. Dia tak ingin mengganggu istri nya yang masih tidur di bawah selimut hangat nya.
Hanya berdiam diri di samping tempat tidur, yang dimana istri nya masih terlelap di alam mimpi nya.
Menyingkirkan pelan anak rambut istri nya, dan memperlihatkan wajah cantik istri nya yang alami tanpa make up.
Penglihatan mata Arka kini fokus dengan kelopak mata istri nya yang terlihat sembab. ''Apa dia menangis.? '' Pikir Arka, yang sangat ketara kalau dia lagi khawatir pada istri nya itu.
Bergerak kembali, untuk menyentuh kening istri nya. ''Tidak panas, ''
Hah, menarik tangan nya dari wajah istri nya. Kemudian melirik sekilas jam dinding di kamar nya tersebut. ''Ini terlalu pagi, membangunkan nya.'' Pikir Arka.
Dari pada mengganggu istri nya yang masih terlelap. Arka memutuskan pergi ke dalam kamar mandi dan ikut masuk ke dalam selimut dengan istri nya itu.
Cup
''Maaf,''
Menyusupkan tangan nya di pinggang istri nya, dengan bergerak pelan Arka menarik tubuh istri nya masuk ke dalam pelukan nya, dan di susul kedua mata nya ikut terpejam.
...****************...
Yuk mampir juga, ''Bukan Suami Pengganti.''